Categories
Tips

5 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orangtua kepada Anak

Moms, udah tau kan? Memarahi atau membentak anak dengan kasar dapat mempengaruhi kesehatan mental nya di masa depan?

Emosi dan jengkel kepada anak, terkadang tanpa sadar mengucapkan kalimat yang kurang pantas. Lelah beraktifitas atau sedang bad mood ditambah lagi melihat perilaku anak yang bikin marah, sontak kalimat tak layak kadang terlontar dari mulut kita. Tahu kah moms kata kasar tersebut akan tgersimpan dalam memori si kecil dan menjadi hal yang membekas pada mental di masa pertumbuhan si anak.

Setiap orangtua membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra saat mendidik anaknya. 

Sebab terkadang anak dapat melakukan tindakan yang tak sesuai keinginan orangtua, sehingga hal tersebut membuat orangtua marah dan tanpa disadari keluar kalimat terlarang orangtua dari lisan.

Kalimat terlarang orangtua yang sering diucapkan pada anaknya sebisa mungkin harusnya dapat dihindari.

Saat merasa marah atau jengkel kepada anak, terkadang orangtua tanpa sadar mengucapkan kalimat yang kurang pantas.

Mungkin itu dilontarkan kepada si Anak tanpa sengaja. 

Akan tetapi, kalimat-kalimat seperti itu justru tak boleh diucapkan karena bisa diserap sebagai informasi oleh anak. Berikut 5 kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orangtua kepada anak :

1. Jangan menangis, cengeng!

Apakah menangis adalah hal yang salah jika dilakukan oleh anak kecil? 

Menangis adalah cara ampuh yang biasa dilakukan oleh anak untuk menyalurkan emosi dan perasaannya entah itu saat takut, cemas ataupun sedih. 

Mengucapkan kalimat, “Jangan menangis” dan kalimat serupa lainnya akan membuat anak berpikir bahwa menangis adalah hal yang tidak wajar dan tidak pantas dilakukan. 

Akan lebih baik kalau Mama meminta anak untuk menjelaskan emosi yang dirasakannya. Ucapkan, “Bagaimana perasaan kamu saat ini, Nak?”

Dengan begitu, secara tidak langsung Mama telah mengajarkan sikap simpati dan empati. Anak juga jadi bisa jujur tentang perasaanya pada dirinya sendiri.

Selain itu, Mama juga memperkenalkan hal baru yang bisa menjadi hobi bagi anak mama. Mereka bisa melakukan hal yang ia sukai, termasuk juga pada saat ia senang atau sedih. Anak mama jadi tahu cara mengekspresikan perasaannya dengan cara yang positif.

2. Caranya bukan begitu, biar Mama saja yang kerjakan!

Kalimat tersebut seringkali terlontar ketika kinerja anak tidak sesuai dengan keinginan Mama sebagai orangtua. 

Misalnya, saat menyuruh untuk melipat sebuah kertas, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kalimat terlarang orangtua ini terkadang akan terucap. 

Tanpa disadari, kalimat tersebut ternyata dapat menghambat perkembangan anak untuk lebih aktif melakukan sesuatu. 

Sederhananya, anak akan merasa takut salah dan minder saat melakukan suatu pekerjaan. 

Alangkah baiknya, kalau Mama dan anak melakukan pekerjaan secara berbarengan sambil dijelaskan cara melakukannya dengan baik dan benar. 

Mengerjakan bersama-sama justru bisa membantu anak untuk semakin mengerti dan bisa tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi. 

3. Kamu nakal! Kamu bodoh!

Anak akan mudah menyerap kata-kata yang diucapkan oleh orangtua dan lingkungannya. 

Jadi, jangan kaget jika kamu sering mengucapkan kata-kata buruk seperti, nakal, gemuk, atau bodoh, lambat laun anak juga akan berkembang dan sering mengatakan apa yang kamu katakan. 

Ubahlah kata-kata negatif tersebut menjadi kalimat yang memberikan energi positif. 

Misalnya, “Jika kamu rajin belajar kamu akan mengerti banyak hal, kamu kan anak yang pintar.” 

Mama juga bisa menjelaskan, apa sih untungnya menjadi orang pintar. Dengan begitu, anak akan merasa lebih semangat dan termotivasi. 

4. Mama sedang sibuk, jangan ganggu!

 

 

 

 

 

 

Dulu kakakmu bisa melakukan ini saat kecil, mengapa kamu tidak bisa?

Pernahkan kamu berpikir bahwa membandingkan anak dengan si Kakak atau dengan teman sebayanya akan berdampak buruk untuk masa depannya. 

Anak akan tumbuh dengan rasa minder dan rendah diri. Selain itu, saat dewasa anak juga akan mencoba berperilaku seperti orang lain. Biarkanlah lebih baik jika si Anak tumbuh sebagai dirinya sendiri.

Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Mama sebaiknya menghindari kalimat terlarang bagi orangtua. Jangan ucapkan 5 kalimat di atas pada anak-anak karena ini bisa menjadi salah satu cara mendidik yang benar.

Butuh partner yang bisa membantu dan mengurangi emotion cost terbuang?

Premium Nanny
Jawabannya moms, pengasuh anak profesional dan kompeten di jaman modern seperti saat ini. Premium Nanny hadir sebagai partner yang akan membantu si kecil membiasakan perilaku positif  di rumah. So, emotion cost terjaga, terjaga dari emosi yang tidak perlu.

Premium nanny, Building Your Child’s Future

#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#babysittermakassar
#babysittermedan
#emosi
#parenting
#childrens
#Nanny
#nannydiaries
#nannylife
#premium
#premiumnannyin

 

Sumber: https://www.popmama.com/  

 

Categories
Tips

Positif Covid-19 ? Apa masih bisa menyusui Si Kecil?

ASI merupakan nutrisi utama untuk mendukung tumbuh kembang serta meningkatkan daya tahan tubuh anak guna melindunginya dari berbagai penyakit, termasuk COVID-19. Itulah sebabnya menyusui Si Kecil tidak boleh di lewatkan meski Moms positif COVID-19.

Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti bahwa virus Corona dapat ditularkan dari Moms ke baby melalui ASI. Jadi, Moms yang menunjukkan gejala COVID-19 atau sudah dinyatakan positif tetap boleh memberikan ASI untuk bayinya.

Tips Menyusui bagi Ibu yang Terinfeksi COVID-19

Virus Corona memang tidak hidup di dalam ASI. Namun, Moms tetap harus melindungi Si Kecil dari risiko penularan melalui percikan air liur dan kontaminasi dari tangan yang merupakan cara penularan utama COVID-19.

Jadi, kunci dari menyusui yang aman sebenarnya tidak jauh dari protokol kesehatan yang selama ini kita ketahui. Agar Si Kecil terhindar dari infeksi COVID-19, Moms perlu menerapkan beberapa tips berikut ini:

1. Cuci tangan terlebih dahulu

Sebelum menyusui Si Kecil atau menyentuh peralatan menyusui, Moms wajib mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna membunuh virus Corona yang mungkin menempel di tangan.

Pastikan seluruh bagian tangan moms tercuci hingga bersih, termasuk pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Selain itu, Moms juga perlu membersihkan puting payudara dan berganti pakaian dengan yang baju bersih saat akan menyusui Si Kecil.

2. Selalu gunakan masker saat menyusui

Ketika menyusui Si Kecil, Moms harus selalu menggunakan masker, meskipun Moms tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini untuk mencegah percikan air liur mengenai Si Kecil saat Moms berbicara, batuk, atau bersin. Ada banyak jenis masker yang bisa Moms pakai, mulai dari masker bedah, masker kain, hingga masker N95.

3. Bersihkan permukaan benda dan peralatan menyusui

Selain kebersihan diri, kebersihan rumah juga tidak boleh diabaikan, ya. Selalu bersihkan rumah dengan disinfektan, khususnya semua permukaan benda yang sering Moms sentuh atau permukaaan benda yang mungkin terkena percikan air liur Moms. Ini berlaku untuk sebelum, ketika, dan sesudah menyusui.

Ketika menyusui, baik langsung dari payudara maupun dengan ASI perah, Moms harus memastikan semua permukaan benda di sekitar tempat menyusui, terutama yang mungkin disentuh  moms dan Si Kecil, sudah didisinfeksi.

Jika memberikan ASI perah melalui dot, moms wajib membersihkan permukaan dot dan mencuci tangan. Setelah itu barulah dot boleh diberikan kepada Si Kecil. Pastikan juga alat pompa ASI dan peralatan menyusui lainnya juga dalam keadaan bersih, ya.

4. Pompa ASI atau berikan susu formula jika dirasa tidak sehat

Jika gejala yang muncul karena COVID-19 membuat Moms terlalu lemas atau tidak nyaman untuk menyusui Si Kecil langsung dari payudara, Moms bisa mempompa ASI atau memberikannya susu formula.

Ingat, jangan memaksakan untuk menyusui secara langsung jika memang tidak bisa, karena ini demi kebaikan Si Kecil juga. Mintalah ayah atau anggota keluarga lainnya untuk membantu memberikan botol ASI atau susu formula pada Si Kecil.

ASI merupakan asupan penting yang dibutuhkan bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Oleh karena itu, Moms tetap perlu memberikan ASI meski sedang positif COVID-19. Pastikan Moms menerapkan tips yang telah dipaparkan di atas agar Si Kecil terhindar dari infeksi virus.

Selain itu, Moms juga tetap perlu menjaga kesehatan tubuh dengan selalu mengonsumsi makanan sehat, beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, serta minum obat dengan rutin agar bisa pulih dari penyakit COVID-19.

Beberapa obat yang Moms konsumsi mungkin saja dapat menghambat produksi ASI. Jika Moms mengalami kesulitan untuk menyusui, konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan saran dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Moms.

Khawatir dan bingung menyusui si kecil disaat positif Covid-19?
Moms, tenang saja kan ada partner hebat untuk urus si baby di rumah
yupp..serahkan semua pada
Premium Nanny, moms bisa fokus isoman dirumah dan premium nanny yang bakal menjaga dan membantu moms memenuhi gizi si kecil dirumah. Moms sehat dan pulih kembali, si kecil semakin hepi… Premium Nanny, Building Your Child’s Future

#covid19indonesia
#mother
#baby
#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#babysitterbandung
#babysittersemarang
#jakarta
#surabaya
#nannylife
#premium_nanny
#premium
#premiumnannyindonesia

Sumber : https://www.alodokter.com/.

 

Categories
Tips

Kenali 5 Ciri Ciri Perkembangan Anak Diusia 3-5 Tahun

Tumbuh kembang anak dapat ditandai dengan sejumlah hal yang dapat mereka lakukan. Tanda-tanda ini umumnya digunakan sebagai bahan evaluasi pertumbuhan si Kecil oleh dokternya. Yuk, cari tahu hal-hal tertentu terkait perkembangan untuk anak usia 3 tahun di sini.

Perkembangan fisik atau motorik anak usia 3 tahun

Saat menginjak usia 3 tahun, perut bundar khas si Kecil akan menjadi lebih ramping. Mengutip dari Stanford Children’s Health, rata-rata berat badan anak usia 3 tahun akan bertambah sekitar 1,8-2,7 kg. Tingginya pun akan tumbuh sekitar 5-7,6 cm.

Selanjutnya, Understood.org juga menyebutkan bahwa si Kecil juga dapat berlari, memanjat, dan melompat dengan baik di usia ini. Sejumlah anak bahkan bisa melompat hanya menggunakan satu kaki. Apabila ada tangga di rumah, si Kecil juga mulai mampu naik turun tangga walaupun hanya menggunakan 1 kaki untuk setiap langkahnya. Ia juga sudah bisa mengayuh sepeda roda tiga. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan si Kecil agar ia tidak melakukan gerakan yang membahayakan dirinya, ya, Bun.

Perkembangan kognitif atau pikiran si Kecil usia 3 tahun

Anak makin menunjukkan perkembangan kecerdasannya saat menginjak usia 3 tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan perkembangan keterampilan berpikir anak ditandai dengan:

● Bermain dengan mainan yang memiliki tombol atau tuas

● Bermain peran dengan teman atau keluarga dan boneka

● Mencoba menyelesaikan permainan mengasah otak, seperti puzzle untuk usia 3 tahun

● Paham dengan arti angka, seperti 1 atau 2

● Membuat lingkaran menggunakan alat tulis

● Membuka dan menutup pintu dengan mandiri

Perkembangan komunikasi atau bahasa anak usia 3 tahun

Si Kecil mulai fasih berbahasa. Ia dan Bunda mulai dapat berbicara secara bergantian. Menginjak usia 3 tahun, anak mulai paham lebih dari 200 kata dan dapat menggunakannya dalam sebuah kalimat panjang. Hal yang diucapkan oleh anak pun mulai lebih mudah dimengerti orang lain.

Anak juga mengerti konsep tentang waktu dan tempat sehingga membantu mereka menjelaskan sesuatu tentang hal-hal tersebut. Perkembangan dari sisi komunikasi ini membuat anak dapat menjawab pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, dan di mana. Selain itu, beberapa anak mulai dapat bernyanyi sendiri ketika bermain atau menggunakan kemampuan berbicaranya untuk menirukan suara mainannya.

Perkembangan sosial dan emosional si Kecil usia 3 tahun

Sebelum menginjak usia 4 tahun, anak-anak berusia 3 tahun mulai lebih mandiri. Tak hanya itu, mereka juga gemar bercanda dan mulai menunjukkan ketakutan terhadap suatu hal. Contoh perkembangan sosial dan emosional anak usia 3 tahun adalah:

● Menunjukkan ketertarikan terhadap tempat dan hal baru, tetapi juga memiliki ketakutan kepada hal-hal tersebut

● Ingin bermain dengan anak-anak lain

● Menunjukkan empati, seperti berinisiatif menghibur teman yang sedih

● Belajar berbagi, misalnya tidak rebutan saat bermain

● Mencari cara menyelesaikan masalah sederhana

● Selain senang, marah, atau sedih, si Kecil juga menunjukkan perasaan lain, seperti malu atau merasa bersalah

Perkembangan lainnya dapat meliputi membantu pekerjaan rumah, ganti baju tanpa bantuan, dan mengerti tentang rutinitas serta marah bila aktivitasnya diganggu.

Tips mendukung tumbuh kembang anak

Terdapat beberapa hal yang dapat Bunda lakukan pada si Kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya. Salah satunya adalah mengawasi dan mengizinkan anak untuk bermain dengan orang lain untuk memupuk kemampuannya untuk bergaul. Kemudian, permainan yang mengasah kemampuan motorik (bermain plastisin) serta koordinasi tangan dan mata (saling menggulirkan bola) mampu membantu perkembangan anak.

Selain itu, dukung perkembangan anak usia 3 tahun atau lainnya dengan cara:

● Mendorong dan memuji usaha anak ketika mencoba hal baru

● Bermain dan membacakan buku cerita untuk anak

● Meluangkan waktu untuk berbicara dan menjadi pendengar yang baik untuk anak

● Mengajari anak tentang banyak hal, dari nama warna atau cara menggunakan krayon

● Mendidik anak untuk menjadi mandiri, seperti menyikat gigi atau memakai pakaian sendiri

Dengan begitu, Bunda dapat menunjang tumbuh kembang anak supaya menjadi generasi maju sekaligus membuat hubungan makin erat. Apabila anak belum menunjukkan perkembangan telah disebutkan sebelumnya, jangan khawatir. Setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda. 

Oleh karena nya moms wajib tau aspek dan ciri ciri perkembangan anak seperti aspek fisik, kognitif, sosial dan kesehatan. Kesibukan membuat moms tidak sempat mengamati gejala tumbuh kembang anak?

Tenang aja Biar
Premium Nanny
⭐⭐⭐⭐⭐
yang jaga dan laporin pertumbuhan selama beraktifitas di rumah.

Si Kecil tumbuh dan berkembang sehat, meskipun aktivitas mom lagi padat, Premium Nanny…solusi hebat 😊

#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#nannydiaries
#nanny
#babysitterbandung
#babysittermedan
#babysitterkalimantan
#babysitterbali
#pengasuh
#jakartahits
#surabayahits

Referensi

3-Year child developmental milestones. (n.d.). Help Me Grow Minnesota. Retrieved June 22, 2020, from https://helpmegrowmn.org/HMG/DevelopMilestone/3Years/index.html

Development milestones – your child at 3 years. (n.d.). Pregnancy Birth and Baby. Retrieved June 22, 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/development-milestones-3-years

Developmental milestones for 3-Year-Olds. (2019, August 5). Understood | For Learning and Thinking Differences. Retrieved June 22, 2020, from https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/signs-symptoms/developmental-milestones/developmental-milestones-for-typical-3-year-olds

The Growing Child: 3-Year-Olds. (n.d.). Stanford Children’s Health – Lucile Packard Children’s Hospital Stanford. Retrieved June 22, 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=the-growing-child-3-year-olds-90-P02296

What developmental milestones is your 3-year-old reaching? (2020, May 8). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved June 22, 2020, from https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-3yr.html

Categories
Tips

5 Cara Menangani Anak Tersedak

Moms pasti khawatir ketika tiba-tiba anak mengalami insiden tidak menyenangkan, salah satunya tersedak. Tersedak disebabkan oleh tersumbatnya trachea (batang tenggorokan) oleh benda asing. Biasanya diikuti gejala tidak dapat berbicara hingga kekurangan oksigen.

Meskipun hal ini terlihat sederhana namun, tersedak perlu untuk diwaspadai. Karena biasanaya terjadi ketika si kecil ketika sedanag belajar makan sendiri. Oleh sebab itu, Moms perlu memperhatikan dan lekas membantunya agar tidak terjadi penyumbatan jalan nafas saaat si kecil  tersedak.  Lalu bagaimana cara tepat mengatasi anak yang tersedak, berikut cara nya :

1. Pastikan kondisi anak
1. Pastikan kondisi anak

Saat anak tersedak, langkah awalnya ialah jangan panik. Moms harus tetap tenang dan pastikan kondisi anak dalam keadaan sadar atau tidak. Jika benda yang yang ia telan masih batas aman, Moms bisa berikan ia minum. Tapi apabila anak tak dapat berbicara atau bernafas, maka sebaiknya bawa anak segera ke pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD).

2. Carilah gejalanya

Jika anak tidak bisa menangis, itu berarti jalur pernapasannya tersumbat sehingga anak tidak akan mampu mengeluarkan sumbatan dengan batuk. Beberapa gejala anak tersedak yaitu terdengar suara aneh, memegangi tenggorokan, kulit memerah atau biru hingga terlihat pucat.

3. Jangan masukkan jari ke mulut anak

Saat anak terlihat tanda-tanda tersedak, sebaiknya Moms jangan panik dan tidak mengeluarkan benda atau sumbatan dengan mengambilnya pakai jari. Memasukkan jari ke dalam mulut anak akan menyebabkan objek tersebut semakin masuk ke dalam dan bisa merusak tenggorokan si Kecil. 

4. Manuver heinlich

Apabila anak sedang bermain dan mengalami tersedak pada benda asing yang masuk ke dalam mulutnya, maka Moms bisa menolongnya dengan cara manuver heinlich. Yaitu Moms berdiri di belakang anak, letakkan lengan di bawah lengan anak hingga melingkar di pinggangnya. Dan kepalkan tangan Moms tepat di antara pusar dan tulang dada si Kecil. Terakhir angkat anak ke atas dan belakang tubuh anak sebanyak 5 kali. 

5. Manuver back blow

Langkah lainnya yang bisa Moms lakukan yaitu manuver back blow. Di mana Moms harus tengkurapkan si Kecil pada tangan, topang leher, dan dagunya dengan telapak jari. Sebaiknya posisi kepala anak lebih rendah dari posisi dadanya. Lalu tekan punggungnya tepat di kedua bahunya dengan telapak tangan sebanyak 5 kali gerakan. 

Nah, itulah kelima cara menangani ketika anak mengalami tersedak. Namun ada baiknya orangtua melakukan pencegahan agar si Kecil tidak tersedak, yaitu jangan ajak anak mengobrol saat mereka sedang makan atau minum. 

#babysitter

#baby

#rescue

Categories
Tips

Kenali Perbedaan Gumoh dan Muntah Pada Bayi

Kenapa ya selesai menyusu, sikecil justru mengeluarkan kembali ASI melalui mulutnya? Tidak lama setelah disusui, ada kalanya bayi akan mengeluarkan lagi cairan susu dari mulutnya.

Nah, untuk itu penting untuk moms mengetahui perbedaan antara gumoh atau muntah yang dialami si kecil agar dapat memberikan penanganan yang tepat.

Gumoh

Bayi yang baru berumur beberapa minggu sampai satu tahun, akan sering mengalami gumoh, yairu mengeluarkan sebagian susu yang telah ia minum dari mulutnya. Kondisi tersebut normal, karena  ukuran lambung bayi yang baru lahir terlalu kecil untuk menampung jumlah susu yang terlalu banyak. Selain itu, katup lambungnya pun masih belum dapat menutup dengan erat, sehingga volume susu yang berlebihan yang sudah masuk ke lambung, akan keluar lagi melalui mulut.  Gumoh juga bisa terjadi jika bayi menelan udara terlalu banyak saat minum ASI, sehingga ia mengeluarkan cairan susu ketika bersendawa. Bayi dapat menelan banyak udara jika ia menangis saat sedang minum susu atau minum terlalu cepat.

Menurut data di Indonesia, 25% bayi Indonesia mengalami gumoh lebih dari 4 kali pada bulan pertama dan 50% bayi mengalami gumoh 1-4 kali per hari sampai usia 3 bulan. Kondisi gumoh yang normal biasanya terjadi setelah menyusu, berlangsung kurang dari 3 menit, dan tidak disertai oleh gejala lain. Volume susu yang dikeluarkan setiap bayi saat gumoh berbeda-beda, tapi rata-rata kurang dari 10 ml atau sekitar 1-2 sendok makan. Setelah gumoh, bayi akan terlihat lebih nyaman. Bayi yang mengalami gumoh juga terlihat aktif, dapat mengalami peningkatan beratbadan yang baik dan tidak mengalami gangguan pernapasan.

Cara Mengatasi Gumoh

Agar bayi bisa gumoh, ibu bisa membantu ia bersendawa setelah menyusui, dengan cara-cara berikut:

  • Letakkan Bayi di Pangkuan Dengan Posisi Tengkurap

Moms bisa menelungkupkan bayi di atas pangkuan, dan menopang dadanya agar posisi kepala lebih tinggi dari tubuhnya. Elus-elus punggung si kecil sampai dia bersendawa.

  • Posisikan Bayi Menghadap ke Belakang

Sampirkan handuk kecil pada bahu sebagai alas untuk menahan muntahan susu bayi, lalu gendong bayi menghadap ke belakang dengan bersandar di bahu ibu. Posisikan tubuh bayi dalam keadaan tegak, lalu elus-elus lembut punggungnya sampai dia bersendawa.

  • Menggendong Bayi Menghadap ke Depan

Moms juga bisa menggendong bayi menghadap ke depan dengan cara menopang tengkuk dan bokongnya di depan tubuh moms. Letakkan handuk kecil di dada si kecil untuk menahan muntahan. Lalu usahakan agar kepala si kecil sedikit lebih tinggi dari dadanya.

Muntah

Moms bisa membedakan kondisi muntah dan gumoh dengan melihat ciri-cirinya. Jika bayi mengeluarkan lebih dari 10 ml cairan dengan cara disemburkan dari perut yang juga membuat  otot dinding perutnya berkontraksi, itu berarti bayi ibu mengalami muntah. Terkadang bayi juga bisa mengeluarkan cairan muntah dari hidung. Namun, muntah baru dialami oleh bayi ketika ia berumur dua bulan. Muntah bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan atau gangguan pencernaan pada bayi. Cara mengatasi muntah berbeda-beda tergantung dari penyebabnya, tapi sebaiknya moms membawa bayi yang muntah untuk diperiksa oleh dokter.

Tanda-tanda bayi mengalami muntah yang tidak normal dan perlu segera ditangani dokter:

  • Cairan yang dimuntahkan berwarna kehijauan, karena mungkin saja bayi mengalami gangguan pada ususnya.
  • Bayi terlihat sangat kesakitan dan rewel.
  • Selain muntah, bayi juga demam hingga 39 derajat Celcius.
  • Perut bayi membengkak.
  • Bayi muntah secara hebat terus menerus dalam waktu yang cukup lama, tanpa ada tanda-tanda perbaikan.
  • Terdapat bercak darah yang banyak pada muntahannya

Panik dimasa awal menjadi seorang moms, bikin keki segala hal urusan bayi? Sekarang udah hadir
⭐⭐⭐⭐⭐
Premium Nanny
pengasuh anak modern dan bersertifikat siap bantu moms jalani hari hari baru sebagai orangtua bagi Si Kecil.

So, gak perlu panik dan bingung di masa awal bayi baru lahir ya , premium nanny siap jadi pendamping setia setiap hari 😊
#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#baby
#jakarta
#surabaya
#nanny
#premium_nanny  

Sumber : 

halodoc.com 

 

Categories
Tips

5 Tips Menyetrika Cepat dan Rapi, Semudah ini !

Mau berangkat pesta, tapi baju kelihatan kusut?  Mood yang tadinya semangat mendadak jadi bete kan. Bisa jadi cara menyetrika nya yang kurang tepat, sobat smart.

Padahal, sebenarnya pekerjaan menyetrika ini sederhana, lho. Jika dilakukan dengan benar, dalam waktu yang singkat pun bakal rapi! Nggak percaya? Cobain aja 5 tips menyetrika cepat dan rapi berikut ini!

1. Gunakan Aluminium Foil

Cara menyetrika yang satu ini memang nggak umum. Tapi tahukah kamu kalau menyetrika dengan lapisan aluminium foil bakal bikin baju lebih cepat rapi?

Coba deh, taruh aluminium foil di atas papan atau alas setrika. Panas dari setrika akan dipantulkan dan tembus ke sisi lawan pada baju, sehingga kamu nggak perlu membolak-balikkannya. Lebih hemat waktu!

2. Setrika dari Dalam

Menyetrika dari dalam memang terkenal ampuh untuk membuat baju cepat licin dan rapi. Khususnya untuk baju berbahan tebal dan jersey. Selain itu, jika kamu menyetrika kerah dan bagian kancing kemeja dari depan, biasanya baju akan jadi lebih cepat mengerut. Supaya baju awet, maka setrika saja dari bagian dalam! Teknik ini juga cocok digunakan jika bagian depan baju terdapat sablonan.

3. Gunakan Gulungan Handuk

Cara menyetrika cepat dan rapi yang selanjutnya adalah dengan memanfaatkan gulungan handuk. Gunanya adalah untuk menyetrika kemeja lengan panjang supaya nggak berlipat.

Caranya, taruh saja gulungan handuk kecil tersebut ke dalam lengan baju. Selanjutnya, setrikalah seperti biasa. Voila! Baju akan rapi tanpa ada lipatan di sisi lengan!

4. Atasi Lengket Secepat Mungkin

Pada umumnya setrikaan sudah memiliki lapisan anti lengket, tapi biasanya akan terkikis jika setrikaan sudah tergores benda-benda keras. Akhirnya, setrikaan lengket inilah yang akan menghambatmu! So, jika kamu sudah menemukan setrikaanmu mulai lengket, segera atasi atau ganti!

5. Atur Prioritas

Tingginya tumpukan baju yang harus disetrika seringkali membuat kita jadi malas untuk mulai menyelesaikannya. Jika kamu merasa seperti ini, maka saatnya kamu membuat prioritas!

Cicil setrika dari baju yang akan dipakai dalam waktu dekat. Baju-baju lain yang belum akan dipakai bisa kamu setrika di keesokan hari. Kamu juga bisa mengelompokkan baju-baju berdasarkan kebutuhannya. Blus atau kemeja yang dipakai untuk pergi ke kantor tentu harus rapi, tapi baju-baju santai seperti kaos mungkin tak perlu terlalu rapi sempurna. Ini akan membuatmu lebih santai saat menyetrika.Daripada terbengkalai terus, biar
Smartmaid aja yang nyetrika. Rapi dan Cepat maksimal, deh.

Mau dateng ke acara penting apapun udah siap, setiap saat. Smartmaid ahlinya bikin rapi dan kece.

#baju
#setrika
#pembantu
#pembanturumahtangga
#pembanturumahtanggasurabaya
#pembanturumahtanggajakarta
#asistenrumahtangga
#smart
#smartmaid
#jakarta
#surabaya

Categories
Tips

Yuk, Kenali Gejala Alergi Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Muncul ruam dan gatal gatal pada kulit anak?

Bisa jadi itu adalah tanda alergi yang dialami anak. Alergi atau sensitivitas merupakan reaksi berlebihan dari sistem imunitas atau daya tahan tubuh, yang dipicu oleh alergen.

Alergi pada bayi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk mengetahui penyebab dan cara menangani alergi yang dialami bayi agar gejala yang muncul dapat segera teratasi.

Tak hanya orang dewasa, bayi juga dapat memiliki alergi terhadap makanan yang mereka konsumsi, benda-benda yang mereka sentuh, dan partikel halus yang mereka hirup di dalam rumah atau di luar ruangan.

Namun, orang tua sering kali merasa kesulitan menentukan apa penyebab alergi pada bayi, karena ia belum dapat menjelaskan gejala yang dialami. Oleh karena itu orang tua harus lebih cermat untuk memperhatikan gejala alergi yang dapat dialami bayi.

Penyebab dan Faktor Risiko Alergi pada Bayi

Alergi pada bayi terjadi ketika sistem imun bayi bereaksi terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya, sehingga menimbulkan reaksi alergi. Hingga saat ini, belum diketahui mengapa hal tersebut terjadi. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya  alergi pada bayi, antara lain:

1. Genetik

Alergi pada bayi umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik. Hal ini berarti bayi berisiko memiliki alergi bila salah satu atau kedua orang tuanya juga memiliki alergi terhadap sesuatu, meskipun jenis alerginya bisa saja berbeda dengan jenis alergi orang tuanya.

2. Lingkungan yang terlalu bersih

Faktor yang satu ini memang tidak terduga. Namun, lingkungan yang terlalu bersih dan bebas kuman justru dapat membuat sistem kekebalan tubuh bayi tidak mendapat kesempatan untuk mengenal dan melawan kuman.

Hal ini membuat tubuh bayi bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya.

3. Gangguan kesehatan tertentu

Bayi yang mengalami angguan kesehatan, seperti eksim, diduga berisiko memiliki alergi terhadap makanan tertentu atau asma saat mereka dewasa nanti.

4. Tidak diberi ASI

Risiko alergi makanan juga dapat meningkat jika bayi tidak diberi ASI secara rutin atau sudah diberi makanan padat atau susu formula sebelum mereka berusia 3 atau 4 bulan. Hal ini karena ASI mengandung beragam nutrisi yang dapat membentuk dan meningkatkan sistem imun bayi.

Selain beberapa faktor di atas, ada pula zat atau benda yang dapat memicu alergi pada bayi, antara lain:

  • Makanan, seperti kacang, susu, telur, kerang, dan ikan
  • Tungau atau debu
  • Bulu binatang
  • Jamur
  • Serbuk sari pohon
  • Gigitan serangga
  • Obat-obatan tertentu
  • Bahan kimia, seperti detergen atau pembersih rumah tangga

Berbagai Gejala Alergi pada Bayi

Bayi yang mengalami alergi akibat salah satu faktor atau pemicu di atas, akan menunjukkan beberapa gejala berikut ini:

  • Bengkak pada wajah, bibir, dan lidah
  • Muntah
  • Diare
  • Kulit gatal atau melepuh
  • Batuk-batuk atau bersin-bersin
  • Kulit memerah atau ruam
  • Susah bernapas
  • Hilang kesadaran atau pingsan

Cara Mengatasi Alergi pada Bayi

Jika Si Kecil menunjukkan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, segera bawa ia ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan menyatakan Si Kecil menderita alergi, dokter dapat memberikan saran dan penanganan, seperti:

1. Menghindarkan bayi dari pemicu alergi

Dokter akan mengidentifikasi zat yang memicu alergi pada Si Kecil. Dengan mengetahui pemicunya, Anda dapat menghindarkan Si Kecil dari paparan zat tersebut.

2. Menjaga kebersihan rumah

Jika Si Kecil menderita alergi debu, tungau, atau jamur, disarankan untuk selalu menjaga kebersihan rumah. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kebersihan rumah adalah:

  • Ganti dan cuci sprei bayi setidaknya seminggu sekali.
  • Cucilah mainan anak secara rutin dengan air panas.
  • Jangan biarkan hewan peliharaan masuk ke dalam kamar bayi.
  • Buka jendela rumah agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.
  • Hindari penggunaan karpet karena dapat menjadi sarang debu atau tungau.

3. Memberikan bayi makanan bergizi

Jika memungkinkan, berikan Si Kecil ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan pertama hidupnya guna menurunkan risiko alergi. Akan lebih baik bila ASI tetap diberikan setelah bayi berusia 6 bulan.

4. Meresepkan obat

Obat antihistamin dan hidrokortison juga dapat digunakan untuk meredakan alergi pada bayi. Pemakaian obat tersebut tentunya harus berada di bawah pengawasan dokter atau dokter spesialis anak.

Jangan lupa, bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan rutin setidaknya 6 kali sebelum ulang tahun pertamanya. Pemeriksaan ini dilakukan guna memantau kondisi kesehatan bayi, memastikan tumbuh kembangnya berjalan normal, dan mendeteksi masalah apa pun sejak dini, termasuk alergi pada bayi.

#babysitter
#babysitterjakarta
#babysitterbandung
#babysittersemarang
#babysittermedan
#babysitterbalikpapan
#babysitterbali
#babysittermakasar
#nanny
#nannylife
#premiumnanny
#alergianak
#jakarta
#surabaya

Referensi :

alodokter.com 

 

Categories
Tips

Trik Biar Kamar Berantakan Jadi Lebih Rapi, Begini Caranya

Kamar sering berantakan?
Aktifitas setiap hari yang padat kadang membuat sobat smart tidak sempat untuk membereskan kamar, atau mungkin rutinitas dirumah bikin kamar sering jadi berantakan

Sebuah penelitian dari Princeton University Neuroscience Institute yang membuktikan kalau kondisi lingkungan yang berantakan membuat otak kurang dapat bekerja dengan baik, lho.

Misalnya saja, konsentrasi jadi cepat buyar dan otak jadi lebih lambat dalam memproses informasi.

Termasuk juga ketika kondisi kamar berantakan. Yup, kamar berantakan bisa bikin mood kita jadi kurang bagus.

Untuk itu, penting buat kita memperhatikan kebersihan dan kerapian kamar, ya.

Nah kali ini,  trik biar kamar jadi lebih rapi dan bersih.

Yuk, langsung intip 6 tips dan trik biar kamar lebih rapi!

Bikin zona bersih

Coba perhatikan baik-baik sekeliling kamar dan lihat seberapa besar area yang kosong dengan barang?

Kalau jumlah area itu sedikit, itu tanda kamar kita terlalu banyak barang.

Kalau kamar kita kecil, mau enggak mau kita harus lebih selektif dalam mengatur barang apa saja yang ada di kamar.

Soalnya, kamar yang terlalu penuh dengan barang kurang baik untuk sirkulasi udara sehingga dapat mengganggu pernafasan.

Tipsnya, sortir barang-barang yang sudah jarang kita pakai atau malah enggak pernah lagi kita gunakan.

Kemudian simpan di gudang atau bisa kita sumbangkan ataupun sisihkan untuk garage sale. Dengan begitu, zona bersih kita di dalam kamar jadi lebih banyak.

Yup! sekecil apapun kamar kita, tetap harus memiliki zona bersih, yaitu tempat yang enggak ada barang yang diletakkan di situ. Oke?

Seringkali, ketika baru beberapa saat kita bersihkan, eh, kamar sudah berantakan lagi, ya! he-he.

Nah, biar kamar tetap rapi, kita bisa bikin ritual harian dan harus berusaha disiplin menerapkannya.

Misalnya saja, kita membiasakan diri merapikan tempat tidur sebelum berangkat ke sekolah atau letakkan tas ataupun baju kotor di tempatnya.

Kita juga bisa membuat jadwal, seperti setiap dua hari sekali kita menyapu dan mengepel lantai kamar.

Dengan membiasakan diri melakukan kebiasaan kecil itu, djamin kamar tetap rapi, bersih dan nyaman, deh.

Singkirkan barang dari tempat tidur

Yang juga enggak kalah penting biar kamar rapi dan bersih adalah menyingkirkan barang-barang yang enggak seharusnya ada di tempat tidur. 

Soalnya, kondisi tempat tidur itu penting dan sangat berpengaruh bagi kualitas tidur kita.

Jangan sampai ada buku, sisa bungkus makanan, baju kotor ataupun benda-benda lain yang enggak menunjang untuk tidur.

Oiya, jangan malas untuk mengganti sprei dan sarung bantal biar selalu bersih dan nyaman, ya.

Manfaatkan dinding ruangan

Tenang, buat kita yang punya ruangan kamar yang kecil, enggak perlu bingung. Kita bisa menambah ruang untuk barang dengan memanfaatkan dinding kamar.

Gunakan rak yang digantung atau ditempel di dinding, yang bisa kita gunakan untuk meletakkan pernak-pernik atau buku.

Tata barang yang ada di meja belajar

Kalau di kamar kita ada meja belajar, penting untuk menata barang-barang yang ada di atasnya, biar enggak berantakan, ya.

Kita bisa kelompokan berbagai pernak-pernik atau peralatan untuk digabung dalam satu wadah, biar lebih rapi.

Untuk buku yang sering kita baca sehari-hari bisa kita taruh di atas meja, tapi batasi cuma boleh maksimal 5 buku yang kita letakkan di meja. Sisanya bisa kita masukkan ke dalam lemari.

Pastikan juga ada ruang yang cukup untuk menulis, yang harus tetap kosong walaupun kita sedang enggak belajar.

Sortir baju

Yang terakhir, sortir baju juga bikin kamar tetap rapi dan bersih, lho. 

Baju yang sudah tidak kita pakai lagi tapi masih dalam kondisi baik, bisa kita sumbangkan.

Selain itu, lebih baik kalau kita punya wadah untuk meletakkan aksesori, seperti kaos kaki, pernak-pernik, belt, topi dan lainnya, secara terpisah biar lebih tertata dan lebih mudah mencarinya.

Biasakan pula untuk enggak melempar baju ke sembarang tempat. Siapkan gantungan baju untuk meletakkan baju yang sudah dipakai tapi belum ingin dicuci. Oke?

Siapa sih yang gak pengen kamar nya bersih dan rapi setiap hari? Capek juga kan tiap hari harus beresin kamar? 

Smartmaid siap kok jadi asisten pribadi sobat smart di rumah, siap bikin kamarmu bersih dan rapi setiap hari. Kamar bersih dan rapi tiap hari, bikin kamu nyaman dan semakin produktif setiap hari.

#pembanturumahtangga
#pembanturumahtanggajakarta
#pembanturumahtanggajakarta
#asistenrumahtangga
#cleaning
#kamartidur
#bersih
#rapi
#smart
#smartmaid
#maid
#jakarta
#surabaya
#rumahminimalis

Referensi : 

cewekbanget.id 

 

Categories
Tips

4 Trik Agar Anak Tidur Makin Nyenyak di Malam Hari

Si Kecil terlihat masih mengantuk di pagi hari, moms? Bisa jadi tidur malam nya nggak berkualitas alias gak nyenyak

Anak di bawah lima tahun atau balita butuh waktu tidur sekitar 11-14 jam per hari, menurut American Academy of Pediatrics. Kebanyakan balita tidur mulai pukul 19.30 atau 20.00. Anak yang tidur sebelum pukul 21.00 biasanya jarang terbangun di malam hari sehingga bisa tidur nyenyak sepanjang malam.

Lalu, usahakan bangun di jam yang sama setiap harinya. Jangan buat perbedaan waktu bangun di hari biasa dan akhir pekan, kalaupun ada perbedaan, batas toleransinya sekitar 1-1,5 jam saja

Ilustrasi anak tidur. Shutterstock

Ilustrasi anak tidur. Shutterstock

Pemenuhan waktu tidur sangat penting untuk tetap sehat secara mental dan fisik, serta mendukung tumbuh kembangnya.Pemenuhan waktu tidur sangat penting untuk tetap sehat secara mental dan fisik, serta mendukung tumbuh kembangnya. Tapi bagaimana jika ia sulit tidur nyenyak, terutama di malam hari?

Pakar nutrisi dari India, Dr. Seema Khanna, mengungkapkan sejumlah trik untuk membuat si kecil tidur nyenyak. Salah satunya adalah minum susu. Tapibanyak orang tua yang menghindari minuman ini sebelum tidur dapat memicu tekanan urin sehingga anak mengompol. Kadang-kadang, minum sebelum tidur juga bikin anak bersendawa, bahkan muntah.

Dikutip dari The Indian Express, Dr. Seema punya tiga trik lain untuk membuat anak tidur nyenyak di malam hari.

1. Biarkan anak aktif sepanjang hari

Biarkan anak Anda melatih pikiran dan tubuhnya di siang hari dengan beragam aktivitas. Ini akan membuat ia kelelahan dan siap tidur di waktu yang seharusnya.

2. Jaga rutinitas waktu tidur rutin

Ciptakan rutinitas tidur, yaitu mandi, buku, dan tempat tidur. Untuk pilihan buku, pilih yang tidak menakutkan agar tidak membuat anak bermimpi buruk. Ikuti rutinitas itu setiap kali si kecil akan tidur. Anda juga bisa bereksperimen sesekali dengan beberapa aktivitas lain seperti menyanyi atau cerita tambahan, tetapi jangan terlalu mengubah rutinitas dasar. Sebab, semakin banyak aktivitas tambahannya, semakin sulit mata si kecil tertutup. Jaga rutinitas itu. Jika anak terbiasa tidur pukul 19.30, tetap pertahankan. Usahakan rutinitas tidur hanya berlangsung sekitar 15 menit setiap hari, sebelum akhirnya anak menutup mata.

3. Bijak memilih makanan ringan sebelum tidur

Sebagain orang memiliki kebiasaan nyamil sebelum tidur. Anda harus bijak memilih camilannya, hindari yang mengandung gula. Camilan atau minuman manis di waktu-waktu sebelum tidur dapat meningkatkan kadar gula, dan gula membuat anak-anak aktif. Lebih baik memilih segelas kecil susu tawar atau biskuit polos dan keju. Tapi setelah nyamil, jangan lupa menggosok gigi.

4. Hindari layar

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua layar, baik televisi, komputer, tablet, smartphone, dimatikan setidaknya 30 menit sebelum waktu tidur. Jauhkan benda-benda itu dari kamar si kecil. Dan, jika si kecil punya kebiasaan menonton di sing hari, pastikan  tontonan itu sesuai usia dan tidak menakutkan agar tidak menimbulkan mimpi buruk.

Butuh partner yang bisa bikin Si Kecil tidur nyenyak di malam hari? 
Premium Nanny
jawabanya, moms.

Pengasuh Anak berpengalaman dan melalui proses screening ketat serta pelatihan pengasuhan anak secara intensif bersertifikat. Urusan merawat dan menjaga anak serahkan aja ke ahlinya ⬇️ Premium Nanny

Si Kecil tidur nyenyak di malam hari, bangun pagi segar dan ceria jalani aktifitas sepanjang hari 😊

.
.
#babysittersurabaya
#babysitter
#babysitterjakarta
#nanny
#premiumnanny
#jakarta
#surabaya
#pengasuhanak
#child
#sleeping
#premium_nanny

 Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1173953/4-trik-agar-anak-tidur-nyenyak-di-malam-hari/full&view=ok 
Categories
Tips

4 Cara Menyikat Gigi Bayi Tanpa Bikin Menangis

Melihat gigi pertama si kecil muncul adalah momen yang menggemaskan. Namun untuk membuat bayi mau disikat giginya memang hal yang susah susah gampang dilakukan, moms. Bagaimana ya caranya agar si kecil tetap nyaman saat disikat gigi???

Terkadang Perawatan gigi pada bayi sering diabadikan para Orang Tua. Padahal merawat gigi bayi perlu dilakukan sejak tumbuh pertama kali.

Hal itu dapat mencegah gigi bayi jadi rusak akibat sisa susu di dalam mulutnya. Menyikat gigi bayi juga akan membuat  paham kapan periode anak tumbuh gigi nih.

Saat bayi tumbuh gigi, Moms harus lebih sabar dibanding biasanya. Nyeri pada gusi akan membuat bayi rewel dan mogok makan.

Buat suasana mandi jadi menyenangkan agar mereka tidak merasa aktivitas sikat gigi jadi menakutkan. Misalnya dengan memberikan mainan atau benda-benda aman untuk mereka mainkan. Moms  bisa juga sambil menyanyikan lagu dan mengungkapkan rasa sayang ke anak.

Pada bayi di bawah satu tahun, gunakan sikat gigi karet lembut. Sikat ini juga berfungsi untuk membersihkan bagian lidahnya. Sehingga, napas bayi tetap fresh, Moms.

Melansir dari Rising Children, untuk mencegah kerusakan gigi bayi, pastikan untuk tidak terlalu banyak memberikan makanan dan minuman yang mengandung gula. Hal penting lainnya, usahakan agar tidak membuat bayi tidur dalam posisi minum susu dari botol.

Moms juga sebaiknya telaten menyikat gigi mereka dua kali sehari. Jika bayi tidak suka ada sikat gigi di dalam mulutnya, gunakan kain kasa untuk membersihkan bagian depan dan belakang masing-masing giginya.

Banyak orangtua yang mengeluh sulit menyikat gigi bayinya. Nah, simak yuk beberapa saran di bawah ini agar lebih mudah merawat gigi bayi.

1. Posisikan bayi menghadap Moms, agar lebih gampang melihat mulutnya. Hal itu juga akan membuat bayi merasa aman. Bunda bisa duduk di tempat tidur atau lantai, dan baringkan bayi sampai kepala mereka ada di pangkuan Moms.


2. Rapatkan dagu bayi ke tangan. Sedangkan posisi kepalanya bersandar di tubuh Moms.

3. Buka bibir bayi dan angkat ke atas untuk membersihkan giginya. Putar sikat dengan gerakan melingkar lembut secara berulang-ulang.

4. Pastikan Moms menyikat bagian depan dan belakang setiap gigi, dan juga garis gusi.

Butuh partner terbaik untuk merawat Si Kecil ?

Eits, gak perlu bingung moms…ada Premium Nanny, partner andalan Moms merawat Si Kecil. Dengan Premium Nanny momen menyikat gigi bisa menjadi menyenangkan  dan riang gembira dengan memainkan mainan mainan yang mencuri perhatian si kecil ☺️

Jadi, momen menyikat gigi si kecil gak perlu membuatnya menangis lagi kan?😉
Premium Nanny,

Partner Kepercayaan Keluarga Modern Indonesia

#babysitter
#pengasuhananak
#nanny
#nannylife
#babysittersurabaya
#babysitterjakarta
#gigi
#gosokgigi
#child
#baby
#jakarta
#surabaya
#valtheconsultant