Categories
Tips

4 Cara Smart Membersihkan Teflon

Teflon di rumah mulai mengelupas? Hmm, sepertinya perlu cek lagi apakah selama ini cara membersihkan teflonnya sudah tepat.

Teflon atau wajan anti lengket sangat banyak kegunaannya terutama untuk memasak. Desainnya yang praktis dan cara pakai yang tidak sulit menjadikannya salah satu alat masak yang cukup jadi favorit. Tetapi, teflon harus dibersihkan dengan hati-hati. Seperti kita tahu, teflon mudah tergores dan mengelupas jika perawatannya salah.
 

Terlalu keras menyikat atau menggunakan pembersih yang tidak tepat malah akan merusak teflon dan membuatnya tidak anti lengket lagi. Dilansir Kitchn, berikut ini cara membersihkan teflon dengan benar. Semoga bermanfaat ya, Bun.

1. Pastikan teflon dalam keadaan dingin

Sebelum dibersihkan biarkan teflon benar-benar dingin karena meletakkan teflon panas dalam air dingin bisa membuat teflon mengalami thermal shock.

2. Gunakan sabun cuci piring

Teteskan sabun cuci piring ke spons, gosok perlahan permukaan teflon dengan gerakan memutar. Jangan pernah menggunakan penggosok yang terbuat dari logam karena dapat merusak lapisan teflon. Jangan juga gunakan pembersih seperti pembersih oven, pemutih, pembersih lantai, atau porselen untuk membersihkan teflon karena ini juga dapat merusak permukaannya. Lakukan penggosokan pada bagian luar dan juga pegangan teflon. Kemudian bilas dengan air bersih. Pastikan tidak ada sisa kotoran yang menempel.
 
3. Gunakan garam kosher
Jika noda membandel tetap ada di teflon, taburkan sedikit garam kosher ke bagian yang bernoda. Lalu, tambahkan sedikit air untuk membuatnya menjadi pasta, kemudian gunakan spons dan gosok dengan lembut. Jangan menggosok teflon terlalu keras karena bisa menyebabkan pelapis teflon tergores. Setelah menggosok teflon dengan garam kosher, bilas teflon dengan air dan keringkan.
 
4. Gunakan minyak sayur
Untuk mengatasi teflon yang terlalu kering karena jarang dipakai, gosok permukaannya dengan sedikit minyak sayur dan handuk kertas. Kemudian bersihkan sisa-sisa minyak dengan handuk kertas lagi.
 

Kalo sobat smart udah sibuk dan capek seharian beraktifitas di luar rumah kita paham kok yang sobat rasakan. Gak usah pusing, serahkan urusan merawat perabot rumah tangga kepada smartmaid.

Asisten Rumah tangga modern yang bisa diandalkan dan dipercaya untuk mengurus rumah. Rumah bersih dan perabotan terawat setiap hari ūüėä

Smartmaid, Your Home Deserves The Best ūüĎć


Categories
Tips

Inspirasi Menu MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan

Baby udah masuk fase MPASI, menu apa yang paling baik diberikan, ya?  

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah siap diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI. Menurut panduan dari WHO, Moms sudah bisa langsung memberikan menu lengkap untuk memperkenalkan makanan pertama kali. Bingung mau memasak apa? Yuk intip 10 inspirasi menu MPASI 4 bintang untuk usia 6 bulan di bawah ini.

Bayi akan belajar makan 3 kali sehari untuk menu lengkap dan 2 kali camilan. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan untuk membuat menu 4 bintang, yaitu yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur.

Tambahan lemak seperti mentega atau minyak zaitun juga bisa diberikan ke dalam menu MPASI bayi. Sedangkan untuk camilan Moms bisa memberikan puree buah atau menu tunggal yang terbuat dari buah-buahan.

Pastikan pemberian MPASI tepat waktu yaitu setelah 6 bulan jika tidak ada kondisi klinis khusus, mencukup nutrisi harian yang dibutuhkan bayi, aman, serta higienis.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya reaksi alergi bayi pada suatu bahan makanan, berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), berikan bahan baru selama 3 hingga 5 hari dan amati reaksinya.

Apabila sudah aman untuk dikonsumsi, barulah bahan tersebut boleh dicampur dengan makanan lain.

Dalam sekali makan, Moms bisa terlebih dahulu mengenalkan dengan memberikan 2 atau 3 sendok makanan pada awalnya. Baru setelah itu ditambah porsinya sesuai dengan kemampuan bayi.

Tekstur makanan yang diberikan pun harus dihaluskan terlebih dahulu menjadi bubur kental atau puree agar bayi tidak tersedak.

Nah, berikut ini adalah 4 inspirasi menu MPASI 6 bulan untuk bayi yang bisa dibuat dengan mudah di rumah.

1. Puree Kentang dan Daging Sapi

2. Puree Pisang, Apel dan Yoghurt

3. Pepaya dan Biskuit Susu

4. Puree Pisang dan Alpukat

Nah, itu tadi 4 inspirasi menu MPASI untuk bayi 6 bulan, baik menu makanan utama dan juga cemilan. Tidak diperlukan keahlian memasak yang tinggi untuk membuat MPASI. Buatlah MPASI dengan penuh rasa cinta untuk buah hati Moms. Perhatikan juga waktu tidur dan menyusui , untuk si kecil. Selamat mencoba!

 

Diolah dari sumber :

10 Inspirasi Menu MPASI dan Snack untuk Bayi Usia 6 Bulan

Categories
Info Tips

Cek 5 Hal ini Sebelum Musim Hujan

Tanda tanda peralihan musim kemarau ke musim hujan. Ada baiknya Cek 5 hal ini sebelum musim hujan datang. Karena di saat seperti inilah kamu harus mempersiapkan banyak hal. Mulai dari fisik, hingga persiapan di rumah. Pasalnya, selain penyakit lebih mudah menghampiri, musim hujan juga kerap menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian di rumah. Nah, kira-kira, apa saja yang harus kamu persiapkan? Berikut daftarnya :

1. Periksa kondisi saluran air
Saat musim hujan, volume air tentu akan lebih besar. Apabila saluran air tersumbat, maka otomatis akan terjadi banjir. Untuk itu, jangan lupa periksa saluran air di luar rumah dan bersihkan secara berkala sebelum memasuki musim hujan. Agar hasilnya maksimal, lakukan pembersihan selama dua minggu sekali agar daya tampungnya maksimal. Kegiatan ini bisa kamu lakukan bersama para tetangga lho, mengingat saluran air di lingkunganmu tentu menampung banyak rumah sekaligus. Selain memeriksa saluran air di luar rumah, periksa juga pipa-pipa yang ada di rumahmu. Pastikan tidak ada pipa yang bengkok atau retak sehingga menambah masalah baru karena dapat menyumbat air.  

2. Perhatikan atap rumah

Atap juga jadi hal utama yang harus diperhatikan. Saat musim kemarau, kerusakan pada atap mungkin tak akan berpengaruh besar. Lain halnya pada musim hujan. Jika kondisi atap tak baik, bocor bisa terjadi. Ketika terjadi bocor, rumah pun bisa rusak dan menjadi sumber penyakit. Apalagi kerusakan atap akan berpengaruh pada keretakan tembok juga. Untuk itu, periksa kondisi atap sesegera mungkin. Apabila atap terbuat dari genteng, ganti jika ada yang bocor atau pun geser. Begitu juga jika genteng terbuat dari asbes, periksa jika terjadi keretakan.

3. Periksa kabel listrik
Ketika musim hujan, kabel listrik yang sudah rapuh dan terkelupas berisiko mengakibatkan korsleting dan kebakaran. Untuk mengantisipasinya, pemeriksa seluruh jaringan listrik di dalam dan luar rumah. Pastikan seluruh kabel dan stop kontak dalam keadaan baik sehingga risiko korsleting dapat diminimalisasi. Di musim hujan juga biasanya kerap kali terjadi pemadaman aliran listrik. Hal ini biasanya terjadi ketika hujan besar, apakah karena ada pohon yang tumbang sehingga menimpa kabel listrik, atau karena petir. Untuk itu, harus segera mempersiapkan alat penerangan alternatif.

4. Periksa dinding di rumah
Seringkali kita lupa memerhatikan dinding di rumah hingga akhirnya ada retakan yang menyebabkan bocor dan membuat panik. Daripada hal tersebut terjadi, sebaiknya perhatikan dengan teliti bagian-bagian yang mulai retak dan segeralah memperbaikinya.

5. Pembantu Rumah Tangga Bantu jaga Kebersihan Dirumah

Musim Penghujan, kebersihan  menjadi fokus untuk terhindar dari kuman kuman dan virus yang banyak menjangkit seiring datangnya hujan. Nggak mau kan rumah jadi kotor karena musim hujan, tenang ya…lalui musim hujan dengan Cari tahu cara memilih pembantu rumah tangga yang tepat, agar bisa diandalkan dirumah. Aktifitas repot gak sempat cari pembantu, Val The Consultant bisa bantu mencari dan menyeleksi kandidat pembantu rumah tangga yang tepat untuk anda.

So, persiapkan dan cek 5 hal tadi sebelum musim hujan datang. Jaga Kebersihan dan Kesehatan agar terhindar dari penyakit di musim penghujan.

Sumber : https://www.happyfresh.id/blog/hidup-hemat/persiapan-rumah-di-musim-hujan/

https://artikel.rumah123.com/musim-hujan-segera-datang-segera-siapkan-4-hal-ini-di-rumah-54042

Categories
Tips

Tidur dan Menyusu Bayi sesuai Usia ?

Jangan jangan saya terlalu banyak menyusui bayi saya atau Apa bayi saya sudah cukup kenyang? ūüė≤

Di awal awal bayi lahir tentu Moms pernah kepikiran pertanyaan diatas, bukan? Melansir Very Well Family, kebutuhan tidur dan menyusu merupakan kebutuhan dasar bayi yang baru lahir. Tentunya Moms Butuh partner bepengalamanuntuk merawat bayi, bukan?memenuhi kebutuhan buah hati secara optimal.

Agar kebutuhan tidur dan menyusu optimal , berikut panduan untuk moms yang sedang menyusui :

 

Usia 0-3 Bulan

  • Menyusu Setiap 2-3 Jam¬†
  • Tidur Selama Kurang Lebih 17 Jam

Usia 3-6 Bulan

  • Menyusu Setiap 3-4 Jam¬†
  • Tidur Selama Kurang Lebih 16 Jam

Usia 6-9 Bulan

  • Menyusu Setiap 4-5 Jam¬†
  • Tidur Selama Kurang Lebih 15 Jam

Usia 9-12 Bulan

  • Menyusu Setiap 5-6 Jam¬†

Menyusui bayi baru lahir terlalu sering bukanlah sesuatu yang perlu dicemaskan. Bayi mungil anda memang perlu diberi makan. Biasanya di awal-awal kehidupan bayi, Moms lebih sering menyusui 
bayi baru lahir dimalam hari. Mungkin Moms meras lelah karena terus menerus menyusui karena bayi baru lahir menyusu setiap 2-3 jam.

Cara mengetahui saat bayi sedang lapar dan sudah kenyang ?

Selain memahami jadwal menyusui bayi setiap harinya, tak kalah penting juga untuk mengenali berbagai tanda yang menunjukkan bayi sedang lapar dan sudah kenyang. Berikut berbagai petunjuk yang sebaiknya Anda ketahui saat bayi sedang lapar dan sudah kenyang: Tanda bayi sedang lapar ingin menyusu Beberapa perilaku di bawah ini merupakan tanda sudah masuk jadwal untuk menyusui bayi:

  • Mengecapkan bibirnya
  • Mengisap kepalan tangannya
  • Menjulurkan lidahnya
  • Membuka dan menutup mulut berkali-kali
  • Melakukan gerakan rooting reflex atau refleks rooting yakni bayi spontan membuka mulut ketika pipinya disentuh
  • Mengarahkan kepala ke payudara Anda seolah mencari-cari sesuatu
  • Tampak tidak nyaman
  • Rewel dan merengek
  • Menangis kencang
  • Menunjukkan gerakan tubuh seperti gelisah

Tanda bayi sudah kenyang menyusu Beberapa perilaku di bawah ini merupakan tanda saat bayi sudah cukup menyusu di jadwal menyusui:

  • Tampak puas dan senang setelah menyusu.
  • Tidak lagi menunjukkan tanda-tanda sedang gelisah dan tak nyaman.
  • Tidak lagi rewel, merengek, bahkan menangis kencang. Pergerakan mulut saat mengisap payudara Anda terlihat melambat ketimbang di awal saat sedang lapar.
  • Pegangan tangan bayi pada payudara Anda perlahan-lahan dilepas.
  • Bayi terlihat jauh lebih nyaman daripada sebelumnya saat rewel dan kelaparan.

Dengan melihat berbagai tanda-tanda di atas, setidaknya Anda jadi lebih paham mengenai jadwal bayi menyusui setiap harinya. Jika produksi ASI terlalu banyak tetapi bayi sudah menunjukkan tanda kenyang menyusu, Anda bisa menggunakan pompa ASI kemudian menyimpannya. Namun, tetap perhatikan cara menyimpan ASI agar tidak mudah basi.

Val The Consultant Siap menjadi partner Moms, membantu mencarikan baby sitter terbaik yang akan membantu moms sejak bayi lahir. So, gak perlu ragu lagi, kan udah ada Val The Consultant. Partner terbaik untuk menemani dan membantu merawat sang buah hati .

Categories
Tips

4 Tips Mengatasi Anak yang Rewel

Bingung hadapi anak yang sedang rewel, Moms?ūü§Ē

Pada dasarnya Anak-anak pada usia 2 hingga 5 tahun sudah dapat mengekspresikan emosi yang dirasakannya. Cara yang paling mudah bagi mereka menunjukkan emosi yang dirasakan adalah dengan menangis.ūüė≠

Sayangnya, menangis untuk anak-anak bisa menjadi kebiasaan yang justru membuat orang tua kewalahan. Eits, gak perlu risau, Val The Consultant bagikan 4 Tips mengatasi anak yang rewel berikut ini :

1. Cari tau keinginan anak

Cari tau, Apakah karena Anak merasa tidak nyaman, lapar, haus, meminta sesuatu, atau bahkan hanya sekedar mencari perhatian dari Moms?

2. Sabar menenangkan Si Kecil

Ketika mereka mulai rewel, bicaralah dengan cara yang lembut namun tegas. Jangan memarahi atau membentak karena justru membuat mereka takut atau semakin marah sehingga menangis lebih kencang.


3. Alihkan perhatian anak

Saat anak mulai rewel nih, moms… Alihkan perhatian dengan pergi jalan jalan ataupun dengan menunjukan benda yang ia sukai.


4. Berikan Pelukan

Tenangkan si kecil dengan pelukan dan bisikkan kata-kata lembut untuk menenangkannya. Ajak ia ke tempat yang sepi dan ajak ia bicara.

Nah itu beberapa tips untuk mengatasi anak yang rewel ala Val The Consultant.

Mana cara yang paling ampuh atau punya tips andalan lain untuk mengatasi anak yang rewel, moms?

Comment di kolom komentar ya

#babysitter
#parenting

Categories
Tips

Tips Memilih Baby Sitter terbaik untuk anak

“Apakah si Kecil dapat dirawat dengan baik ya nantinya?”¬†

“Apakah adik berada di bawah pengawasan suster yang tepat, bisa mengajarkan hal yang baik?”

“Aman nggak ya si kecil dengan adanya suster tersebut?”

Apakah ini merupakan kekhawatiran mommies semua?

Kami memahami bahwa kesulitan menemukan Baby Sitter yang dapat dipercaya seringkali menjadi masalah yang dirasakan oleh hampir seluruh ibu yang mencintai anaknya. Untuk memastikan mommies mendapatkan baby sitter terbaik, berikut ini tips dari kami untuk memilih Baby Sitter terbaik untuk si kecil :

1. Pengalaman Kerja

Pastikan suster yang akan anda ambil sudah memiliki pengalaman khuss yang berkaitan dengan bidang pekerjaan mereka. Anak dibawah 1 tahun, seharusnya diasuh oleh Suster Baby. Sedangkan diatas 1 tahun, seharusnya diasuh oleh Suster Balita. Hindari memilih suster balita untuk si kecil yang berada dibawah 1 tahun.

2. Cek kesehatan Baby Sitter

Mengingat baby sitter nanti adalah orang yang paling dekat dengan si kecil. Perlu diketahui kondisi kesehatan dan rekam medis calon baby sitter, apakah sedang atau memiliki riwayat penyakit kambuhan. sehingga dipastikan si kecil aman dan terhindar dari penyakit yang menular dan berbahaya. 

3. Kematangan Usia

Untuk mengasuh Si Kecil, sebaiknya pilih Baby Sitter yang sudah cukup umur (sebaiknya minimal Usia 20 tahun untuk suster balita dan minimal usia 25 tahun untuk suster bayi) kematangan usia akan berpengaruh terhadap kestabilan emosi, banyaknya pengalaman, bagaimana cara menyelesaikan masalah (problem solving), bagaimana cara membantu tumbuh kembang anak dan lain sebagainya.

4. Lakukan Wawancara

It’s a must! sebelum mengambil keputusan Baby Sitter mana yang akan anda ambil , sangay penting untuk anda melakukan wawancara. Wawaancara bisa dilakukan via telepon, video call, ataupun bertemu langsung dengan calon baby sitter. Ajukan pertanyaan pertanyaan detail agar kepribadian pekerja dapat semakin terlihat jelas. Perhatikan bagaimana kesusuain jawwaban mereka terhadap pertanyaan yang anda berikan, postur tubuh, (gerakan non verbal) hingga ekspresi mereka terhadap pertanyaan anda.

5. Kenalkan kepada Si Kecil

Ketika wawancara, kenalkan Si Kecil dan jelaskan karakteristik juga sifat si Kecil agar baby sitter bisa lebih mudah dekat dengan mereka. Ajaklah mereka untuk berinteraksi dan lihat bagaimana reaksi mereka masing-masing pihak. Moment ini dapat berguna bagi anda untuk mendapatkan bayangan apakah Baby Sitter tersebut berguna bagi anda untuk mendapatkan bayangan apakah Baby Sitter tersebut dapat digunakan sebagai pilihan yang tepat bagi Si Kecil.

6. Penanganan Kondisi Darurat

Sangat penting bagi pengasuh anak anda untuk mengetahui bagaimana cara menangani kondisi darurat karena tidak dipungkiri bahwa kadangkala anak-anak rentan terhadap suatu resiko “kecelakaan” tertentu. Seorang pengasuh perlu memahami bagaimana menggunakan P3K, menangani anak tersedak, jatuh, keracunan makanan dan lain-lain.

Categories
Tips

Pertimbangkan hal ini sebelum merekrut pembantu rumah tangga

Mempekerjakan Pembantu Rumah Tangga (PRT), mulai dari tahap mencari, menyeleksi hingga kerap kali menjadi suatu proses yang panjang. Pada tahap pencarian ini, butuh ketelitian bagi ValTheConsultant perihal latar belakang calon PRT. “Sebab, PRT nantinya akan jadi bagian lain dari anggota keluarga yang tinggal di rumah.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, hal-hal berikut ini perlu Bunda perhatikan sebelum mempekerjakan seorang PRT, seperti dilansir dari The

Pertimbangkan kebutuhan

Hal pertama yang perlu Bunda pikirkan adalah mengenai kebutuhan akan PRT di rumah. Coba pertimbangkan terlebih dahulu, apakah Bunda benar-benar membutuhkan seorang PRT? Jika iya, untuk keperluan apa? Apakah hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya musiman ataukah pekerjaan sehari-hari? Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengerucutkan kebutuhan Bunda akan PRT, agar tidak mubadzir tenaga dan ongkos nantinya.

 

Pilih PRT independen atau lewat jasa penyalur PRT?

Sebelum menentukan, Bunda perlu meneliti kelebihan dan kekurangan memilih PRT baik independen maupun lewat jasa penyalur PRT. Jasa penyalur PRT biasanya juga menangani masalah asuransi, referensi, dan pajak. Hal ini memungkinkan Bunda untuk memilih PRT lebih dari satu dengan mudah… jika memang dibutuhkan.

Beberapa aspek negatifnya, seperti perusahaan tidak memeriksa referensi dan tidak membayar karyawan mereka dengan baik. Sedangkan jika memilih PRT independen, masalah dokumentasi akan lebih ringan. Namun, dikhawatirkan kemungkinan PRT independen akan lebih leluasa ‚Äėkabur‚Äô dari pekerjaannya karena tidak ada kontrak dengan perusahaan tertentu. Hal-hal seperti ini bisa jadi pertimbangan Bunda sebelum mantap memilih.

 

Pelajari hukum ketenagakerjaan

Jika pada akhirnya Bunda memilih agen penyalur PRT, penting bagi Bunda untuk mempelajari hukum ketenagakerjaan. Meskipun pihak agen telah menanganinya, hal ini dilakukan agar tata cara mempekerjakan PRT tetap berjalan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Selain itu, Bunda juga dapat terlindung dari segala bentuk jerat hukum yang tidak diinginkan. Sedangkan jika Bunda memilih PRT independen, Bunda perlu memastikan bahwa PRT tersebut dapat bekerja secara legal. Bunda juga perlu mempelajari cara membayar pajak jaminan sosial dari majikan.

 

Pertimbangkan rekomendasi orang terdekat

PRT yang baik biasanya berasal dari rekomendasi orang-orang terdekat yang berpengalaman mempekerjakan PRT. Biasanya, PRT yang mereka pekerjakan mengenal baik salah seorang teman di kampungnya yang juga ingin dipekerjakan sebagai PRT. Daripada mencari sendiri, bertanya soal ketersediaan PRT pada orang terdekat lebih memungkinkan menekan munculnya risiko.

 

Wawancara kandidat sebelum dipekerjakan

Ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka sukai dari pekerjaan mereka? Cobalah untuk mencari tahu bagaimana mereka bekerja? Mengapa mereka memilih PRT sebagai pekerjaannya? Periksa referensi, riwayat kerja, dan mintalah SKCK jika perlu. Jika Bunda memilih PRT lewat agen, tetap teliti dan periksa hasil yang didapatkan dari hasil penelusuran agen dengan calon PRT.

 

Kejelasan upah PRT

Salah satu yang harus Bunda putuskan sebelum mempekerjakan PRT adalah memberikan kejelasan soal upah yang akan dibayarkan. Selain besarannya, waktu pembayarannya juga penting untuk dibahas. Apakah Bunda akan membayarnya per jam ataukah upah tetap per bulan. Berikan upah yang sudah menjadi standar upah minimum regional di daerah bunda tinggal.

 

Lakukan masa percobaan

Jika Bunda sudah menemukan kandidat yang cocok dan siap untuk mempekerjakannya, mulailah dengan masa percobaan selama 2 hingga 4 minggu. Hal ini akan memberi waktu pada calon PRT untuk membiasakan diri dan memberi Bunda kesempatan untuk menilai kinerja mereka. Jika memang pada perjalanannya Bunda tidak menemukan kecocokan, Bunda boleh pertimbangkan kembali apakah akan mempekerjakannya atau tidak.

 

Jelaskan jobdesk dan batasan

Sebelum mulai mempekerjakan PRT, Bunda perlu untuk menetapkan rincian jobdesk yang harus dilakukan PRT. Negosiasikan hal tersebut sebelum PRT memulai pekerjaannya. Usahakan agar di antara Bunda dan dia telah sama-sama sepaham dan tidak ada lagi miscommunication. Termasuk juga memastikan batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh PRT terkait pekerjaan dan privasi rumah tangga.

Nah Mommies setelah mempertimbangkan hal-hal di atas, semoga Mommies mendapatkan PRT yang sesuai dengan harapan. Bagi Mommows yang sedang mencari PRT, berada di tahapan mana bunda yang sekarang? ‚ėļ

Spruce berikut.

 

Pertimbangkan kebutuhan

Hal pertama yang perlu Bunda pikirkan adalah mengenai kebutuhan akan PRT di rumah. Coba pertimbangkan terlebih dahulu, apakah Bunda benar-benar membutuhkan seorang PRT? Jika iya, untuk keperluan apa? Apakah hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya musiman ataukah pekerjaan sehari-hari? Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengerucutkan kebutuhan Bunda akan PRT, agar tidak mubadzir tenaga dan ongkos nantinya.

 

Pilih PRT independen atau lewat jasa penyalur PRT?

Sebelum menentukan, Bunda perlu meneliti kelebihan dan kekurangan memilih PRT baik independen maupun lewat jasa penyalur PRT. Jasa penyalur PRT biasanya juga menangani masalah asuransi, referensi, dan pajak. Hal ini memungkinkan Bunda untuk memilih PRT lebih dari satu dengan mudah… jika memang dibutuhkan.

Beberapa aspek negatifnya, seperti perusahaan tidak memeriksa referensi dan tidak membayar karyawan mereka dengan baik. Sedangkan jika memilih PRT independen, masalah dokumentasi akan lebih ringan. Namun, dikhawatirkan kemungkinan PRT independen akan lebih leluasa ‚Äėkabur‚Äô dari pekerjaannya karena tidak ada kontrak dengan perusahaan tertentu. Hal-hal seperti ini bisa jadi pertimbangan Bunda sebelum mantap memilih.

 

Pelajari hukum ketenagakerjaan

Jika pada akhirnya Bunda memilih agen penyalur PRT, penting bagi Bunda untuk mempelajari hukum ketenagakerjaan. Meskipun pihak agen telah menanganinya, hal ini dilakukan agar tata cara mempekerjakan PRT tetap berjalan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Selain itu, Bunda juga dapat terlindung dari segala bentuk jerat hukum yang tidak diinginkan. Sedangkan jika Bunda memilih PRT independen, Bunda perlu memastikan bahwa PRT tersebut dapat bekerja secara legal. Bunda juga perlu mempelajari cara membayar pajak jaminan sosial dari majikan.

 

Pertimbangkan rekomendasi orang terdekat

PRT yang baik biasanya berasal dari rekomendasi orang-orang terdekat yang berpengalaman mempekerjakan PRT. Biasanya, PRT yang mereka pekerjakan mengenal baik salah seorang teman di kampungnya yang juga ingin dipekerjakan sebagai PRT. Daripada mencari sendiri, bertanya soal ketersediaan PRT pada orang terdekat lebih memungkinkan menekan munculnya risiko.

 

Wawancara kandidat sebelum dipekerjakan

Ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka sukai dari pekerjaan mereka? Cobalah untuk mencari tahu bagaimana mereka bekerja? Mengapa mereka memilih PRT sebagai pekerjaannya? Periksa referensi, riwayat kerja, dan mintalah SKCK jika perlu. Jika Bunda memilih PRT lewat agen, tetap teliti dan periksa hasil yang didapatkan dari hasil penelusuran agen dengan calon PRT.

 

Kejelasan upah PRT

Salah satu yang harus Bunda putuskan sebelum mempekerjakan PRT adalah memberikan kejelasan soal upah yang akan dibayarkan. Selain besarannya, waktu pembayarannya juga penting untuk dibahas. Apakah Bunda akan membayarnya per jam ataukah upah tetap per bulan. Berikan upah yang sudah menjadi standar upah minimum regional di daerah bunda tinggal.

 

Lakukan masa percobaan

Jika Bunda sudah menemukan kandidat yang cocok dan siap untuk mempekerjakannya, mulailah dengan masa percobaan selama 2 hingga 4 minggu. Hal ini akan memberi waktu pada calon PRT untuk membiasakan diri dan memberi Bunda kesempatan untuk menilai kinerja mereka. Jika memang pada perjalanannya Bunda tidak menemukan kecocokan, Bunda boleh pertimbangkan kembali apakah akan mempekerjakannya atau tidak.

 

Jelaskan jobdesk dan batasan

Sebelum mulai mempekerjakan PRT, Bunda perlu untuk menetapkan rincian jobdesk yang harus dilakukan PRT. Negosiasikan hal tersebut sebelum PRT memulai pekerjaannya. Usahakan agar di antara Bunda dan dia telah sama-sama sepaham dan tidak ada lagi miscommunication. Termasuk juga memastikan batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh PRT terkait pekerjaan dan privasi rumah tangga.

Nah Bun, setelah mempertimbangkan hal-hal di atas, semoga Bunda mendapatkan PRT yang sesuai dengan harapan.¬†Bagi bunda yang sedang mencari PRT, berada di tahapan mana bunda yang sekarang? ‚ėļ

 

Categories
Tips

Pembantu sering melakukan kesalahan, begini cara menegurnya

Pembantu mulai malas ? atau mulai tidak fokus terhadap pekerjaan. Ada baiknya sebagai majikan anda meluangkan waktu untuk menegurnya, sebelum. pekerjaan semakin semrawut. Oleh karenanya, perlu mengambil waktu yang tepat untuk menanyakan penyebab kemalasan pembantuku. Dan berikut ini adalah tips yang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ambil Waktu Paling Tepat

Sebaiknya kita tidak menanyakan masalah ini ketika pembantu sedang bekerja. Pilihlah waktu yang tepat, semisal waktu istirahat atau sedang bersantai. Untuk mengatasi kondisi demikian, saya pun menerapkannya. Saya menunggu terselesaikannya pekerjaan yang dikerjakan pembantuku. Saya membiarkan ia bekerja sembari berperilaku seakan tidak ada apa-apa.

Gunakan Bahasa yang Santun

Pembantu adalah manusia yang memiliki perasaan. Lidah itu tidak bertulang sehingga penutur sering berbicara secara tidak terkontrol. Oleh karena itu, sebaiknya kita memerhatikan bahasa yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengannya. Untuk itu pula, saya berusaha menjaga ‚Äúrasa‚ÄĚ ketika memanggil pembantuku.

Tanyakan Persoalan secara Jujur

Sebaiknya kita bersikap jujur kepada pembantu. Ketika kita bertanya, hendaknya pertanyaan itu tidak berpura-pura. Sampaikanlah masalah-masalah yang muncul karena ketiadaan pembantu. Saya pun bersikap demikian. Saya menerangkan kondisi rumah jika pembantu tidak datang. Saya telah menganggap pembantuku sebagai bagian dari rumah tanggaku sehingga saya berharap agar ia dapat merasakan keresahan kami (saya dan istri).

Berikanlah Waktu untuk Menjawab

Sebaiknya kita memberikan keleluasaan waktu kepada pembantu untuk menyampaikan maksud atau alasannya. Mungkin upahnya kurang atau mungkin anakku sering rewel. Saya memberikan waktu yang cukup kepadanya. Ternyata, pembantuku hanya berkeinginan untuk menambah penghasilan di luar dengan cara menerima pekerjaan tambahan. Oleh karena itu, saya pun memberikan penawaran: silakan bekerja di luar setelah pekerjaan di rumahku selesai atau mencari pekerjaan ke tempat lain yang lebih baik.

Begitulah hari-hari terakhir di rumahku. Saya cukup puas dengan jawaban pembantuku. Saat ini, saya memberikan kesempatan kepadanya untuk bekerja lebih baik. Namun, saya pun sudah bersiap mencari penggantinya jika pembantuku ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Ia mempunyai hak untuk tujuan tersebut. Saya hanya memberikan gambaran-gambaran bahwa sungguh sulit mencari pekerjaan dengan suasana seperti yang saya gambarkan di atas. Jika nantinya pembantuku ingin pergi, saya tentu akan menggunakan pembantu baru. Ketika saya sudah menggunakan pembantu baru, tentunya saya harus bersikap baik pula kepadanya. Penyesalan selalu datang setelah perbuatan. Maka, sebaiknya kita berhati-hati sebelum mengambil sebuah keputusan