Di Balik Biaya Agency Yang Lebih Mahal, Ada Proses Screening Dan Pelatihan Berlapis

Jakarta, 17 Juni 2026 – Meningkatnya pemberitaan mengenai berbagai kasus yang melibatkan pekerja rumah tangga (PRT), pengasuh anak (nanny), caregiver, hingga tenaga kerja domestik lainnya kembali menjadi perhatian masyarakat. Para pelaku industri menilai bahwa salah satu akar permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius adalah proses perekrutan yang tidak melalui screening, verifikasi, pelatihan, dan pengawasan secara profesional.

Dalam beberapa kasus yang mencuat ke publik, ditemukan adanya pekerja yang ditempatkan tanpa proses pemeriksaan latar belakang yang memadai. Situasi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah, mulai dari ketidaksesuaian kompetensi, pelanggaran etika kerja, penggunaan identitas yang tidak valid, hingga kasus-kasus yang berpotensi mengancam keamanan keluarga pengguna jasa.

Menurut pelaku industri, saat ini terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara agency profesional dan pihak yang hanya berperan sebagai perantara atau makelar tenaga kerja.

Sebagian perantara baru mulai mencari kandidat ketika telah memperoleh permintaan dari calon pengguna jasa. Karena fokus utama adalah kecepatan penempatan, proses pemeriksaan dokumen, verifikasi identitas, pengecekan referensi, observasi karakter, hingga pelatihan sering kali dilakukan secara terbatas atau bahkan tidak tersedia sama sekali.

Sebaliknya, agency profesional harus mengeluarkan investasi yang jauh lebih besar untuk memastikan kandidat telah melalui berbagai tahapan seleksi sebelum direkomendasikan kepada klien. Tahapan tersebut meliputi rekrutmen awal, verifikasi data pribadi, wawancara berlapis, observasi perilaku, pelatihan keterampilan, pembinaan etika kerja, hingga penyediaan lodging house sebagai tempat tinggal sementara selama proses evaluasi berlangsung.

Akibatnya, biaya yang dikenakan agency profesional memang cenderung lebih tinggi dibandingkan pihak yang hanya berperan sebagai perantara. Namun biaya tersebut mencerminkan proses pengendalian mutu dan mitigasi risiko yang dilakukan sebelum pekerja memasuki lingkungan keluarga pengguna jasa.

Screening Bukan Formalitas

Valentina Maya Sari, CEO & Founder Val The Consultant, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa biaya agency profesional bukan sekadar biaya administrasi, melainkan investasi terhadap keamanan dan kualitas sumber daya manusia.

“Banyak keluarga masih membandingkan agency hanya berdasarkan harga. Padahal yang seharusnya dibandingkan adalah kualitas proses screening di belakangnya. Kami percaya bahwa keamanan keluarga tidak boleh dipertaruhkan hanya karena ingin mendapatkan biaya yang lebih murah.”

Menurut Valentina, proses screening yang benar harus mencakup lebih dari sekadar pemeriksaan identitas.

“Screening bukan hanya melihat KTP atau dokumen. Kami melakukan wawancara, observasi karakter, verifikasi data, evaluasi kesiapan kerja, serta pelatihan sebelum kandidat direkomendasikan kepada klien. Proses inilah yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.”

Ia juga menambahkan bahwa agency yang profesional harus siap menanggung biaya operasional jauh sebelum kandidat menghasilkan pendapatan.

“Agency profesional harus merekrut terlebih dahulu, menampung kandidat, memberi pelatihan, melakukan evaluasi, bahkan menyediakan lodging house. Semua itu dilakukan sebelum kandidat ditempatkan. Inilah yang membedakan kami dengan model perantara yang hanya mencarikan orang ketika sudah ada permintaan.”

Di Balik Biaya Agency Yang Lebih Mahal, Ada Proses Screening Dan Pelatihan Berlapis

Risiko Penempatan Tanpa Screening

Sementara itu, Valeriana Rosmaya, Presiden Direktur Val The Consultant, menilai bahwa banyak risiko yang sebenarnya dapat diminimalkan apabila proses screening dilakukan secara ketat dan konsisten.

“Rumah adalah tempat yang paling pribadi bagi setiap keluarga. Ketika seseorang diberikan akses untuk masuk ke lingkungan tersebut, maka proses seleksi harus dilakukan dengan standar yang tinggi.”

Menurut Valeriana, masyarakat perlu lebih kritis sebelum memilih penyedia jasa tenaga kerja domestik.

“Jangan hanya bertanya berapa biaya agency. Tanyakan juga bagaimana proses screening dilakukan, apakah kandidat menjalani pelatihan, apakah ada verifikasi identitas, apakah ada observasi perilaku, dan bagaimana sistem pengawasan setelah penempatan.”

Ia menambahkan bahwa biaya yang lebih murah sering kali tidak mencerminkan kualitas proses yang dijalankan.

“Biaya dapat dibandingkan dalam hitungan menit. Namun dampak dari kesalahan penempatan tenaga kerja bisa dirasakan selama bertahun-tahun. Karena itu, masyarakat perlu melihat nilai dan kualitas proses, bukan hanya angka di depan.”

Komitmen terhadap Standar Profesional

Sejak berdiri pada tahun 2012, Val The Consultant telah berfokus pada layanan rekrutmen, screening, pelatihan, dan penempatan tenaga kerja domestik dengan pendekatan profesional dan berbasis standar mutu.

Perusahaan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 serta memenuhi standar operasional yang relevan sesuai ketentuan dan sertifikasi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dan ribuan proses rekrutmen yang telah ditangani, Val The Consultant terus mendorong peningkatan standar industri agar masyarakat memperoleh akses terhadap tenaga kerja yang lebih siap, terlatih, dan terverifikasi.

Tentang Val The Consultant

Val The Consultant adalah perusahaan rekrutmen dan penempatan tenaga kerja domestik yang didirikan pada tahun 2012. Perusahaan menyediakan layanan pencarian dan penempatan PRT, nanny, babysitter, caregiver, sopir pribadi, hingga tenaga kerja domestik lainnya dengan fokus pada proses screening, pelatihan, dan pengawasan yang berstandar profesional.

Kontak Media & Customer Service

Val The Consultant

🌐  www.valtheconsultant.com⁠

📞 Hotline Customer Service: +62 821-3244-3882

Media Contact

Corporate Communications – Val The Consultant