Categories
Tips

Pertimbangkan hal ini sebelum merekrut pembantu rumah tangga

Mempekerjakan Pembantu Rumah Tangga (PRT), mulai dari tahap mencari, menyeleksi hingga kerap kali menjadi suatu proses yang panjang. Pada tahap pencarian ini, butuh ketelitian bagi ValTheConsultant perihal latar belakang calon PRT. “Sebab, PRT nantinya akan jadi bagian lain dari anggota keluarga yang tinggal di rumah.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, hal-hal berikut ini perlu Bunda perhatikan sebelum mempekerjakan seorang PRT, seperti dilansir dari The

Pertimbangkan kebutuhan

Hal pertama yang perlu Bunda pikirkan adalah mengenai kebutuhan akan PRT di rumah. Coba pertimbangkan terlebih dahulu, apakah Bunda benar-benar membutuhkan seorang PRT? Jika iya, untuk keperluan apa? Apakah hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya musiman ataukah pekerjaan sehari-hari? Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengerucutkan kebutuhan Bunda akan PRT, agar tidak mubadzir tenaga dan ongkos nantinya.

 

Pilih PRT independen atau lewat jasa penyalur PRT?

Sebelum menentukan, Bunda perlu meneliti kelebihan dan kekurangan memilih PRT baik independen maupun lewat jasa penyalur PRT. Jasa penyalur PRT biasanya juga menangani masalah asuransi, referensi, dan pajak. Hal ini memungkinkan Bunda untuk memilih PRT lebih dari satu dengan mudah… jika memang dibutuhkan.

Beberapa aspek negatifnya, seperti perusahaan tidak memeriksa referensi dan tidak membayar karyawan mereka dengan baik. Sedangkan jika memilih PRT independen, masalah dokumentasi akan lebih ringan. Namun, dikhawatirkan kemungkinan PRT independen akan lebih leluasa ‘kabur’ dari pekerjaannya karena tidak ada kontrak dengan perusahaan tertentu. Hal-hal seperti ini bisa jadi pertimbangan Bunda sebelum mantap memilih.

 

Pelajari hukum ketenagakerjaan

Jika pada akhirnya Bunda memilih agen penyalur PRT, penting bagi Bunda untuk mempelajari hukum ketenagakerjaan. Meskipun pihak agen telah menanganinya, hal ini dilakukan agar tata cara mempekerjakan PRT tetap berjalan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Selain itu, Bunda juga dapat terlindung dari segala bentuk jerat hukum yang tidak diinginkan. Sedangkan jika Bunda memilih PRT independen, Bunda perlu memastikan bahwa PRT tersebut dapat bekerja secara legal. Bunda juga perlu mempelajari cara membayar pajak jaminan sosial dari majikan.

 

Pertimbangkan rekomendasi orang terdekat

PRT yang baik biasanya berasal dari rekomendasi orang-orang terdekat yang berpengalaman mempekerjakan PRT. Biasanya, PRT yang mereka pekerjakan mengenal baik salah seorang teman di kampungnya yang juga ingin dipekerjakan sebagai PRT. Daripada mencari sendiri, bertanya soal ketersediaan PRT pada orang terdekat lebih memungkinkan menekan munculnya risiko.

 

Wawancara kandidat sebelum dipekerjakan

Ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka sukai dari pekerjaan mereka? Cobalah untuk mencari tahu bagaimana mereka bekerja? Mengapa mereka memilih PRT sebagai pekerjaannya? Periksa referensi, riwayat kerja, dan mintalah SKCK jika perlu. Jika Bunda memilih PRT lewat agen, tetap teliti dan periksa hasil yang didapatkan dari hasil penelusuran agen dengan calon PRT.

 

Kejelasan upah PRT

Salah satu yang harus Bunda putuskan sebelum mempekerjakan PRT adalah memberikan kejelasan soal upah yang akan dibayarkan. Selain besarannya, waktu pembayarannya juga penting untuk dibahas. Apakah Bunda akan membayarnya per jam ataukah upah tetap per bulan. Berikan upah yang sudah menjadi standar upah minimum regional di daerah bunda tinggal.

 

Lakukan masa percobaan

Jika Bunda sudah menemukan kandidat yang cocok dan siap untuk mempekerjakannya, mulailah dengan masa percobaan selama 2 hingga 4 minggu. Hal ini akan memberi waktu pada calon PRT untuk membiasakan diri dan memberi Bunda kesempatan untuk menilai kinerja mereka. Jika memang pada perjalanannya Bunda tidak menemukan kecocokan, Bunda boleh pertimbangkan kembali apakah akan mempekerjakannya atau tidak.

 

Jelaskan jobdesk dan batasan

Sebelum mulai mempekerjakan PRT, Bunda perlu untuk menetapkan rincian jobdesk yang harus dilakukan PRT. Negosiasikan hal tersebut sebelum PRT memulai pekerjaannya. Usahakan agar di antara Bunda dan dia telah sama-sama sepaham dan tidak ada lagi miscommunication. Termasuk juga memastikan batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh PRT terkait pekerjaan dan privasi rumah tangga.

Nah Mommies setelah mempertimbangkan hal-hal di atas, semoga Mommies mendapatkan PRT yang sesuai dengan harapan. Bagi Mommows yang sedang mencari PRT, berada di tahapan mana bunda yang sekarang? ☺

Spruce berikut.

 

Pertimbangkan kebutuhan

Hal pertama yang perlu Bunda pikirkan adalah mengenai kebutuhan akan PRT di rumah. Coba pertimbangkan terlebih dahulu, apakah Bunda benar-benar membutuhkan seorang PRT? Jika iya, untuk keperluan apa? Apakah hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya musiman ataukah pekerjaan sehari-hari? Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengerucutkan kebutuhan Bunda akan PRT, agar tidak mubadzir tenaga dan ongkos nantinya.

 

Pilih PRT independen atau lewat jasa penyalur PRT?

Sebelum menentukan, Bunda perlu meneliti kelebihan dan kekurangan memilih PRT baik independen maupun lewat jasa penyalur PRT. Jasa penyalur PRT biasanya juga menangani masalah asuransi, referensi, dan pajak. Hal ini memungkinkan Bunda untuk memilih PRT lebih dari satu dengan mudah… jika memang dibutuhkan.

Beberapa aspek negatifnya, seperti perusahaan tidak memeriksa referensi dan tidak membayar karyawan mereka dengan baik. Sedangkan jika memilih PRT independen, masalah dokumentasi akan lebih ringan. Namun, dikhawatirkan kemungkinan PRT independen akan lebih leluasa ‘kabur’ dari pekerjaannya karena tidak ada kontrak dengan perusahaan tertentu. Hal-hal seperti ini bisa jadi pertimbangan Bunda sebelum mantap memilih.

 

Pelajari hukum ketenagakerjaan

Jika pada akhirnya Bunda memilih agen penyalur PRT, penting bagi Bunda untuk mempelajari hukum ketenagakerjaan. Meskipun pihak agen telah menanganinya, hal ini dilakukan agar tata cara mempekerjakan PRT tetap berjalan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Selain itu, Bunda juga dapat terlindung dari segala bentuk jerat hukum yang tidak diinginkan. Sedangkan jika Bunda memilih PRT independen, Bunda perlu memastikan bahwa PRT tersebut dapat bekerja secara legal. Bunda juga perlu mempelajari cara membayar pajak jaminan sosial dari majikan.

 

Pertimbangkan rekomendasi orang terdekat

PRT yang baik biasanya berasal dari rekomendasi orang-orang terdekat yang berpengalaman mempekerjakan PRT. Biasanya, PRT yang mereka pekerjakan mengenal baik salah seorang teman di kampungnya yang juga ingin dipekerjakan sebagai PRT. Daripada mencari sendiri, bertanya soal ketersediaan PRT pada orang terdekat lebih memungkinkan menekan munculnya risiko.

 

Wawancara kandidat sebelum dipekerjakan

Ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka sukai dari pekerjaan mereka? Cobalah untuk mencari tahu bagaimana mereka bekerja? Mengapa mereka memilih PRT sebagai pekerjaannya? Periksa referensi, riwayat kerja, dan mintalah SKCK jika perlu. Jika Bunda memilih PRT lewat agen, tetap teliti dan periksa hasil yang didapatkan dari hasil penelusuran agen dengan calon PRT.

 

Kejelasan upah PRT

Salah satu yang harus Bunda putuskan sebelum mempekerjakan PRT adalah memberikan kejelasan soal upah yang akan dibayarkan. Selain besarannya, waktu pembayarannya juga penting untuk dibahas. Apakah Bunda akan membayarnya per jam ataukah upah tetap per bulan. Berikan upah yang sudah menjadi standar upah minimum regional di daerah bunda tinggal.

 

Lakukan masa percobaan

Jika Bunda sudah menemukan kandidat yang cocok dan siap untuk mempekerjakannya, mulailah dengan masa percobaan selama 2 hingga 4 minggu. Hal ini akan memberi waktu pada calon PRT untuk membiasakan diri dan memberi Bunda kesempatan untuk menilai kinerja mereka. Jika memang pada perjalanannya Bunda tidak menemukan kecocokan, Bunda boleh pertimbangkan kembali apakah akan mempekerjakannya atau tidak.

 

Jelaskan jobdesk dan batasan

Sebelum mulai mempekerjakan PRT, Bunda perlu untuk menetapkan rincian jobdesk yang harus dilakukan PRT. Negosiasikan hal tersebut sebelum PRT memulai pekerjaannya. Usahakan agar di antara Bunda dan dia telah sama-sama sepaham dan tidak ada lagi miscommunication. Termasuk juga memastikan batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh PRT terkait pekerjaan dan privasi rumah tangga.

Nah Bun, setelah mempertimbangkan hal-hal di atas, semoga Bunda mendapatkan PRT yang sesuai dengan harapan. Bagi bunda yang sedang mencari PRT, berada di tahapan mana bunda yang sekarang? ☺

 

One reply on “Pertimbangkan hal ini sebelum merekrut pembantu rumah tangga”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *