Categories
Tips

Pembantu sering melakukan kesalahan, begini cara menegurnya

Pembantu mulai malas ? atau mulai tidak fokus terhadap pekerjaan. Ada baiknya sebagai majikan anda meluangkan waktu untuk menegurnya, sebelum. pekerjaan semakin semrawut. Oleh karenanya, perlu mengambil waktu yang tepat untuk menanyakan penyebab kemalasan pembantuku. Dan berikut ini adalah tips yang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ambil Waktu Paling Tepat

Sebaiknya kita tidak menanyakan masalah ini ketika pembantu sedang bekerja. Pilihlah waktu yang tepat, semisal waktu istirahat atau sedang bersantai. Untuk mengatasi kondisi demikian, saya pun menerapkannya. Saya menunggu terselesaikannya pekerjaan yang dikerjakan pembantuku. Saya membiarkan ia bekerja sembari berperilaku seakan tidak ada apa-apa.

Gunakan Bahasa yang Santun

Pembantu adalah manusia yang memiliki perasaan. Lidah itu tidak bertulang sehingga penutur sering berbicara secara tidak terkontrol. Oleh karena itu, sebaiknya kita memerhatikan bahasa yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengannya. Untuk itu pula, saya berusaha menjaga “rasa” ketika memanggil pembantuku.

Tanyakan Persoalan secara Jujur

Sebaiknya kita bersikap jujur kepada pembantu. Ketika kita bertanya, hendaknya pertanyaan itu tidak berpura-pura. Sampaikanlah masalah-masalah yang muncul karena ketiadaan pembantu. Saya pun bersikap demikian. Saya menerangkan kondisi rumah jika pembantu tidak datang. Saya telah menganggap pembantuku sebagai bagian dari rumah tanggaku sehingga saya berharap agar ia dapat merasakan keresahan kami (saya dan istri).

Berikanlah Waktu untuk Menjawab

Sebaiknya kita memberikan keleluasaan waktu kepada pembantu untuk menyampaikan maksud atau alasannya. Mungkin upahnya kurang atau mungkin anakku sering rewel. Saya memberikan waktu yang cukup kepadanya. Ternyata, pembantuku hanya berkeinginan untuk menambah penghasilan di luar dengan cara menerima pekerjaan tambahan. Oleh karena itu, saya pun memberikan penawaran: silakan bekerja di luar setelah pekerjaan di rumahku selesai atau mencari pekerjaan ke tempat lain yang lebih baik.

Begitulah hari-hari terakhir di rumahku. Saya cukup puas dengan jawaban pembantuku. Saat ini, saya memberikan kesempatan kepadanya untuk bekerja lebih baik. Namun, saya pun sudah bersiap mencari penggantinya jika pembantuku ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Ia mempunyai hak untuk tujuan tersebut. Saya hanya memberikan gambaran-gambaran bahwa sungguh sulit mencari pekerjaan dengan suasana seperti yang saya gambarkan di atas. Jika nantinya pembantuku ingin pergi, saya tentu akan menggunakan pembantu baru. Ketika saya sudah menggunakan pembantu baru, tentunya saya harus bersikap baik pula kepadanya. Penyesalan selalu datang setelah perbuatan. Maka, sebaiknya kita berhati-hati sebelum mengambil sebuah keputusan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *