Categories
Info

Cara Jelaskan Pandemi Covid 19 pada Anak ?

Si Kecil mulai bosan berada dirumah? ūüė© Bagaimana ya cara menjelaskan masa pandemi ini Kepada anak?ūüėÄ

Memberikan informasi kepada anak tentang virus Corona tidaklah mudah. Cara menerangkan yang kurang tepat bisa membuat anak tidak memahami bahaya virus Corona atau justru merasa takut. Oleh karena itu, orang tua perlu tahu cara yang tepat untuk menjelaskan virus Corona kepada anak.

ūüßź Nah Supaya anak tidak bingung dan panik Moms perlu tahu cara yang tepat untuk menjelaskan Virus Corona Kepada anak dan membiasakan si kecil untuk memahami cara penyegahan penularannya.

Bukan hanya itu, berita terkait COVID-19 juga sangat sering muncul di televisi, media cetak, media online, serta media sosial, dan hampir semua orang membicarakan virus Corona. Belum lagi kebijakan pemerintah menimbulkan banyak perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari yang dampaknya juga turut dirasakan oleh anak-anak.

Hal-hal tersebut dapat membuat anak merasa bingung dan cemas. Nah, supaya anak tidak makin bingung atau panik, orang tua dan orang dewasa di sekitarnya perlu mengetahui cara yang tepat untuk menjelaskan virus Corona kepada anak.

Panduan Menjelaskan Virus Corona kepada Anak

Para ahli dalam bidang psikologi anak mengimbau orang tua untuk menyampaikan informasi tentang virus Corona kepada anak secara akurat dan dengan cara yang bisa dipahami oleh anak sesuai usianya. Jika dilakukan dengan cara yang keliru, penjelasan tentang virus Corona justru dapat membuat anak merasa takut, sedih, atau stres.

Berikut ini adalah beberapa panduan bagi orang tua dalam memberikan informasi kepada anak mengenai virus Corona:

1. Bekali diri dengan informasi yang akurat

Sebelum menjelaskan virus Corona kepada Si Kecil, Bunda dan Ayah harus paham dulu tentang apa itu virus Corona, apa saja gejalanya, bagaimana cara penularannya, serta apa yang bisa dilakukan untuk mencegah COVID-19.

Pastikan informasi yang akan Bunda dan Ayah berikan kepada Si Kecil memang akurat dan bukan berita bohong. Oleh karena itu, carilah informasi tentang virus Corona dari sumber yang terpercaya, misalnya dokter, situs kesehatan yang memang sudah diakui oleh pemerintah, atau lembaga-lembaga kesehatan yang resmi, seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO).

2. Cari tahu apa yang sudah diketahui oleh anak tentang virus Corona

Mulailah pembicaraan mengenai virus Corona dengan menanyakan kepada Si Kecil apa saja yang sudah ia ketahui tentang virus ini. Dengan begitu, Bunda dan Ayah bisa mengetahui sejauh mana pemahaman Si Kecil, sekaligus mencari tahu apakah informasi yang ia dapatkan benar atau tidak.

Jika Si Kecil masih balita dan ia belum pernah mendengar tentang virus Corona, Bunda dan Ayah tidak perlu menjelaskan virus ini kepadanya. Cukup ingatkan Si Kecil untuk menjaga kebersihan, sering mencuci tangan, dan tidak bermain di luar rumah agar ia tidak sakit.

3. Jelaskan fakta dengan bahasa yang mudah dimengerti anak

Agar anak mendapatkan informasi yang tepat tentang virus Corona, orang tua perlu menjelaskannya dengan kalimat yang sederhana dan kata-kata yang mudah dipahami oleh anak, sesuai usianya. Hindari penjelasan yang terlalu mendetail dan rumit.

Biasanya, anak akan lebih mudah paham bila dijelaskan dengan cerita atau gambar yang menarik. Ayah dan Bunda juga bisa mengajak Si Kecil menonton tayangan video di internet yang dibuat khusus untuk menjelaskan virus Corona kepada anak-anak. Namun, pastikan informasi dalam video tersebut akurat, ya.

Bila Si Kecil bertanya tentang sesuatu yang tidak Bunda dan Ayah ketahui, jangan sembarangan menjawabnya dengan cara menebak-nebak. Cari tahu dulu jawabannya di media resmi yang menyediakan informasi mengenai virus Corona, atau tanyakan langsung kepada dokter lewat aplikasi kesehatan online.

4. Usahakan agar anak merasa tenang dan aman

Supaya anak bisa merasa tenang, orang tua juga perlu tetap tenang saat memberikan penjelasan mengenai virus Corona maupun selama menghadapi pandemi virus Corona.

Ingat, anak cenderung mencontoh sikap orang tuanya dalam menanggapi sesuatu. Bila Bunda dan Ayah memperlihatkan sikap yang tenang dalam menghadapi wabah virus Corona beserta segala dampaknya, Si Kecil juga akan merasa lebih tenang.

Saat memberikan informasi tentang virus Corona kepada anak, fokuskan pada hal-hal yang positif dan memberikan harapan, misalnya informasi bahwa penyakit COVID-19 bisa dicegah dan disembuhkan. Jangan menakut-nakuti anak dengan informasi yang bisa membuatnya cemas, misalnya ada banyak orang meninggal karena virus Corona.

5. Ajarkan anak cara yang efektif untuk mencegah virus Corona

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengajari anak mengenai pencegahan COVID-19:

  • Ajak anak untuk lebih rajin mencuci tangan dan tunjukkan kepadanya¬†cara mencuci tangan yang benar.
  • Ajari anak untuk menerapkan etika batuk dan bersin, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu, lengan bawah, atau lipat siku ketika batuk atau bersin, lalu segera membuang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah.
  • Ingatkan anak untuk tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.
  • Ajak anak untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi¬†makanan bernutrisi tinggi, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup.
  • Ajari anak untuk menjaga kebersihan rumah dengan melibatkan mereka saat¬†membersihkan rumah.
  • Ingatkan anak untuk tetap berada di rumah dan tidak bermain di luar rumah selama pandemi COVID-19.
  • Jika terpaksa harus keluar rumah, ingatkan anak untuk mengenakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain sejauh 1 meter. Jangan lupa berikan contoh sejauh apakah jarak 1 meter itu.
  • Minta anak untuk memberi tahu jika ia merasa tidak enak badan, demam, sakit tenggorokan, atau sulit bernapas.

Selain itu, orang tua juga perlu meyakinkan anak bahwa dengan melakukan cara-cara di atas, ia dapat melindungi dirinya sendiri dan orang lain dari virus Corona.

6. Tutup percakapan dengan hati-hati

Sebelum mengakhiri pembicaraan tentang virus Corona, perhatikan respons Si Kecil. Jika ia tampak ketakutan atau cemas, ucapkan kata-kata yang bisa menenangkannya.   Bila perlu, rangkul dan peluk Si Kecil agar ia merasa lebih tenang.

Bunda dan Ayah juga bisa memberikan semangat kepada Si Kecil dengan menjanjikannya acara liburan keluarga ke tempat yang ia sukai setelah pandemi COVID-19 ini berlalu.

Jika Si Kecil jadi sulit tidur, mudah ketakutan, gelisah, atau murung setelah mendengar berita tentang virus Corona, cobalah atasi kecemasannya, misalnya dengan mengonsultasikan hal ini dengan psikolog anak atau psikiater melalui telepon atau aplikasi kesehatan online yang memiliki fitur chat dengan dokter.

Agar anak tidak bosan karena harus berada di rumah untuk jangka waktu yang lama, ciptakan suasana rumah yang nyaman. Lakukanlah lebih banyak aktivitas bersama Si Kecil, seperti bermain, menonton televisi, berkebun, memasak, atau makan malam bersama sambil bertukar cerita, agar Si Kecil tetap terhibur.

Memang sih, segala aktifitas sekarang lebih banyak dihabiskan dirumah. Si Kecil pun tidak bisa bebas bergaul dengan kawan sebaya nya seperti biasa.

Nah, supaya anak tidak bosan selama masa pandemi, Premium Nanny siap menemani si Kecil menjalani pandemi dengan tetap riang gembira dirumah.

Premium Nanny hadir sebagai teman terdekat si kecil selama masa pandemi menemani bermain dan belajar dirumah.
So Moms, tidak perlu khawatir si kecil bosan sendirian dirumah.

Premium Nanny, Building Your Child’s Future ūüėä

Categories
Info Tips

Cek 5 Hal ini Sebelum Musim Hujan

Tanda tanda peralihan musim kemarau ke musim hujan. Ada baiknya Cek 5 hal ini sebelum musim hujan datang. Karena di saat seperti inilah kamu harus mempersiapkan banyak hal. Mulai dari fisik, hingga persiapan di rumah. Pasalnya, selain penyakit lebih mudah menghampiri, musim hujan juga kerap menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian di rumah. Nah, kira-kira, apa saja yang harus kamu persiapkan? Berikut daftarnya :

1. Periksa kondisi saluran air
Saat musim hujan, volume air tentu akan lebih besar. Apabila saluran air tersumbat, maka otomatis akan terjadi banjir. Untuk itu, jangan lupa periksa saluran air di luar rumah dan bersihkan secara berkala sebelum memasuki musim hujan. Agar hasilnya maksimal, lakukan pembersihan selama dua minggu sekali agar daya tampungnya maksimal. Kegiatan ini bisa kamu lakukan bersama para tetangga lho, mengingat saluran air di lingkunganmu tentu menampung banyak rumah sekaligus. Selain memeriksa saluran air di luar rumah, periksa juga pipa-pipa yang ada di rumahmu. Pastikan tidak ada pipa yang bengkok atau retak sehingga menambah masalah baru karena dapat menyumbat air.  

2. Perhatikan atap rumah

Atap juga jadi hal utama yang harus diperhatikan. Saat musim kemarau, kerusakan pada atap mungkin tak akan berpengaruh besar. Lain halnya pada musim hujan. Jika kondisi atap tak baik, bocor bisa terjadi. Ketika terjadi bocor, rumah pun bisa rusak dan menjadi sumber penyakit. Apalagi kerusakan atap akan berpengaruh pada keretakan tembok juga. Untuk itu, periksa kondisi atap sesegera mungkin. Apabila atap terbuat dari genteng, ganti jika ada yang bocor atau pun geser. Begitu juga jika genteng terbuat dari asbes, periksa jika terjadi keretakan.

3. Periksa kabel listrik
Ketika musim hujan, kabel listrik yang sudah rapuh dan terkelupas berisiko mengakibatkan korsleting dan kebakaran. Untuk mengantisipasinya, pemeriksa seluruh jaringan listrik di dalam dan luar rumah. Pastikan seluruh kabel dan stop kontak dalam keadaan baik sehingga risiko korsleting dapat diminimalisasi. Di musim hujan juga biasanya kerap kali terjadi pemadaman aliran listrik. Hal ini biasanya terjadi ketika hujan besar, apakah karena ada pohon yang tumbang sehingga menimpa kabel listrik, atau karena petir. Untuk itu, harus segera mempersiapkan alat penerangan alternatif.

4. Periksa dinding di rumah
Seringkali kita lupa memerhatikan dinding di rumah hingga akhirnya ada retakan yang menyebabkan bocor dan membuat panik. Daripada hal tersebut terjadi, sebaiknya perhatikan dengan teliti bagian-bagian yang mulai retak dan segeralah memperbaikinya.

5. Pembantu Rumah Tangga Bantu jaga Kebersihan Dirumah

Musim Penghujan, kebersihan  menjadi fokus untuk terhindar dari kuman kuman dan virus yang banyak menjangkit seiring datangnya hujan. Nggak mau kan rumah jadi kotor karena musim hujan, tenang ya…lalui musim hujan dengan Cari tahu cara memilih pembantu rumah tangga yang tepat, agar bisa diandalkan dirumah. Aktifitas repot gak sempat cari pembantu, Val The Consultant bisa bantu mencari dan menyeleksi kandidat pembantu rumah tangga yang tepat untuk anda.

So, persiapkan dan cek 5 hal tadi sebelum musim hujan datang. Jaga Kebersihan dan Kesehatan agar terhindar dari penyakit di musim penghujan.

Sumber : https://www.happyfresh.id/blog/hidup-hemat/persiapan-rumah-di-musim-hujan/

https://artikel.rumah123.com/musim-hujan-segera-datang-segera-siapkan-4-hal-ini-di-rumah-54042

Categories
Info

Memilih Pembantu Rumah Tangga di Masa Pandemi

Memilih Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Masa Pandemi seperti saat ini tidak mudah. Pastinya aspek kesehatan haruslah diperhatikan. Keberadaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Era Modern seperti saat ini sangatlah penting. Pembantu Rumah Tangga (PRT )Bukan hanya sekedar membantu Moms dirumah juga sebagai partner dalam mengurus rumah. Keberadaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Era Modern seperti saat ini sangatlah penting. Pembantu Rumah Tangga (PRT )Bukan hanya sekedar membantu Moms dirumah juga sebagai partner dalam mengurus rumah. Pembantu Rumah Tangga (PRT )Bukan hanya sekedar membantu Moms dirumah juga sebagai partner dalam mengurus rumah. Keberadaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Era Modern seperti saat ini sangatlah penting. Bukan hanya sekedar membantu Moms dirumah juga sebagai partner dalam mengurus rumah. Memiliki PRT yang sesuai dan pas untuk keluarga tidaklah mudah. Apalagi dimasa pandemi Covid19 seperti saat ini. Memasukkan PRT yang salah bisa mengancam dan membahayakan anggota rumah. Jangan sampai membawa pembantu yang malah meningkatkan resiko terpapar virus covid19 dan juga tidak sedikit kasus pembantu mengambil barang milik majikannya. Moms tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? 

Saat pandemi seperti sekarang pasti semua orang mengurangi interaksi nya.  Jikalau moms memiliki kesibukan yang padat dan sedang #dirumahsaja tidak ada waktu untuk mencari dan menyeleksi pembantu, bisa mencari melalui yayasan penyalur tenaga kerja. Piih yayasan resmi yang memiliki izin dan bisa memilih, menyeleksi dan mengantar pembantu secara online dan aman. Salah satu rekomendasinya adalah nya Val The Consultant. Selain berpengalaman yayasan ini juga memiliki kredibilitas yang bagus dalam menyeleksi pekerja dan melayani customer. Saat moms memutuskan mengambil pembantu melalui yayasan, perhatikan hal ini sebelum membawa si mbak kerumah :

1. Pastikan Bebas dari Covid19

Pilih yayasan/penyalur tenaga kerja yang melakukan pengetesan covid kepada pekerja. Dan ada bukti medis pembantu yang diambil bebas dari covid19.

2. Lakukan Wawancara Online

Ini adalah tahap penting yang harus dilakukan. Pertama kali, Mama bisa melakukan obervasi terhadap penampilan calon PRT. Amati apakah dia terlihat bersih dan merawat diri dengan baik. Lihat dari caranya berpakaian, menyisir, termasuk berdandan. Mama juga boleh melontarkan pertanyaan seputar higienitas. Misal, tanyakan cara menyiapkan makanan setelah dimasak, atau cara membersihkan piring dan gelas bekas pakai.

3. Amati Cara Berbicara dan Isi Pembicaraannya

Jangan langsung percaya begitu saja pada apa yang dikatakan calon PRT. Bisa saja ia mengaku suka pada anak-anak, padahal raut wajahnya ketika diminta berinteraksi dengan si kecil, ia terlihat ogah-ogahan. Perhatikan juga jawaban yang ia berikan. Jawaban yang terlalu tegas (atau justru jawaban yang hanya sekadarnya saja), biasanya memberi pertanda yang kurang baik.

4. Cari Tahu Seputar Pengalaman Kerjanya

Tanyakan sudah berapa lama ia menekuni profesi ini? Pernahkah mendapatkan pelatihan atau tidak? Atau, tanyakan juga mengapa ia berhenti dari pekerjaannya yang terdahulu.

5. Melakukan Role Play

Coba lakukan penjajakan dengan memintanya berinteraksi dengan si kecil. Amati bagaimana cara ia berkomunikasi dengan anak, termasuk tutur kata yang digunakan saat berbicara dengan anak. Jangan lupa perhatikan juga bagaimana si kecil berinteraksi dengannya.

6. Amati Bahasa Tubuhnya

Ajukan lebih banyak pertanyaan dan jangan mudah percaya bila calon PRT menolak untuk melakukan kontak mata, terlihat ragu-ragu, dan tak langsung menjawab pertanyaan, atau melakukan gerakan tangan dan mulut yang berlebihan.

Nah, setelah berhasil mendapatkan PRT yang cocok, Mama tentu tak ingin dia hanya betah bekerja sebentar saja di rumah, kan? Kalau begitu, ciptakan lingkungan yang nyaman untuknya bekerja. Tak hanya memberikan gaji yang layak, tapi jangan lupa berikan juga hadiah ulang tahun untuknya. Meski tak seberapa, perhatian kecil seperti ini bisa membuatnya semakin loyal, lho. Kemudian, perlakukan PRT secara terhormat, dan berikan hak-haknya sesuai dengan perjanjian ya, Moms.