Categories
Tips

5 Cara Smart Bersihkan Kaca Agar Tetap Kinclong

Kaca sudah dibersihkan, tapi masih belum juga keliatan kinclong? 

Membersihkan kaca boleh dibilang gampang-gampang susah. Peralatan yang tepat dan teknik yang benar menjadi faktor kaca bisa bersih maksimal.

Dilansir dari How Stuff Works yang bisa kamu gunakan.

1. Gunakan air sulingan

Sebagian besar dari kita tentu tidak ingin ambil pusing dengan air yang digunakan untuk membersihkan benda apapun.

Namun untuk membersihkan  kaca , itu masalah lain.

Air yang diambil dari keran, biasanya masih mengandung mineral tinggi dan bersifat berat.

Agar tidak menggores permukaan kaca, sebaiknya gunakan penyulingan udara.

Pasalnya, sulingan udara tidak memiliki mineral apapun sehingga tidak akan meninggalkan bekas.

2. Gunakan larutan cuka

Cuka adalah salah satu bahan pembersih yang dapat dengan mudah ditemukan.

Selain itu, harganya relatif murah bila dibandingkan dengan pembersih pada umumnya.

Kamu dapat mencampurkan cuka dan air pada wadah semprotan dengan perbandingan 50:50.

Setelah larut, semprotkan pada bagian kaca yang dibersihkan. Aroma cuka akan terasa cukup menyengat setelah dibersihkan.

Bila tidak cukup kuat dengan aromanya, maka larutan ini dapat menjadi pilihan untuk membersihkan kaca bagian luar rumah.

3. Minimalisir busa sabun

Membersihkan permukaan kaca dengan menggunakan sabun, akan meninggalkan bekas terlebih dahulu bila busa yang dihasilkan cukup banyak.

Kendati demikian, bukan berarti sabun tidak boleh digunakan untuk membersihkan kaca.

Solusinya, larutkan sabun dalam jumlah sedikit ke dalam udara.

Jangan sampai larutan tersebut mengandung busa yang cukup banyak.

4. Jangan gunakan handuk kertas

Handuk kertas tak hanya meninggalkan goresan tetapi juga membuat kusam.

Sebagai penggunaan, gunakan kain mikrofiber atau alat pembersih lain yang terbuat dari karet.

Cara lain yang terbaik menggunakan koran bekas untuk membersihkannya.

Jika koran digunakan, sebaiknya gunakan sarung tangan agar tinta koran tidak menempel pada tangan.

5. Lakukan dengan cepat

Meski kamu telah melakukan berbagai langkah dengan tepat, bukan berarti goresan tidak akan tertinggal ketika kaca dibersihkan.

Cara terbaik dalam membersihkan kaca yaitu jangan menunggu debu menumpuk untuk membersihkannya.

Semprotkan larutan cuka, gunakan koran atau kain mikrofiber untuk mengelapnya dan keringkan.

Semakin sedikit debu yang menempel, maka akan semakin cepat kotoran itu hilang. 

Daripada keesel dan capek bersihkan kaca, ditambah lagi gak kinclong, serahkan saja sama Smartmaid. Asisten Rumah Tangga modern, profesional dan bisa diandalkan untuk mengurus seisi rumah.

Kaca kinclong tiap hari, bikin weekend semakin Hepi 

Sumber: https://idea.grid.id/read/09930498/5-cara-membersihkan-kaca-agar-tetap-kinclong-dan-tak-berbekas?page=all

 

Categories
Tips

Menu favorit di rumah setiap hari, tanpa repot masak

Menu Favorit di rumah setiap hari, tanpa repot masak? Kangen Menu Favorit Rumahan, Mau masak, tapi gak tau resepnya?

Betapa bahagianya ketika seharian aktifitas dan dirumah sudah terhidang menu favorit sobat smart. Menikmati hidangan favorit rumah sendiri jauh lebih higienis dan bisa menyesuaikan selera keluarga.
Sekarang ini memang dengan mudah bisa membeli masakan jadi dan tanpa harus repot untuk memasaknya terlebih dahulu. Namun beda bagi mereka yang memang ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Pasalnya memasak sendiri jauh lebih higienis dan bisa menyesuaikan sesuai selera keluarga.
Memasak tidak harus yang mewah, terkadang masakan sederhana bisa menjadi menu favorit keluarga lho. Terlebih jika kamu tidak hanya bertugas mengurus rumah tangga saja, tapi juga memiliki pekerjaan lain yang harus kamu selesaikan. Maka kamu harus memutar otak untuk memasak makanan sederhana namun disukai anggota keluarga.
Nah buat kamu yang sibuk, 
Smartmaid siap wujudkan kenginan sobat smart. Jadi sobat smart tidak perlu bingung atau jajan diluar rumah.

Semakin hemat, semakin sehat
ada smartmaid ahli masak menu favorit dirumah
Categories
Tips

6 Cara Mengajarkan Toilet Training Pada Anak

Si Kecil sudah waktunya diajarkan Toilet Training?

Potty training merupakan istilah untuk melatih batita untuk buang air kecil maupun buang air besar di kamar mandi. Potty training menjadi satu tahap perkembangan anak yang prosesnya tidak bisa dipastikan berapa lama. Beberapa anak menguasai potty training dalam hitungan hari saja tapi anak-anak lainnya memerlukan waktu berbulan-bulan. Pada umumnya, semakin kecil usia anak saat memulai potty training, akan semakin lama waktu yang dibutuhkan.

Hal Yang Perlu Disiapkan Sebelum Potty Training

Bunda, ada beberapa hal yang perlu dicermati saat kita memutuskan untuk menerapkan potty training pada batita, antara lain :

1. Ukur Kesiapan Bunda dan Si Kecil

Saat anak memasuki usia satu tahun, dia baru mulai mengerti saat kandung kemihnya penuh itu adalah pertanda ia akan pipis. Beberapa orang tua ada yang mengajarkan potty training pada bayi, beberapa anak siap melakukan potty training di awal usia 18 bulan, sementara yang lain sama sekali tidak tertarik pada potty training hingga mereka berusia 3 tahun. Banyak orang tua mengajarkan potty training saat anak mereka berumur sekitar dua setengah tahun.

Jadi tidak ada standar umur yang dapat digunakan sebagai tanda kesiapan anak untuk memulai potty training. Sebagai gantinya, akan muncul tanda bahwa si kecil telah siap, seperti :

  • Ia bisa mengikuti dan mengerti perintah sederhana dari Anda.

  • Ia sudah dapat berjalan dan duduk dengan tidak goyah.

  • Ia sudah mampu mengenakan dan melepas celana sendiri.

Yang paling penting untuk diperhatikan, jangan memaksa anak karena pemaksaan di saat ia tidak siap justru akan berdampak negatif. Jangan juga berharap si bungsu akan berproses dengan tahapan yang sama dengan kakaknya. Anak ke-dua dan berikutnya memang belajar lebih cepat dari anak pertama. Sedangkan anak lelaki cenderung lebih lambat dari anak perempuan.

Pertimbangkan juga kondisi lain yang sedang dihadapi anak seperti masuk ke sekolah baru, penggantian pengasuh, atau mendapatkan adik baru. Begitu pula bila Anda sedang mengalami ngidam, mengganti model rumah, atau mendapatkan pekerjaan atau jabatan baru di kantor. Tunggulah hingga beberapa minggu atau mungkin beberapa bulan sampai Bunda dan si kecil benar-benar siap serta situasi dan kondisi ikut mendukung.

2. Beli Peralatan yang Tepat

Belilah kursi pipis (potty chair) atau adapter seat yang bisa digunakan pada toilet biasa. Adapter seat ini dapat membantu batita Bunda merasa nyaman duduk di toilet dewasa tanpa khawatir akan terjatuh. Tanyakan warna atau bentuk karakter yang ia inginkan dan biarkan ia memilih kursi potty-nya sendiri. Setiba di rumah, tuliskan namanya dan bantu ia bermain dan belajar menggunakannya.

Jika Anda membeli kursi potty untuk anak laki-laki, carilah potty chair tanpa urine guardUrine guard biasanya digunakan oleh laki-laki yang harus menggunakan toilet dengan posisi duduk untuk mencegah urin yang keluar berceceran di bagian bawah toilet. Memang, sih, Bunda jadi perlu membersihkan pipis yang membasahi lantai tapi urine guard ini kadang membentur dan menggesek daerah vital anak saat ia duduk di potty. Si kecil menjadi terganggu dan tentu saja proses training-nya menjadi terhambat.

Saat Bunda memilih untuk menggunakan adapter seat untuk potty training si buah hati, pastikan juga keamanan dan kenyamanannya. Sekarang banyak pilihan adapter seat dengan warna dan gambar-gambar karakter menarik, loh Bun. Jangan lupa beli juga bangku kecilnya. Bangku kecil ini untuk membantu anak naik dan turun dari toilet dengan cepat dan mudah, juga sebagai pijakan kaki saat ia duduk yang membantunya mendorong saat poop (buang air besar).

3. Gunakan Training Pants

Saat mengajarkan potty training, Bunda sebaiknya menggunakan training pants untuk si kecil, yaitu popok kain yang bisa dicuci berulang yang dipakai dan dicopot seperti celana dalam. Dengan menggunakan training pants, saat si kecil pipis, air seninya tidak akan berceceran ke mana-mana. Tapi si kecil tetap merasa basah (tidak kering seperti saat sedang menggunakan popok) yang bisa membuatnya cepat belajar untuk potty training.

Celana training berbahan kain ini memang kurang nyaman dibandingkan popok sekali pakai. Banyak orang tua berpendapat dengan menggunakan training pants, batita dapat langsung merasakan saat ia pipis atau poop di celana. Bila Bunda memilih untuk menggunakan training pants ini, perkenalkan kepada batita Anda secara bertahap. Mungkin dengan mengenakannya beberapa jam dalam sehari dan tetap menggunakan popok di malam hari.

4. Tunjukkan Caranya

Anak belajar dengan melihat dan meniru Anda menggunakan kamar mandi. Itu merupakan satu hal yang natural untuk membantunya memahami penggunaan toilet. Untuk anak laki-laki, lebih mudah mengajarkannya pipis dengan posisi duduk. Nanti, setelah ia menguasainya, dia bisa melihat ayah, kakak laki-laki, atau temannya yang pipis dengan berdiri. Ia dengan mudah akan menirunya tanpa Anda perlu repot mengajarkannya.

Bunda, saat menunjukkan cara menggunakan toilet, bicarakan bagaimana Anda tahu itu adalah waktu untuk ke kamar mandi misalnya dengan mengatakan “Bunda mau pipis dulu ya…,” lalu turunkan celana dalam Anda dan jelaskan apa yang terjadi, biarkan ia melihatnya. Perlihatkan padanya bagaimana menggunakan tisu toilet, menaikkan celana dalam Anda, menyiram toilet, dan mencuci tangan.

Meskipun Anda membantu si kecil dengan aktifitas ini terutama saat membersihkan badannya setelah ia poop, namun melihat secara langsung saat Anda mendemonstrasikannya, dan mendengar Anda membicarakannya akan membantu buah hati Bunda memahami semua proses dengan lengkap. Perlu diingat, untuk anak perempuan, saat membersihkan diri pastikan melakukannya dari depan ke belakang, terutama setelah poop. Hal ini untuk mengurangi resiko infeksi saluran kencing.

5. Jelaskan Prosesnya

Jelaskan pada batita Anda hubungan antara poop dan toilet. Ketika ia poop di popok, bawa ia ke potty-nya, dudukkan, dan kosongkan popoknya. Biarkan dia menyiram toilet bila ia ingin melakukannya, sehingga ia bisa melihat kotorannya menghilang. Tapi bila ia merasa takut, jangan memaksa ya, Bun.

Anda juga mungkin ingin menggunakan buku atau video bertema potty training untuk membantu batita Bunda mendapatkan semua informasi baru.  Everyone Poops, oleh Taro Gomi, Where’s the Poop? dan Once Upon a Potty, bisa menjadi referensi menarik untuk Anda. Buku  atau poster yang menggambarkan langkah menggunakan potty membuat batita Anda terbiasa dengan proses potty training dan menghubungkannya dengan apa yang ia lakukan di kamar mandi.

6. Ciptakan Rutinitas

Tempatkan batita Bunda di potty-nya dengan berpakaian lengkap pada setiap kesempatan yang memungkinkan seperti setelah sarapan, sebelum mandi atau saat ia hendak poop. Setelah ia terbiasa dengan rutinitas ini, mulailah mendudukkan si kecil di potty chair tanpa celana. Biarkan ia menyadari bahwa ayah, bunda, dan saudara kandung lainnya juga melepas celana sebelum menggunakan kamar mandi.

Bila duduk di potty membuat batita Bunda kesal atau marah, tidak perlu memaksanya ya, terutama bila ia terlihat takut. Lebih baik menyingkirkan si potty selama beberapa minggu lalu memulai kembali dari awal. Bila ia ingin duduk kembali di sana, itu artinya ia sudah merasa nyaman untuk melanjutkan training-nya.

Motivasi batita Bunda untuk duduk di potty kapanpun ia merasa ingin poop. Jika ia memerlukan bantuan untuk naik ke toilet atau mencopot popoknya, pastikan dia mengerti bahwa tidak apa meminta bantuan Anda kapanpun.

Jika perlu, biarkan ia berlarian bermain tanpa memakai celana dalam dan letakkan potty chair di dekat area ia bermain. Semakin sering waktu yang ia habiskan tanpa popok, semakin cepat kemungkinan ia belajar. Katakan pada buah hati Bunda kalau ia bisa menggunakan potty-nya kapanpun.

Kadang batita tidak mau duduk tenang di potty-nya hingga ia selesai BAB atau BAK. Jadi peran Bunda sangat penting untuk membuatnya betah. Bujuk ia untuk duduk di sana setidaknya selama satu menit. Bunda dapat menemaninya dan berbincang dengannya atau membacakan buku untuk membuatnya bertahan di tempat duduknya.

Ketika batita Anda berhasil menggunakan potty-nya dengan baik, berikan pujian untuknya. Pujian akan memberi dorongan positif. Namun, selanjutnya, dia mungkin akan masih melakukan kesalahan, tapi setidaknya dia telah mulai memahami bahwa menggunakan potty  dengan baik adalah sebuah prestasi

Melatih si kecil buang air di toilet, adalah momen yang konon paling bikin orangtua frustasi di masa balita buah hatinya. Apakah moms juga mengalami hal yang sama?

Helooo..moms
sekarang udah ada Premium Nanny Suster Profesional dan Kompeten yang bisa bantu mengajarkan toilet training dengan riang gembira bersama Si Kecil

So gak perlu frustasi lagi ngajarkan toilet training kepada Si Kecil, serahin aja sama Premium Nanny… Toilet training sukses, Moms bebas Stress 

Premium Nanny, Building Your Child’S Future

Categories
Tips

5 Stimulasi Sederhana Agar Anak Cepat Berjalan

Langkah pertama bayi  menjadi saat yang ditunggu oleh semua orang tua. Normalnya Si Kecil akan mulai merangkak ketika berumur 8 Bulan, berdiri pada usia 9 Bulan, dan ketika mencapai usia 1 tahun, bayi akan memulai langkah pertama nya dan akan berjalan perlahan. Dan Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda – beda.
Diperlukan kesabaran dan meluangkan waktu yang cukup untuk mendampingi anak menstimulasi berjalan.
Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai stimulasi anak berjalan di masa tumbuh kembangnya. Setiap anak tentu memiliki fase berbeda kapan ia mulai bisa berjalan. Dalam hal ini Ayah dan Bunda bisa bekerjasama mendorong anak agar selalu bersemangat belajar berjalan melalui langkah sederhana namun rutin setiap hari.
Berjalan menjadi parameter krusial dalam perkembangan anak, pada fase ini anak belajar berkoordinasi dengan tubuhnya dan melatih kekuatan otot melalui duduk, tengkurap juga berjalan. Lalu, kapan ya bayi bisa berjalan?
Waktu bayi bisa berjalan
Umumnya, bayi akan memulai proses berjalan di usia 4 hingga 15 bulan. Pada fase ini ia akan belajar duduk, berdiri dan berjalan ke sekeliling rumah sembari mengamati lingkungan sekitarnya.
 
Dimulai dengan mendorong dirinya sendiri, bayi perlahan akan mampu berdiri dengan berpegangan pada benda di sekitarnya hingga akhirnya ia bisa berdiri dan berjalan tanpa alat bantu apapun. Bayi akan memperlihatkan tahap ini di usia 6 sampai 10 bulan.
Seringkali orangtua akan merasa khawatir saat anak terlihat lambat dalam tumbuh kembangnya, seperti terlambat berjalan atau berbicara. Penting untuk diketahui Parents, bahwa setiap anak memiliki fase berbeda untuk ia bisa melakukan sesuatunya dengan sempurna.
Perkembangan ini akan berkoordinasi dengan sistem syaraf, otot dan tubuh anak secara menyeluruh. Stimulasi yang baik dan kesabaran orangtua akan membantu anak agar cepat berjalan.
Cara merangsang anak cepat berjalan
Melihat anak menapakkan kaki dengan mantap tentu membahagiakan ya, Parents. Pun hal ini menjadi pencapaian luar biasa untuk anak. Berikut hal sederhana yang bisa dilakukan agar ia semangat belajar berjalan:
Tidak perlu khawatir Sekarang sudah ada Premium Nanny yang siap membantu moms mendampingi si kecil sekaligus menstimulasi berjalan. Melihat anak menapakkan kaki dengan mantap tentu membahagiakan ya, Lebih sempurna lagi ada Premium Nanny yang selalu ada menjaga sikecil dan mendampingi proses tumbuh kembang anak dirumah
Categories
Tips

5 Cara Memandikan Bayi dengan Aman

Bingung untuk memandikan bayi baru lahir? Terasa sedikit gugup untuk melakukannya? 🙄

Waktu mandi adalah salah satu kesempatan yang sangat baik untuk bonding dengan si kecil. Meski menyenangkan ternyata masih ada resiko saat memandikan bayi, Moms.

Persiapan dan fokus adalah kunci utama membuat acara mandi aman dan menyenangkan. Jika Anda hendak memandikan bayi, hindari memandikan bayi setelah dia menyusu atau makan. Lebih baik menunggu beberapa saat hingga perutnya menyesuaikan asupan yang baru saja masuk. Panduan tahapan cara memandikan bayi di bawah ini diharapkan dapat membantu Anda.

Persiapkan Perlengkapan

Persiapkan semua perlengkapan mandi bayi lebih dulu sebelum mulai. Berikut adalah peralatan esensial yang diperlukan.

  • Permukaan yang datar dan aman seperti tempat tidur atau meja tempat ganti pakaian bayi.
  • Handuk dan alas ganti.
  • Gayung untuk mengalirkan air.
  • Air untuk memandikan bayi. Pastikan agar air tidak terlalu panas.
  • Waslap untuk menyeka tubuh bayi.
  • Penggunaan sabun memang tidak disarankan saat memandikan bayi. Bila diperlukan, gunakan produk pembersih kulit bayi dengan label soap-free dan tertulis berbahan ringan sebagai pengganti sabun biasa untuk menghindari kulit kering. Hindari juga produk dengan pewangi dan antibiotik karena dapat mengiritasi kulit.
  • Pakaian dan popok pengganti.

Pastikan bayi dimandikan dalam ruangan yang bersuhu hangat. Siapkan semua perlengkapan mandi pada tempat yang mudah dijangkau tangan di sekitar bak mandi bayi.

Panduan Tahapan Memandikan Bayi

Berikut tahapan cara memandikan bayi secara umum:

  • Isi bak dengan air hangat berketinggian sekitar 7 cm, dengan suhu sekitar 32 derajat Celcius.
  • Baringkan bayi di alas ganti atau handuk, buka pakaian bayi secara perlahan.
  • Gunakan satu tangan dan lengan Anda untuk menopang kepala dan tubuh bayi. Kemudian tangan yang lain untuk menyangga tubuh bagian bawah dan menempatkannya ke air, dimulai dengan kaki.
  • Mulai dengan membersihkan kelopak mata, dari dalam keluar, dengan kapas atau kain katun lembut yang dicelupkan ke dalam air hangat. Gunakan kain yang berbeda untuk mata yang satu lagi. Lanjutkan dengan membersihkan hidung, telinga, dan wajah.
  • Pastikan satu tangan menyangga kokoh punggung dan kepala bayi saat tangan Anda yang lain membersihkan bagian tubuhnya lainnya. Jaga posisi kepala bayi tetap berada di atas permukaan air.
  • Jika menggunakan sabun, tuang sedikit saja agar kulit bayi tidak kering.
  • Berikan perhatian lebih pada area ketiak, belakang telinga, leher dan kelamin.
  • Guyur kepala dan seluruh tubuh bayi secara perlahan dengan gayung, kemudian seka dengan waslap bersih.
  • Angkat bayi perlahan-lahan. Segera letakkan bayi di atas alas ganti atau perlak yang sudah dialasi handuk. Keringkan tiap bagian tubuh secara perlahan-lahan.
  • Ini saat yang tepat untuk memijat bayi sambil menyanyikan lagu atau mengajaknya bicara untuk membuat bayi makin rileks.

Perlukah losion dan minyak setelah dimandikan? Disarankan untuk menghindari penggunaan minyak atau pelembap hingga bayi berusia setidaknya satu bulan.

Selain itu, air yang bersih tanpa campuran apa pun adalah yang terbaik untuk memandikan bayi. Maka, hindari menambahkan apa pun ke dalam cairan mandinya. Hal yang tidak kalah penting, hindari meninggalkan bayi sendirian meski sesaat ketika dimandikan atau berganti pakaian.

Categories
Tips

7 Cara Kreatif Menyusun Baju di Lemari Pakaian

Koleksi penuh di lemari pakaian seringkali membuat kamu jadi kesulitan saat mengambil pakaian yang ingin dikenakan. 

Alhasil, kamar jadi berantakan karena pakaian yang berserakan. 

Solusi yang biasanya terpikirkan adalah dengan menambah tempat penyimpanan atau merelakan sebagian pakaianmu.

Dengan begitu, kamar jadi bisa tetap rapi, serta kamu jadi lebih mudah mencari pakaian. 

Tapi, tunggu dulu!

Sebelum kamu melakukan keduanya, coba teliti dulu bagaimana cara kamu menyimpan pakaian serta jenis lemari akan yang kamu gunakan.

Bisa jadi, lemari pakaianmu selalu terlihat berantakan karena salah cara penyimpanan. 

Untuk itu, simak dulu tujuh cara kreatif menyimpan koleksi kamu di lemari pakaian supaya terlihat rapi dan muat banyak.

1. Kelompokkan Pakaian Sesuai Fungsinya

Setiap jenis pakaian tentu mempunyai fungsi yang berbeda. 

Ada jenis pakaian yang dipakai untuk keseharianmu, seperti kuliah, bekerja, atau bersantai di rumah. 

Sementara, jenis pakaian lainnya hanya dikenakan pada acara atau kegiatan tertentu. 

Misalnya gaun yang digunakan ke pesta atau pakaian yang digunakan untuk pergi ke luar rumah. 

Hal ini tak hanya bertujuan untuk memudahkanmu dalam mencari pakaian, namun juga bisa memaksimalkan penggunaan lemari pakaian. 

2. Pisahkan Pakaian Sesuai Jenis dan Kategorinya

Lemari pakaian biasanya tak hanya berisi pakaian, kamu juga akan menyimpan jenis barang lainnya seperti celana, aksesoris, bahkan tas. 

Jenisnya pun bermacam-macam, ada yang cenderung berbahan tipis, namun ada pula yang berbahan tebal. 

Untuk itu, penting bagimu untuk mengaturnya sesuai jenis dan kategori. 

Sebab, jika kamu mencampur berbagai jenis barang dalam satu area di lemari pakaian, penggunaan ruang menjadi kurang maksimal. 

Selain itu, cara ini juga bisa membuat lemari pakaian jadi lebih rapi dan memudahkanmu dalam mencari sesuatu. 

3. Gunakan Box untuk Baju yang Dilipat 

Baju yang digunakan untuk keseharian cenderung disimpan dengan cara dilipat. 

Hal itu dikarenakan jenis baju ini biasanya berbahan tipis. 

Banyaknya baju lipat yang sering digunakan sering kali biasanya akan membuat kamu kesusahan saat mencarinya. 

Hasilnya, lemari pakaian jadi berantakan karena mencari di tumpukan baju. 

Untuk menyiasatinya, cobalah gunakan box untuk menyimpan baju yang dilipat. 

Selain memudakhkanmu mencari, penggunaan ruang di lemari pakaian juga jadi lebih efektif. 

Kamu bisa menyimpan pakaian yang lebih tebal dan jarang dikenakan di lemari. 

4. Gunakan Lemari Bersekat

Kamu juga bisa mencoba ini saat berniat membeli sebuah lemari pakaian baru. 

Dengan begitu, kamu juga jadi lebih mudah dalam mengelompokkan jenis dan kategori pakaian. 

Misalnya pakaian olahraga, pakaian di rumah, dan pakaian untuk pergi ke luar. 

Hal itu akan membuat kamu bisa memaksimalkan ruang di dalam lemari. 

Tak hanya itu, lemari pakaian juga jadi terlihat lebih rapi.

5. Berikan Pembagian Rak dengan Jelas

Cara menata lemari pakaian berikutnya adalah dengan memberi pembagian yang jelas pada rak yang ada. 

Hal ini dapat menghasilkan tampilan lemari yang lebih tersusun rapi serta lebih memuat banyak pakaian. 

Kamu bisa membaginya sesuai keinginan dengan cara vertikal atau horizontal. 

6. Sediakan Ruang untuk Menggantung Pakaian

Selain mempunyai banyak sekat, ide untuk memilih lemari kombinasi rak dan bagian gantungan juga bisa kamu coba. 

Pasalnya, tidak semua pakaian bisa disimpan dengan cara dilipat. 

Beberapa diantaranya harus digantung untuk bisa memaksimalkan ruang di lemari pakaian.

Misalnya jenis pakaian seperti kemeja, jas, dan gaun lebih cocok untuk digantung. 

Dengan begitu pakaian akan lebih rapi dan mudah untuk diambil. 

7. Susun Pakaian Berdasarkan Warna dan Motif

Ada banyak cara menyusun pakaian di dalam lemari pakaian yang bisa dilakukan. 

Tetapi kamu juga bisa mencoba suasana baru dengan menata berdasarkan warna atau motifnya. 

Cara menata lemari pakaian satu ini juga tidak kalah menariknya lho. Menata berdasarkan warna atau motif akan meciptakan kesatuan dan keserasian di dalam lemari.  Itulah berbagai cara kreatif yang bisa kamu aplikasikan untuk penyimpanan di lemari pakaianmu. 

Kesibukan membuat mu tidak sempat untuk mengatur ulang penyimpanan lemari pakaian? Tenang saja biar Smartmaid (baca juga) yang atasi, dan atur ulang cara penyimpanan pakaian di lemari kamu.

Cring…Abrakadabra….Smartmaid sulap lemari berantakanmu menjadi lebih rapi dan muat isi seluruh pakaian kamu. Lemari tertata rapi, tidak susah lagi ambil baju dilemari.

Smartmaid … your home deserves the best

 

Sumber :

https://artikel.rumah123.com/7-cara-kreatif-menyusun-baju-di-lemari-pakaian-agar-lebih-rapi-dan-muat-banyak-66191

 

Categories
Info

Cara Jelaskan Pandemi Covid 19 pada Anak ?

Si Kecil mulai bosan berada dirumah? 😩 Bagaimana ya cara menjelaskan masa pandemi ini Kepada anak?😀

Memberikan informasi kepada anak tentang virus Corona tidaklah mudah. Cara menerangkan yang kurang tepat bisa membuat anak tidak memahami bahaya virus Corona atau justru merasa takut. Oleh karena itu, orang tua perlu tahu cara yang tepat untuk menjelaskan virus Corona kepada anak.

🧐 Nah Supaya anak tidak bingung dan panik Moms perlu tahu cara yang tepat untuk menjelaskan Virus Corona Kepada anak dan membiasakan si kecil untuk memahami cara penyegahan penularannya.

Bukan hanya itu, berita terkait COVID-19 juga sangat sering muncul di televisi, media cetak, media online, serta media sosial, dan hampir semua orang membicarakan virus Corona. Belum lagi kebijakan pemerintah menimbulkan banyak perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari yang dampaknya juga turut dirasakan oleh anak-anak.

Hal-hal tersebut dapat membuat anak merasa bingung dan cemas. Nah, supaya anak tidak makin bingung atau panik, orang tua dan orang dewasa di sekitarnya perlu mengetahui cara yang tepat untuk menjelaskan virus Corona kepada anak.

Panduan Menjelaskan Virus Corona kepada Anak

Para ahli dalam bidang psikologi anak mengimbau orang tua untuk menyampaikan informasi tentang virus Corona kepada anak secara akurat dan dengan cara yang bisa dipahami oleh anak sesuai usianya. Jika dilakukan dengan cara yang keliru, penjelasan tentang virus Corona justru dapat membuat anak merasa takut, sedih, atau stres.

Berikut ini adalah beberapa panduan bagi orang tua dalam memberikan informasi kepada anak mengenai virus Corona:

1. Bekali diri dengan informasi yang akurat

Sebelum menjelaskan virus Corona kepada Si Kecil, Bunda dan Ayah harus paham dulu tentang apa itu virus Corona, apa saja gejalanya, bagaimana cara penularannya, serta apa yang bisa dilakukan untuk mencegah COVID-19.

Pastikan informasi yang akan Bunda dan Ayah berikan kepada Si Kecil memang akurat dan bukan berita bohong. Oleh karena itu, carilah informasi tentang virus Corona dari sumber yang terpercaya, misalnya dokter, situs kesehatan yang memang sudah diakui oleh pemerintah, atau lembaga-lembaga kesehatan yang resmi, seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO).

2. Cari tahu apa yang sudah diketahui oleh anak tentang virus Corona

Mulailah pembicaraan mengenai virus Corona dengan menanyakan kepada Si Kecil apa saja yang sudah ia ketahui tentang virus ini. Dengan begitu, Bunda dan Ayah bisa mengetahui sejauh mana pemahaman Si Kecil, sekaligus mencari tahu apakah informasi yang ia dapatkan benar atau tidak.

Jika Si Kecil masih balita dan ia belum pernah mendengar tentang virus Corona, Bunda dan Ayah tidak perlu menjelaskan virus ini kepadanya. Cukup ingatkan Si Kecil untuk menjaga kebersihan, sering mencuci tangan, dan tidak bermain di luar rumah agar ia tidak sakit.

3. Jelaskan fakta dengan bahasa yang mudah dimengerti anak

Agar anak mendapatkan informasi yang tepat tentang virus Corona, orang tua perlu menjelaskannya dengan kalimat yang sederhana dan kata-kata yang mudah dipahami oleh anak, sesuai usianya. Hindari penjelasan yang terlalu mendetail dan rumit.

Biasanya, anak akan lebih mudah paham bila dijelaskan dengan cerita atau gambar yang menarik. Ayah dan Bunda juga bisa mengajak Si Kecil menonton tayangan video di internet yang dibuat khusus untuk menjelaskan virus Corona kepada anak-anak. Namun, pastikan informasi dalam video tersebut akurat, ya.

Bila Si Kecil bertanya tentang sesuatu yang tidak Bunda dan Ayah ketahui, jangan sembarangan menjawabnya dengan cara menebak-nebak. Cari tahu dulu jawabannya di media resmi yang menyediakan informasi mengenai virus Corona, atau tanyakan langsung kepada dokter lewat aplikasi kesehatan online.

4. Usahakan agar anak merasa tenang dan aman

Supaya anak bisa merasa tenang, orang tua juga perlu tetap tenang saat memberikan penjelasan mengenai virus Corona maupun selama menghadapi pandemi virus Corona.

Ingat, anak cenderung mencontoh sikap orang tuanya dalam menanggapi sesuatu. Bila Bunda dan Ayah memperlihatkan sikap yang tenang dalam menghadapi wabah virus Corona beserta segala dampaknya, Si Kecil juga akan merasa lebih tenang.

Saat memberikan informasi tentang virus Corona kepada anak, fokuskan pada hal-hal yang positif dan memberikan harapan, misalnya informasi bahwa penyakit COVID-19 bisa dicegah dan disembuhkan. Jangan menakut-nakuti anak dengan informasi yang bisa membuatnya cemas, misalnya ada banyak orang meninggal karena virus Corona.

5. Ajarkan anak cara yang efektif untuk mencegah virus Corona

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengajari anak mengenai pencegahan COVID-19:

  • Ajak anak untuk lebih rajin mencuci tangan dan tunjukkan kepadanya cara mencuci tangan yang benar.
  • Ajari anak untuk menerapkan etika batuk dan bersin, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu, lengan bawah, atau lipat siku ketika batuk atau bersin, lalu segera membuang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah.
  • Ingatkan anak untuk tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.
  • Ajak anak untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup.
  • Ajari anak untuk menjaga kebersihan rumah dengan melibatkan mereka saat membersihkan rumah.
  • Ingatkan anak untuk tetap berada di rumah dan tidak bermain di luar rumah selama pandemi COVID-19.
  • Jika terpaksa harus keluar rumah, ingatkan anak untuk mengenakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain sejauh 1 meter. Jangan lupa berikan contoh sejauh apakah jarak 1 meter itu.
  • Minta anak untuk memberi tahu jika ia merasa tidak enak badan, demam, sakit tenggorokan, atau sulit bernapas.

Selain itu, orang tua juga perlu meyakinkan anak bahwa dengan melakukan cara-cara di atas, ia dapat melindungi dirinya sendiri dan orang lain dari virus Corona.

6. Tutup percakapan dengan hati-hati

Sebelum mengakhiri pembicaraan tentang virus Corona, perhatikan respons Si Kecil. Jika ia tampak ketakutan atau cemas, ucapkan kata-kata yang bisa menenangkannya.   Bila perlu, rangkul dan peluk Si Kecil agar ia merasa lebih tenang.

Bunda dan Ayah juga bisa memberikan semangat kepada Si Kecil dengan menjanjikannya acara liburan keluarga ke tempat yang ia sukai setelah pandemi COVID-19 ini berlalu.

Jika Si Kecil jadi sulit tidur, mudah ketakutan, gelisah, atau murung setelah mendengar berita tentang virus Corona, cobalah atasi kecemasannya, misalnya dengan mengonsultasikan hal ini dengan psikolog anak atau psikiater melalui telepon atau aplikasi kesehatan online yang memiliki fitur chat dengan dokter.

Agar anak tidak bosan karena harus berada di rumah untuk jangka waktu yang lama, ciptakan suasana rumah yang nyaman. Lakukanlah lebih banyak aktivitas bersama Si Kecil, seperti bermain, menonton televisi, berkebun, memasak, atau makan malam bersama sambil bertukar cerita, agar Si Kecil tetap terhibur.

Memang sih, segala aktifitas sekarang lebih banyak dihabiskan dirumah. Si Kecil pun tidak bisa bebas bergaul dengan kawan sebaya nya seperti biasa.

Nah, supaya anak tidak bosan selama masa pandemi, Premium Nanny siap menemani si Kecil menjalani pandemi dengan tetap riang gembira dirumah.

Premium Nanny hadir sebagai teman terdekat si kecil selama masa pandemi menemani bermain dan belajar dirumah.
So Moms, tidak perlu khawatir si kecil bosan sendirian dirumah.

Premium Nanny, Building Your Child’s Future 😊

Categories
Event

Meet and Hire Val The Consultant November 2020

Meet and Hire Val The Consultant kembali hadir. Event Bulanan di mana Customer bisa bertatap muka langsung dengan Pekerja Rumah Tangga. 

Kami menyelenggarakan acara ini untuk memfasilitasi anda agar dapat bertemu dan melakukan wawancara dengan pekerja rumah tangga kami langsung secara tatap muka, anda juga dapat mendengarkan cerita dan pengalaman mereka serta berkonsultasi secara langsung dengan konsultan kami yang dapat diandalkan untuk menentukan pekerja rumah tangga mana yang cocok dengan kebutuhan keluarga anda.

Di Bulan November 2020 ini Meet And Hire akan didampingi oleh Konsultan Grace. Bertempat di Excelso Galaxy Mall Surabaya, mulai pukul 2 siang sampai 4 sore. Disana anda bisa menemui bertatap muka langsung dengan Pekerja Rumah Tangga. Di masa pandemi seperti ini, protokol kesehatan menjadi pedoman pelaksanaan acara ini mulai wajib memakai masker, Phsycal distancing dan mencuci tangan sebelum acara dimulai. Untuk pekerja yang datang juga telah melalui tes bebas Covid 19 jadi tidak perlu menunggu lama untuk membawa pekerja rumah tangga yang anda inginkan. 

So, tunggu apa lagi … sedang membutuhkan pekerja rumah tangga (Suster Balita, Suster Bayi, Pembantu Rumah Tangga) bertatap muka langsung dan bisa langsung kerja dihari itu juga. Mudah Bukan? 

Untuk yang baru pertama kali meng-hire bisa simak tips memilih pekerja rumah tangga di masa pandemi dipostingan sebelumnya.

Untuk Informasi Hubungi Konsultan Grace

Categories
Tips

4 Cara Smart Membersihkan Teflon

Teflon di rumah mulai mengelupas? Hmm, sepertinya perlu cek lagi apakah selama ini cara membersihkan teflonnya sudah tepat.

Teflon atau wajan anti lengket sangat banyak kegunaannya terutama untuk memasak. Desainnya yang praktis dan cara pakai yang tidak sulit menjadikannya salah satu alat masak yang cukup jadi favorit. Tetapi, teflon harus dibersihkan dengan hati-hati. Seperti kita tahu, teflon mudah tergores dan mengelupas jika perawatannya salah.
 

Terlalu keras menyikat atau menggunakan pembersih yang tidak tepat malah akan merusak teflon dan membuatnya tidak anti lengket lagi. Dilansir Kitchn, berikut ini cara membersihkan teflon dengan benar. Semoga bermanfaat ya, Bun.

1. Pastikan teflon dalam keadaan dingin

Sebelum dibersihkan biarkan teflon benar-benar dingin karena meletakkan teflon panas dalam air dingin bisa membuat teflon mengalami thermal shock.

2. Gunakan sabun cuci piring

Teteskan sabun cuci piring ke spons, gosok perlahan permukaan teflon dengan gerakan memutar. Jangan pernah menggunakan penggosok yang terbuat dari logam karena dapat merusak lapisan teflon. Jangan juga gunakan pembersih seperti pembersih oven, pemutih, pembersih lantai, atau porselen untuk membersihkan teflon karena ini juga dapat merusak permukaannya. Lakukan penggosokan pada bagian luar dan juga pegangan teflon. Kemudian bilas dengan air bersih. Pastikan tidak ada sisa kotoran yang menempel.
 
3. Gunakan garam kosher
Jika noda membandel tetap ada di teflon, taburkan sedikit garam kosher ke bagian yang bernoda. Lalu, tambahkan sedikit air untuk membuatnya menjadi pasta, kemudian gunakan spons dan gosok dengan lembut. Jangan menggosok teflon terlalu keras karena bisa menyebabkan pelapis teflon tergores. Setelah menggosok teflon dengan garam kosher, bilas teflon dengan air dan keringkan.
 
4. Gunakan minyak sayur
Untuk mengatasi teflon yang terlalu kering karena jarang dipakai, gosok permukaannya dengan sedikit minyak sayur dan handuk kertas. Kemudian bersihkan sisa-sisa minyak dengan handuk kertas lagi.
 

Kalo sobat smart udah sibuk dan capek seharian beraktifitas di luar rumah kita paham kok yang sobat rasakan. Gak usah pusing, serahkan urusan merawat perabot rumah tangga kepada smartmaid.

Asisten Rumah tangga modern yang bisa diandalkan dan dipercaya untuk mengurus rumah. Rumah bersih dan perabotan terawat setiap hari 😊

Smartmaid, Your Home Deserves The Best 👍


Categories
Tips

Inspirasi Menu MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan

Baby udah masuk fase MPASI, menu apa yang paling baik diberikan, ya?  

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah siap diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI. Menurut panduan dari WHO, Moms sudah bisa langsung memberikan menu lengkap untuk memperkenalkan makanan pertama kali. Bingung mau memasak apa? Yuk intip 10 inspirasi menu MPASI 4 bintang untuk usia 6 bulan di bawah ini.

Bayi akan belajar makan 3 kali sehari untuk menu lengkap dan 2 kali camilan. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan untuk membuat menu 4 bintang, yaitu yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur.

Tambahan lemak seperti mentega atau minyak zaitun juga bisa diberikan ke dalam menu MPASI bayi. Sedangkan untuk camilan Moms bisa memberikan puree buah atau menu tunggal yang terbuat dari buah-buahan.

Pastikan pemberian MPASI tepat waktu yaitu setelah 6 bulan jika tidak ada kondisi klinis khusus, mencukup nutrisi harian yang dibutuhkan bayi, aman, serta higienis.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya reaksi alergi bayi pada suatu bahan makanan, berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), berikan bahan baru selama 3 hingga 5 hari dan amati reaksinya.

Apabila sudah aman untuk dikonsumsi, barulah bahan tersebut boleh dicampur dengan makanan lain.

Dalam sekali makan, Moms bisa terlebih dahulu mengenalkan dengan memberikan 2 atau 3 sendok makanan pada awalnya. Baru setelah itu ditambah porsinya sesuai dengan kemampuan bayi.

Tekstur makanan yang diberikan pun harus dihaluskan terlebih dahulu menjadi bubur kental atau puree agar bayi tidak tersedak.

Nah, berikut ini adalah 4 inspirasi menu MPASI 6 bulan untuk bayi yang bisa dibuat dengan mudah di rumah.

1. Puree Kentang dan Daging Sapi

2. Puree Pisang, Apel dan Yoghurt

3. Pepaya dan Biskuit Susu

4. Puree Pisang dan Alpukat

Nah, itu tadi 4 inspirasi menu MPASI untuk bayi 6 bulan, baik menu makanan utama dan juga cemilan. Tidak diperlukan keahlian memasak yang tinggi untuk membuat MPASI. Buatlah MPASI dengan penuh rasa cinta untuk buah hati Moms. Perhatikan juga waktu tidur dan menyusui , untuk si kecil. Selamat mencoba!

 

Diolah dari sumber :

10 Inspirasi Menu MPASI dan Snack untuk Bayi Usia 6 Bulan