Categories
Tips

5 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orangtua kepada Anak

Moms, udah tau kan? Memarahi atau membentak anak dengan kasar dapat mempengaruhi kesehatan mental nya di masa depan?

Emosi dan jengkel kepada anak, terkadang tanpa sadar mengucapkan kalimat yang kurang pantas. Lelah beraktifitas atau sedang bad mood ditambah lagi melihat perilaku anak yang bikin marah, sontak kalimat tak layak kadang terlontar dari mulut kita. Tahu kah moms kata kasar tersebut akan tgersimpan dalam memori si kecil dan menjadi hal yang membekas pada mental di masa pertumbuhan si anak.

Setiap orangtua membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra saat mendidik anaknya. 

Sebab terkadang anak dapat melakukan tindakan yang tak sesuai keinginan orangtua, sehingga hal tersebut membuat orangtua marah dan tanpa disadari keluar kalimat terlarang orangtua dari lisan.

Kalimat terlarang orangtua yang sering diucapkan pada anaknya sebisa mungkin harusnya dapat dihindari.

Saat merasa marah atau jengkel kepada anak, terkadang orangtua tanpa sadar mengucapkan kalimat yang kurang pantas.

Mungkin itu dilontarkan kepada si Anak tanpa sengaja. 

Akan tetapi, kalimat-kalimat seperti itu justru tak boleh diucapkan karena bisa diserap sebagai informasi oleh anak. Berikut 5 kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orangtua kepada anak :

1. Jangan menangis, cengeng!

Apakah menangis adalah hal yang salah jika dilakukan oleh anak kecil? 

Menangis adalah cara ampuh yang biasa dilakukan oleh anak untuk menyalurkan emosi dan perasaannya entah itu saat takut, cemas ataupun sedih. 

Mengucapkan kalimat, “Jangan menangis” dan kalimat serupa lainnya akan membuat anak berpikir bahwa menangis adalah hal yang tidak wajar dan tidak pantas dilakukan. 

Akan lebih baik kalau Mama meminta anak untuk menjelaskan emosi yang dirasakannya. Ucapkan, “Bagaimana perasaan kamu saat ini, Nak?”

Dengan begitu, secara tidak langsung Mama telah mengajarkan sikap simpati dan empati. Anak juga jadi bisa jujur tentang perasaanya pada dirinya sendiri.

Selain itu, Mama juga memperkenalkan hal baru yang bisa menjadi hobi bagi anak mama. Mereka bisa melakukan hal yang ia sukai, termasuk juga pada saat ia senang atau sedih. Anak mama jadi tahu cara mengekspresikan perasaannya dengan cara yang positif.

2. Caranya bukan begitu, biar Mama saja yang kerjakan!

Kalimat tersebut seringkali terlontar ketika kinerja anak tidak sesuai dengan keinginan Mama sebagai orangtua. 

Misalnya, saat menyuruh untuk melipat sebuah kertas, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kalimat terlarang orangtua ini terkadang akan terucap. 

Tanpa disadari, kalimat tersebut ternyata dapat menghambat perkembangan anak untuk lebih aktif melakukan sesuatu. 

Sederhananya, anak akan merasa takut salah dan minder saat melakukan suatu pekerjaan. 

Alangkah baiknya, kalau Mama dan anak melakukan pekerjaan secara berbarengan sambil dijelaskan cara melakukannya dengan baik dan benar. 

Mengerjakan bersama-sama justru bisa membantu anak untuk semakin mengerti dan bisa tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi. 

3. Kamu nakal! Kamu bodoh!

Anak akan mudah menyerap kata-kata yang diucapkan oleh orangtua dan lingkungannya. 

Jadi, jangan kaget jika kamu sering mengucapkan kata-kata buruk seperti, nakal, gemuk, atau bodoh, lambat laun anak juga akan berkembang dan sering mengatakan apa yang kamu katakan. 

Ubahlah kata-kata negatif tersebut menjadi kalimat yang memberikan energi positif. 

Misalnya, “Jika kamu rajin belajar kamu akan mengerti banyak hal, kamu kan anak yang pintar.” 

Mama juga bisa menjelaskan, apa sih untungnya menjadi orang pintar. Dengan begitu, anak akan merasa lebih semangat dan termotivasi. 

4. Mama sedang sibuk, jangan ganggu!

 

 

 

 

 

 

Dulu kakakmu bisa melakukan ini saat kecil, mengapa kamu tidak bisa?

Pernahkan kamu berpikir bahwa membandingkan anak dengan si Kakak atau dengan teman sebayanya akan berdampak buruk untuk masa depannya. 

Anak akan tumbuh dengan rasa minder dan rendah diri. Selain itu, saat dewasa anak juga akan mencoba berperilaku seperti orang lain. Biarkanlah lebih baik jika si Anak tumbuh sebagai dirinya sendiri.

Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Mama sebaiknya menghindari kalimat terlarang bagi orangtua. Jangan ucapkan 5 kalimat di atas pada anak-anak karena ini bisa menjadi salah satu cara mendidik yang benar.

Butuh partner yang bisa membantu dan mengurangi emotion cost terbuang?

Premium Nanny
Jawabannya moms, pengasuh anak profesional dan kompeten di jaman modern seperti saat ini. Premium Nanny hadir sebagai partner yang akan membantu si kecil membiasakan perilaku positif  di rumah. So, emotion cost terjaga, terjaga dari emosi yang tidak perlu.

Premium nanny, Building Your Child’s Future

#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#babysittermakassar
#babysittermedan
#emosi
#parenting
#childrens
#Nanny
#nannydiaries
#nannylife
#premium
#premiumnannyin

 

Sumber: https://www.popmama.com/  

 

Categories
Info

5 Pertanyaan Wajib Yang Baiknya di Tanyakan Saat Merekrut Babysitter

Kesibukan membuat moms berencana merekrut babysitter?
Sebelum merekrut ada baiknya tanyakan beberapa hal mendasar untuk memantapkan moms memilih babysitter 

Memperkejakan seorang babysitter bukanlah hal yang mudah bagi Moms. Ada baiknya saat proses wawancara moms benar benar mendapatkan informasi yang jelas tentang sosok pengasuh yang akan mendampingi Si Kecil selama moms sedang di luar rumah.

Untuk itu, Moms perlu sangat berhati-hati dalam memilih babysitter. Pilihlah babysitter dari yayasan atau tempat penyalur yang terpercaya, atau rekomendasi dari teman yang memang pernah menggunakan jasanya, atau kenalan dari keluarga.

Selain itu, jangan lupa untuk bertemu sebelum mempekerjakannya, dan kenalkan pada si Kecil.

Saat bertemu dengannya, jangan lupa untuk menanyakan 5 pertanyaan wajib ini pada si calon babysitter ya, Moms!

1. Apa kamu punya referensi?

Apabila babysitter yang akan Moms ambil berasal dari yayasan atau penyalur babysitter bukan dari referensi orang lain, coba minta 3 kontak orang yang bisa Moms hubungi untuk menanyakan tentang babysitter tersebut.

Akan lebih baik jika referensinya adalah majikan sebelumnya. Namun jika tidak, bisa siapa saja, dan setelahnya Moms bisa menghubungi orang yang referensinya diberikan oleh si babysitter.

Sama seperti interview kerja pada umumnya, hal ini dapat menjadi salah satu penilaian tentang karakter kerja, sifat, dan penilaian dirinya di mata orang lain.

Meski ia mungkin akan memberi kontak orang terdekatnya, dan nggak bisa moms pastikan 100% kebenarannya, tapi setidaknya ini dapat membantu.

2. Apa yang akan kamu lakukan jika anak saya menangis setelah saya tinggal?

Dari jawaban yang ia berikan, moms dapat menilai bagaimana cara dia menangani anak moms dan apakah caranya sesuai dengan apa yang moms harapkan.

Jika tidak, mungkin moms bisa berpikir 2 kali untuk menghire-nya. 

Jangan sampai moms salah memilih orang untuk menjaga anak mama.

3. Apa yang kamu lakukan saat terjadi keadaan darurat?

Moms dapat memberi beberapa contoh misalnya apabila terjadi gempa bumi, atau si Kecil tersedak makanan.

Dari jawabannya moms bisa melihat seberapa profesional babysitter yang akan moms terima untuk menjadi pengasuh bagi anak kesayangan moms, dan seberapa tenang ia dalam menghadapi suatu masalah.

Pertanyaan ini sangat penting demi keselamatan si Kecil

4. Jika anak saya tidak bisa diatur atau berlaku tidak sopan, apa yang akan kamu lakukan?

Dari pertanyaan ini, moms juga bisa mengetahui bagaimana dia mengontrol emosinya, cara yang dia lakukan dalam menghadapi situasi yang membuat dirinya mungkin bisa lepas kontrol.

Pertanyaan selanjutnya mungkin moms bisa menanyakan, “Apa menurut kamu membentak atau bersikap tegas dapat membuat anak jadi lebih menurut?”

Jawaban dari calon pengasuh anak ini bisa menjadi penilaian, apakah ia sudah profesional dalam menjalani tugasnya. moms juga bisa mengukur tingkat kesabarannya sebagai pengasuh anak.

5. Apa yang akan kamu lakukan sepanjang hari bersama anak saya? Apa yang akan kamu lakukan jika anak saya merasa bosan?

Dari sini moms akan mengetahui kreatifitas babysitter sejauh apa. Jika ia orang yang pemalas mungkin ia akan menjawab menonton televisi.

Namun, tidak mungkin anak moms akan menonton televisi sepanjang hari dari pagi hingga malam kan?

Jadi jika ia menjawab akan mengajaknya bermain atau bernyanyi, Moms dapat tanyakan “Permainan apa saja yang kamu tahu? Nyanyian apa saja yang kamu hapal dan bisa ajarkan ke anak saya?”

Nah, itulah pertanyaan yang wajib moms tanyakan kepada babysitter. Mungkin ada beberapa orang yang memang pintar berbicara tapi nihil pada saat prakteknya.

Maka dari itu akan lebih baik jika beberapa hari atau bahkan pada minggu pertama moms mendampingi babysitter saat sedang menjaga si Kecil.

Dari situ moms bisa tahu apakah jawabannya hanya teori belaka atau memang dia bisa melakukan sesuai dengan yang dia sampaikan saat interview.

Setiap orangtua mungkin memiliki persepsi yang berbeda untuk setiap jawaban dari pertanyaan di atas.

Jadi, semua kembali lagi ke moms  untuk menentukan apakah babysitter yang akan moms  hire layak untuk menjaga anak moms atau tidak.

Gak Ada waktu buat mencari babysitter yang berpengalaman?
Gak perlu bingung moms,
⭐⭐⭐⭐⭐
Premium Nanny
siap bantu untuk mencari, menyeleksi secara ketat untuk menemukan sosok babysitter yang sesuai keinginan.

Jadi gak perlu bingung meluangkan waktu mencari babysitter, biar premium nanny yang urus. babysitter berkuaitas, premium nanny aja pasti pas…dihati Moms.

Premium Nanny, Building Your Child’s Future 

Sumber : popmama

Categories
Info

5 Makanan yang Mampu Memperkuat Kekebalan Tubuh Balita

Mau tahu cara bagaimana memperkuat imun anak? 
Ada beberapa cara yang bisa moms coba, salah satunya melalui asupan makanan yang dapat memperkuat sistem imun tubuhnya.

Lantas, bagaimana cara memperkuat imun anak balita? Ada beberapa cara yang bisa moms coba, salah satunya melalui asupan makanan yang dapat memperkuat sistem imun tubuhnya. Nah, berikut ini makanan yang mampu memperkuat kekebalan tubuh balita. 

1. Asupan ASI

Cara memperkuat imun anak balita yang paling efektif dan simpel, yaitu melalui asupan Air Susu Ibu (ASI). Menurut Kemenkes RI – Direktorat Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat, ada beberapa manfaat manfaat ASI eksklusif bagi bayi, salah satunya mencegah terserang penyakit. 

ASI eksklusif untuk bayi yang diberikan ibu punya peranan penting, yakni meningkatkan ketahanan tubuh bayi. Nah, karenanya bisa mencegah bayi terserang berbagai penyakit yang bisa mengancam kesehatan bayi.

ASI mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh. Nah, zat ini yang membantunya untuk melawan bakteri dan virus. Alhasil, bayi pun lebih kecil kemungkinan untuk terserang penyakit seperti diare, alergi, infeksi saluran pernapasan, hingga konstipasi. 

Selain itu, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI mengandung antibodi terhadap berbagai jenis virus. Contohnya antara poliovirus, coxsackievirus, echovirus, influenza virus, reovirus, respiratory syncytial virus (RSV), rotavirus, dan rhinovirus. Telah terbukti bahwa ASI menghambat pertumbuhan virus-virus tersebut. 

Di samping itu, penelitian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuktikan bahwa, pemberian ASI sampai usia 2 tahun mampu menurunkan angka kematian anak akibat penyakit diare dan infeksi saluran napas akut. Nah, itulah alasan mengapa ASI dapat dijadikan cara memperkuat imun anak balita. 

2. Zinc

Selain ASI, cara memperkuat imun anak balita juga bisa melalui asupan zinc. Menurut IDAI, suplementasi zinc terbukti menurunkan insidens diare dan pneumonia, mendukung pertumbuhan linear dan memiliki efek positif dalam menurunkan angka kematian terkait penyakit infeksi.

Suplementasi zinc dapat diberikan rutin selama minimal 2 bulan setiap 6 bulan sekali, pada bayi usia 6-23 bulan. Selain melalui suplementasi, moms juga bisa memenuhi asupan zinc pada anak balita melalui berbagai makanan. Contohnya seperti tiram, daging, kacang-kacangan, telur, kentang, hingga susu. 

3. Zat Besi

Asupan zat besi juga bisa dijadikan cara memperkuat imun anak balita. Menurut IDAI, zat besi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, meningkatkan daya tahan tubuh, serta konsentrasi dan prestasi belajar. 

Maut tahu apa saja makanan kaya zat besi yang bisa moms berikan pada balita? Beragam kok, mulai dari hati, kerang, daging, unggas, tiram, susu, ikan (salmon, sarden, atau tuna) hingga sayuran seperti bayam, kale, atau brokoli. 

4. Vitamin C dan E

Cara memperkuat imun anak balita bisa melalui asupan vitamin C. Vitamin C meningkatkan produksi sel darah putih di dalam tubuh, yang bertugas melawan kuman penyebab infeksi. Vitamin C juga kaya antioksidan untuk mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas.

Mau tahu apa saja makanan yang kaya vitamin C dan dapat ibu berikan pada balita? Di antaranya ada jeruk, jambu, mangga, stroberi, kangkung, brokoli, hingga pepaya.

Selain vitamin C, asupan vitamin E bisa dijadikan cara memperkuat imun anak balita. Vitamin E kaya antioksidan yang menjaga kinerja sistem kekebalan tubuh. Vitamin E bisa ditemukan pada bayam, brokoli, dan kacang-kacangan. 

5. Omega-3

Terakhir, cara memperkuat imun anak balita juga bisa melalui konsumsi omega-3. Omega-3 adalah jenis asam lemak esensial, yaitu asam lemak yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus diasup dari luar.

Omega-3 berperan penting dalam sistem imun, dan mampu mengontrol peradangan di dalam tubuh. Omega-3 banyak terkandung di dalam ikan salmon, tiram, ikan kod, hingga ikan tenggiri.

Singkat kata, bila imun anak kuat, maka penyakit pun akan mangkir.

Moms gak ada waktu buat mengawasi makanan untuk memperkuat kekebalan tubuh si kecil?
atau butuh partner untuk membantu memastikan gizi makanan Si Kecil tetap terjaga?🤔

Gak perlu resah, moms
Ada
⭐⭐⭐⭐⭐
Premium Nanny

Siap jadi andalan moms untuk memastikan Si Kecil mendapatkan makanan Bergizi setiap harinya. Selektif memilih makanan anak , jadi kekebalan tubuh kuat penyakit minggat 😁

#children
#babysittersurabaya
#babysittermakassar
#babysitterbalikpapan
#babysitterjakarta
#covid
#makananbergizi
#makananindonesia
#pengasuhanak
#sehat
#premium
#premium_nanny
#premiumnannyindonesia

Categories
Info

Standar Kerja Premium Nanny

Moms, ingin Babysitter Smart yang bisa membiasakan hal hal positif pada Anak? 😁

Mendapatkan babysitter yang tepat bukanlah hal yang mudah. selain tentang kecocokan antara anak dan pengasuhnya, babysitter yang profesional biasanya memiliki satandar kerja sebagai pedomannya dalam menjalani profesi sehari hari.

Premium Nanny sebagai pengasuh anak profesional di era modern memiliki beberap standar kerja dalam aktivitasya, antara lain :

  • Memiliki standar administrasi
    yang berbeda

Premium Nanny dilengkapi dengan Usia, identitas jelas,
SKCK, Kelengkapan dokumen, mengikuti psikotes,
pelatihan, background cek, dll

  • Memiliki Pengalaman
    Minimal 2 Tahun

Menangani anak, mengurus bayi atau balita, tidak ada
catatan buruk di tempat kerja terdahulu dan memahami
dunia babysitter

  • Memiliki Kondisi Sehat
    Jasmani dan Rohani

Wajib Mengikuti medical check up, dan tidak terlibat dalam
aliran atau ajaran agama yang tidak diakui oleh Indonesia

  • Memilik Standar Penampilan
    yang wajib

Tidak memiliki tato, kuku tidak panjang dan bersih, menjaga
bau mulut, tidak bau badan, rambut hitam,seragam rapi, sopan,
dan bersih. dll.

  • Memilik Standar Perilaku
    yang baik selama bekerja

Tidak menggunakan HP selama bekerja, menjaga tata bhasa
dan sikap tidak menggalkan aktifitas diluar kesepakatan,
memberikan bantuan pada majiikan, berhati hari dalam bekerja.

  • Memiliki Kepribadian Unggul
    dalam bekerja

Menjadi bagiaan dari proses tumbuh kembang anak, jujur
berintegritas, profesional dan ber-etika

Moms udah tau kan Babysitter Nomor 1 di Indonesia?
Yupss adalah
⭐⭐⭐⭐⭐
Premium Nanny

Pengasuh anak  modern dengan standar kerja tinggi untuk memastikan segala tanggung jawab berjalan optimal. Premium Nanny hadir bukan hanya tentang bagaimana mengurus anak , tapi juga menjadi partner andalan moms dalam menanamkan nilai nilai positif pada anak. 😊

Nah, udah yakin kan sekarang,
Buat Anak jangan coba coba ya moms❗‼️, percayakan Premium Nanny aja…ahlinya menjaga dan
merawat anak dirumah 😁

#babysitter
#babysittersurabaya
#babysitterjakarta
#pengasuhanak
#nanny
#nannylife
#profesional
#premium
#premiumnannyindonesia
#jakarta
#surabaya
#suster

 
Categories
Tips

Positif Covid-19 ? Apa masih bisa menyusui Si Kecil?

ASI merupakan nutrisi utama untuk mendukung tumbuh kembang serta meningkatkan daya tahan tubuh anak guna melindunginya dari berbagai penyakit, termasuk COVID-19. Itulah sebabnya menyusui Si Kecil tidak boleh di lewatkan meski Moms positif COVID-19.

Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti bahwa virus Corona dapat ditularkan dari Moms ke baby melalui ASI. Jadi, Moms yang menunjukkan gejala COVID-19 atau sudah dinyatakan positif tetap boleh memberikan ASI untuk bayinya.

Tips Menyusui bagi Ibu yang Terinfeksi COVID-19

Virus Corona memang tidak hidup di dalam ASI. Namun, Moms tetap harus melindungi Si Kecil dari risiko penularan melalui percikan air liur dan kontaminasi dari tangan yang merupakan cara penularan utama COVID-19.

Jadi, kunci dari menyusui yang aman sebenarnya tidak jauh dari protokol kesehatan yang selama ini kita ketahui. Agar Si Kecil terhindar dari infeksi COVID-19, Moms perlu menerapkan beberapa tips berikut ini:

1. Cuci tangan terlebih dahulu

Sebelum menyusui Si Kecil atau menyentuh peralatan menyusui, Moms wajib mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna membunuh virus Corona yang mungkin menempel di tangan.

Pastikan seluruh bagian tangan moms tercuci hingga bersih, termasuk pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Selain itu, Moms juga perlu membersihkan puting payudara dan berganti pakaian dengan yang baju bersih saat akan menyusui Si Kecil.

2. Selalu gunakan masker saat menyusui

Ketika menyusui Si Kecil, Moms harus selalu menggunakan masker, meskipun Moms tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini untuk mencegah percikan air liur mengenai Si Kecil saat Moms berbicara, batuk, atau bersin. Ada banyak jenis masker yang bisa Moms pakai, mulai dari masker bedah, masker kain, hingga masker N95.

3. Bersihkan permukaan benda dan peralatan menyusui

Selain kebersihan diri, kebersihan rumah juga tidak boleh diabaikan, ya. Selalu bersihkan rumah dengan disinfektan, khususnya semua permukaan benda yang sering Moms sentuh atau permukaaan benda yang mungkin terkena percikan air liur Moms. Ini berlaku untuk sebelum, ketika, dan sesudah menyusui.

Ketika menyusui, baik langsung dari payudara maupun dengan ASI perah, Moms harus memastikan semua permukaan benda di sekitar tempat menyusui, terutama yang mungkin disentuh  moms dan Si Kecil, sudah didisinfeksi.

Jika memberikan ASI perah melalui dot, moms wajib membersihkan permukaan dot dan mencuci tangan. Setelah itu barulah dot boleh diberikan kepada Si Kecil. Pastikan juga alat pompa ASI dan peralatan menyusui lainnya juga dalam keadaan bersih, ya.

4. Pompa ASI atau berikan susu formula jika dirasa tidak sehat

Jika gejala yang muncul karena COVID-19 membuat Moms terlalu lemas atau tidak nyaman untuk menyusui Si Kecil langsung dari payudara, Moms bisa mempompa ASI atau memberikannya susu formula.

Ingat, jangan memaksakan untuk menyusui secara langsung jika memang tidak bisa, karena ini demi kebaikan Si Kecil juga. Mintalah ayah atau anggota keluarga lainnya untuk membantu memberikan botol ASI atau susu formula pada Si Kecil.

ASI merupakan asupan penting yang dibutuhkan bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Oleh karena itu, Moms tetap perlu memberikan ASI meski sedang positif COVID-19. Pastikan Moms menerapkan tips yang telah dipaparkan di atas agar Si Kecil terhindar dari infeksi virus.

Selain itu, Moms juga tetap perlu menjaga kesehatan tubuh dengan selalu mengonsumsi makanan sehat, beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, serta minum obat dengan rutin agar bisa pulih dari penyakit COVID-19.

Beberapa obat yang Moms konsumsi mungkin saja dapat menghambat produksi ASI. Jika Moms mengalami kesulitan untuk menyusui, konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan saran dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Moms.

Khawatir dan bingung menyusui si kecil disaat positif Covid-19?
Moms, tenang saja kan ada partner hebat untuk urus si baby di rumah
yupp..serahkan semua pada
Premium Nanny, moms bisa fokus isoman dirumah dan premium nanny yang bakal menjaga dan membantu moms memenuhi gizi si kecil dirumah. Moms sehat dan pulih kembali, si kecil semakin hepi… Premium Nanny, Building Your Child’s Future

#covid19indonesia
#mother
#baby
#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#babysitterbandung
#babysittersemarang
#jakarta
#surabaya
#nannylife
#premium_nanny
#premium
#premiumnannyindonesia

Sumber : https://www.alodokter.com/.

 

Categories
Tips

Kenali 5 Ciri Ciri Perkembangan Anak Diusia 3-5 Tahun

Tumbuh kembang anak dapat ditandai dengan sejumlah hal yang dapat mereka lakukan. Tanda-tanda ini umumnya digunakan sebagai bahan evaluasi pertumbuhan si Kecil oleh dokternya. Yuk, cari tahu hal-hal tertentu terkait perkembangan untuk anak usia 3 tahun di sini.

Perkembangan fisik atau motorik anak usia 3 tahun

Saat menginjak usia 3 tahun, perut bundar khas si Kecil akan menjadi lebih ramping. Mengutip dari Stanford Children’s Health, rata-rata berat badan anak usia 3 tahun akan bertambah sekitar 1,8-2,7 kg. Tingginya pun akan tumbuh sekitar 5-7,6 cm.

Selanjutnya, Understood.org juga menyebutkan bahwa si Kecil juga dapat berlari, memanjat, dan melompat dengan baik di usia ini. Sejumlah anak bahkan bisa melompat hanya menggunakan satu kaki. Apabila ada tangga di rumah, si Kecil juga mulai mampu naik turun tangga walaupun hanya menggunakan 1 kaki untuk setiap langkahnya. Ia juga sudah bisa mengayuh sepeda roda tiga. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan si Kecil agar ia tidak melakukan gerakan yang membahayakan dirinya, ya, Bun.

Perkembangan kognitif atau pikiran si Kecil usia 3 tahun

Anak makin menunjukkan perkembangan kecerdasannya saat menginjak usia 3 tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan perkembangan keterampilan berpikir anak ditandai dengan:

● Bermain dengan mainan yang memiliki tombol atau tuas

● Bermain peran dengan teman atau keluarga dan boneka

● Mencoba menyelesaikan permainan mengasah otak, seperti puzzle untuk usia 3 tahun

● Paham dengan arti angka, seperti 1 atau 2

● Membuat lingkaran menggunakan alat tulis

● Membuka dan menutup pintu dengan mandiri

Perkembangan komunikasi atau bahasa anak usia 3 tahun

Si Kecil mulai fasih berbahasa. Ia dan Bunda mulai dapat berbicara secara bergantian. Menginjak usia 3 tahun, anak mulai paham lebih dari 200 kata dan dapat menggunakannya dalam sebuah kalimat panjang. Hal yang diucapkan oleh anak pun mulai lebih mudah dimengerti orang lain.

Anak juga mengerti konsep tentang waktu dan tempat sehingga membantu mereka menjelaskan sesuatu tentang hal-hal tersebut. Perkembangan dari sisi komunikasi ini membuat anak dapat menjawab pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, dan di mana. Selain itu, beberapa anak mulai dapat bernyanyi sendiri ketika bermain atau menggunakan kemampuan berbicaranya untuk menirukan suara mainannya.

Perkembangan sosial dan emosional si Kecil usia 3 tahun

Sebelum menginjak usia 4 tahun, anak-anak berusia 3 tahun mulai lebih mandiri. Tak hanya itu, mereka juga gemar bercanda dan mulai menunjukkan ketakutan terhadap suatu hal. Contoh perkembangan sosial dan emosional anak usia 3 tahun adalah:

● Menunjukkan ketertarikan terhadap tempat dan hal baru, tetapi juga memiliki ketakutan kepada hal-hal tersebut

● Ingin bermain dengan anak-anak lain

● Menunjukkan empati, seperti berinisiatif menghibur teman yang sedih

● Belajar berbagi, misalnya tidak rebutan saat bermain

● Mencari cara menyelesaikan masalah sederhana

● Selain senang, marah, atau sedih, si Kecil juga menunjukkan perasaan lain, seperti malu atau merasa bersalah

Perkembangan lainnya dapat meliputi membantu pekerjaan rumah, ganti baju tanpa bantuan, dan mengerti tentang rutinitas serta marah bila aktivitasnya diganggu.

Tips mendukung tumbuh kembang anak

Terdapat beberapa hal yang dapat Bunda lakukan pada si Kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya. Salah satunya adalah mengawasi dan mengizinkan anak untuk bermain dengan orang lain untuk memupuk kemampuannya untuk bergaul. Kemudian, permainan yang mengasah kemampuan motorik (bermain plastisin) serta koordinasi tangan dan mata (saling menggulirkan bola) mampu membantu perkembangan anak.

Selain itu, dukung perkembangan anak usia 3 tahun atau lainnya dengan cara:

● Mendorong dan memuji usaha anak ketika mencoba hal baru

● Bermain dan membacakan buku cerita untuk anak

● Meluangkan waktu untuk berbicara dan menjadi pendengar yang baik untuk anak

● Mengajari anak tentang banyak hal, dari nama warna atau cara menggunakan krayon

● Mendidik anak untuk menjadi mandiri, seperti menyikat gigi atau memakai pakaian sendiri

Dengan begitu, Bunda dapat menunjang tumbuh kembang anak supaya menjadi generasi maju sekaligus membuat hubungan makin erat. Apabila anak belum menunjukkan perkembangan telah disebutkan sebelumnya, jangan khawatir. Setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda. 

Oleh karena nya moms wajib tau aspek dan ciri ciri perkembangan anak seperti aspek fisik, kognitif, sosial dan kesehatan. Kesibukan membuat moms tidak sempat mengamati gejala tumbuh kembang anak?

Tenang aja Biar
Premium Nanny
⭐⭐⭐⭐⭐
yang jaga dan laporin pertumbuhan selama beraktifitas di rumah.

Si Kecil tumbuh dan berkembang sehat, meskipun aktivitas mom lagi padat, Premium Nanny…solusi hebat 😊

#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#nannydiaries
#nanny
#babysitterbandung
#babysittermedan
#babysitterkalimantan
#babysitterbali
#pengasuh
#jakartahits
#surabayahits

Referensi

3-Year child developmental milestones. (n.d.). Help Me Grow Minnesota. Retrieved June 22, 2020, from https://helpmegrowmn.org/HMG/DevelopMilestone/3Years/index.html

Development milestones – your child at 3 years. (n.d.). Pregnancy Birth and Baby. Retrieved June 22, 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/development-milestones-3-years

Developmental milestones for 3-Year-Olds. (2019, August 5). Understood | For Learning and Thinking Differences. Retrieved June 22, 2020, from https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/signs-symptoms/developmental-milestones/developmental-milestones-for-typical-3-year-olds

The Growing Child: 3-Year-Olds. (n.d.). Stanford Children’s Health – Lucile Packard Children’s Hospital Stanford. Retrieved June 22, 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=the-growing-child-3-year-olds-90-P02296

What developmental milestones is your 3-year-old reaching? (2020, May 8). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved June 22, 2020, from https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-3yr.html

Categories
Tips

5 Cara Menangani Anak Tersedak

Moms pasti khawatir ketika tiba-tiba anak mengalami insiden tidak menyenangkan, salah satunya tersedak. Tersedak disebabkan oleh tersumbatnya trachea (batang tenggorokan) oleh benda asing. Biasanya diikuti gejala tidak dapat berbicara hingga kekurangan oksigen.

Meskipun hal ini terlihat sederhana namun, tersedak perlu untuk diwaspadai. Karena biasanaya terjadi ketika si kecil ketika sedanag belajar makan sendiri. Oleh sebab itu, Moms perlu memperhatikan dan lekas membantunya agar tidak terjadi penyumbatan jalan nafas saaat si kecil  tersedak.  Lalu bagaimana cara tepat mengatasi anak yang tersedak, berikut cara nya :

1. Pastikan kondisi anak
1. Pastikan kondisi anak

Saat anak tersedak, langkah awalnya ialah jangan panik. Moms harus tetap tenang dan pastikan kondisi anak dalam keadaan sadar atau tidak. Jika benda yang yang ia telan masih batas aman, Moms bisa berikan ia minum. Tapi apabila anak tak dapat berbicara atau bernafas, maka sebaiknya bawa anak segera ke pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD).

2. Carilah gejalanya

Jika anak tidak bisa menangis, itu berarti jalur pernapasannya tersumbat sehingga anak tidak akan mampu mengeluarkan sumbatan dengan batuk. Beberapa gejala anak tersedak yaitu terdengar suara aneh, memegangi tenggorokan, kulit memerah atau biru hingga terlihat pucat.

3. Jangan masukkan jari ke mulut anak

Saat anak terlihat tanda-tanda tersedak, sebaiknya Moms jangan panik dan tidak mengeluarkan benda atau sumbatan dengan mengambilnya pakai jari. Memasukkan jari ke dalam mulut anak akan menyebabkan objek tersebut semakin masuk ke dalam dan bisa merusak tenggorokan si Kecil. 

4. Manuver heinlich

Apabila anak sedang bermain dan mengalami tersedak pada benda asing yang masuk ke dalam mulutnya, maka Moms bisa menolongnya dengan cara manuver heinlich. Yaitu Moms berdiri di belakang anak, letakkan lengan di bawah lengan anak hingga melingkar di pinggangnya. Dan kepalkan tangan Moms tepat di antara pusar dan tulang dada si Kecil. Terakhir angkat anak ke atas dan belakang tubuh anak sebanyak 5 kali. 

5. Manuver back blow

Langkah lainnya yang bisa Moms lakukan yaitu manuver back blow. Di mana Moms harus tengkurapkan si Kecil pada tangan, topang leher, dan dagunya dengan telapak jari. Sebaiknya posisi kepala anak lebih rendah dari posisi dadanya. Lalu tekan punggungnya tepat di kedua bahunya dengan telapak tangan sebanyak 5 kali gerakan. 

Nah, itulah kelima cara menangani ketika anak mengalami tersedak. Namun ada baiknya orangtua melakukan pencegahan agar si Kecil tidak tersedak, yaitu jangan ajak anak mengobrol saat mereka sedang makan atau minum. 

#babysitter

#baby

#rescue

Categories
Tips

Kenali Perbedaan Gumoh dan Muntah Pada Bayi

Kenapa ya selesai menyusu, sikecil justru mengeluarkan kembali ASI melalui mulutnya? Tidak lama setelah disusui, ada kalanya bayi akan mengeluarkan lagi cairan susu dari mulutnya.

Nah, untuk itu penting untuk moms mengetahui perbedaan antara gumoh atau muntah yang dialami si kecil agar dapat memberikan penanganan yang tepat.

Gumoh

Bayi yang baru berumur beberapa minggu sampai satu tahun, akan sering mengalami gumoh, yairu mengeluarkan sebagian susu yang telah ia minum dari mulutnya. Kondisi tersebut normal, karena  ukuran lambung bayi yang baru lahir terlalu kecil untuk menampung jumlah susu yang terlalu banyak. Selain itu, katup lambungnya pun masih belum dapat menutup dengan erat, sehingga volume susu yang berlebihan yang sudah masuk ke lambung, akan keluar lagi melalui mulut.  Gumoh juga bisa terjadi jika bayi menelan udara terlalu banyak saat minum ASI, sehingga ia mengeluarkan cairan susu ketika bersendawa. Bayi dapat menelan banyak udara jika ia menangis saat sedang minum susu atau minum terlalu cepat.

Menurut data di Indonesia, 25% bayi Indonesia mengalami gumoh lebih dari 4 kali pada bulan pertama dan 50% bayi mengalami gumoh 1-4 kali per hari sampai usia 3 bulan. Kondisi gumoh yang normal biasanya terjadi setelah menyusu, berlangsung kurang dari 3 menit, dan tidak disertai oleh gejala lain. Volume susu yang dikeluarkan setiap bayi saat gumoh berbeda-beda, tapi rata-rata kurang dari 10 ml atau sekitar 1-2 sendok makan. Setelah gumoh, bayi akan terlihat lebih nyaman. Bayi yang mengalami gumoh juga terlihat aktif, dapat mengalami peningkatan beratbadan yang baik dan tidak mengalami gangguan pernapasan.

Cara Mengatasi Gumoh

Agar bayi bisa gumoh, ibu bisa membantu ia bersendawa setelah menyusui, dengan cara-cara berikut:

  • Letakkan Bayi di Pangkuan Dengan Posisi Tengkurap

Moms bisa menelungkupkan bayi di atas pangkuan, dan menopang dadanya agar posisi kepala lebih tinggi dari tubuhnya. Elus-elus punggung si kecil sampai dia bersendawa.

  • Posisikan Bayi Menghadap ke Belakang

Sampirkan handuk kecil pada bahu sebagai alas untuk menahan muntahan susu bayi, lalu gendong bayi menghadap ke belakang dengan bersandar di bahu ibu. Posisikan tubuh bayi dalam keadaan tegak, lalu elus-elus lembut punggungnya sampai dia bersendawa.

  • Menggendong Bayi Menghadap ke Depan

Moms juga bisa menggendong bayi menghadap ke depan dengan cara menopang tengkuk dan bokongnya di depan tubuh moms. Letakkan handuk kecil di dada si kecil untuk menahan muntahan. Lalu usahakan agar kepala si kecil sedikit lebih tinggi dari dadanya.

Muntah

Moms bisa membedakan kondisi muntah dan gumoh dengan melihat ciri-cirinya. Jika bayi mengeluarkan lebih dari 10 ml cairan dengan cara disemburkan dari perut yang juga membuat  otot dinding perutnya berkontraksi, itu berarti bayi ibu mengalami muntah. Terkadang bayi juga bisa mengeluarkan cairan muntah dari hidung. Namun, muntah baru dialami oleh bayi ketika ia berumur dua bulan. Muntah bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan atau gangguan pencernaan pada bayi. Cara mengatasi muntah berbeda-beda tergantung dari penyebabnya, tapi sebaiknya moms membawa bayi yang muntah untuk diperiksa oleh dokter.

Tanda-tanda bayi mengalami muntah yang tidak normal dan perlu segera ditangani dokter:

  • Cairan yang dimuntahkan berwarna kehijauan, karena mungkin saja bayi mengalami gangguan pada ususnya.
  • Bayi terlihat sangat kesakitan dan rewel.
  • Selain muntah, bayi juga demam hingga 39 derajat Celcius.
  • Perut bayi membengkak.
  • Bayi muntah secara hebat terus menerus dalam waktu yang cukup lama, tanpa ada tanda-tanda perbaikan.
  • Terdapat bercak darah yang banyak pada muntahannya

Panik dimasa awal menjadi seorang moms, bikin keki segala hal urusan bayi? Sekarang udah hadir
⭐⭐⭐⭐⭐
Premium Nanny
pengasuh anak modern dan bersertifikat siap bantu moms jalani hari hari baru sebagai orangtua bagi Si Kecil.

So, gak perlu panik dan bingung di masa awal bayi baru lahir ya , premium nanny siap jadi pendamping setia setiap hari 😊
#babysitter
#babysitterjakarta
#babysittersurabaya
#baby
#jakarta
#surabaya
#nanny
#premium_nanny  

Sumber : 

halodoc.com 

 

Categories
Tips

5 Tips Menyetrika Cepat dan Rapi, Semudah ini !

Mau berangkat pesta, tapi baju kelihatan kusut?  Mood yang tadinya semangat mendadak jadi bete kan. Bisa jadi cara menyetrika nya yang kurang tepat, sobat smart.

Padahal, sebenarnya pekerjaan menyetrika ini sederhana, lho. Jika dilakukan dengan benar, dalam waktu yang singkat pun bakal rapi! Nggak percaya? Cobain aja 5 tips menyetrika cepat dan rapi berikut ini!

1. Gunakan Aluminium Foil

Cara menyetrika yang satu ini memang nggak umum. Tapi tahukah kamu kalau menyetrika dengan lapisan aluminium foil bakal bikin baju lebih cepat rapi?

Coba deh, taruh aluminium foil di atas papan atau alas setrika. Panas dari setrika akan dipantulkan dan tembus ke sisi lawan pada baju, sehingga kamu nggak perlu membolak-balikkannya. Lebih hemat waktu!

2. Setrika dari Dalam

Menyetrika dari dalam memang terkenal ampuh untuk membuat baju cepat licin dan rapi. Khususnya untuk baju berbahan tebal dan jersey. Selain itu, jika kamu menyetrika kerah dan bagian kancing kemeja dari depan, biasanya baju akan jadi lebih cepat mengerut. Supaya baju awet, maka setrika saja dari bagian dalam! Teknik ini juga cocok digunakan jika bagian depan baju terdapat sablonan.

3. Gunakan Gulungan Handuk

Cara menyetrika cepat dan rapi yang selanjutnya adalah dengan memanfaatkan gulungan handuk. Gunanya adalah untuk menyetrika kemeja lengan panjang supaya nggak berlipat.

Caranya, taruh saja gulungan handuk kecil tersebut ke dalam lengan baju. Selanjutnya, setrikalah seperti biasa. Voila! Baju akan rapi tanpa ada lipatan di sisi lengan!

4. Atasi Lengket Secepat Mungkin

Pada umumnya setrikaan sudah memiliki lapisan anti lengket, tapi biasanya akan terkikis jika setrikaan sudah tergores benda-benda keras. Akhirnya, setrikaan lengket inilah yang akan menghambatmu! So, jika kamu sudah menemukan setrikaanmu mulai lengket, segera atasi atau ganti!

5. Atur Prioritas

Tingginya tumpukan baju yang harus disetrika seringkali membuat kita jadi malas untuk mulai menyelesaikannya. Jika kamu merasa seperti ini, maka saatnya kamu membuat prioritas!

Cicil setrika dari baju yang akan dipakai dalam waktu dekat. Baju-baju lain yang belum akan dipakai bisa kamu setrika di keesokan hari. Kamu juga bisa mengelompokkan baju-baju berdasarkan kebutuhannya. Blus atau kemeja yang dipakai untuk pergi ke kantor tentu harus rapi, tapi baju-baju santai seperti kaos mungkin tak perlu terlalu rapi sempurna. Ini akan membuatmu lebih santai saat menyetrika.Daripada terbengkalai terus, biar
Smartmaid aja yang nyetrika. Rapi dan Cepat maksimal, deh.

Mau dateng ke acara penting apapun udah siap, setiap saat. Smartmaid ahlinya bikin rapi dan kece.

#baju
#setrika
#pembantu
#pembanturumahtangga
#pembanturumahtanggasurabaya
#pembanturumahtanggajakarta
#asistenrumahtangga
#smart
#smartmaid
#jakarta
#surabaya

Categories
Tips

Yuk, Kenali Gejala Alergi Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Muncul ruam dan gatal gatal pada kulit anak?

Bisa jadi itu adalah tanda alergi yang dialami anak. Alergi atau sensitivitas merupakan reaksi berlebihan dari sistem imunitas atau daya tahan tubuh, yang dipicu oleh alergen.

Alergi pada bayi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk mengetahui penyebab dan cara menangani alergi yang dialami bayi agar gejala yang muncul dapat segera teratasi.

Tak hanya orang dewasa, bayi juga dapat memiliki alergi terhadap makanan yang mereka konsumsi, benda-benda yang mereka sentuh, dan partikel halus yang mereka hirup di dalam rumah atau di luar ruangan.

Namun, orang tua sering kali merasa kesulitan menentukan apa penyebab alergi pada bayi, karena ia belum dapat menjelaskan gejala yang dialami. Oleh karena itu orang tua harus lebih cermat untuk memperhatikan gejala alergi yang dapat dialami bayi.

Penyebab dan Faktor Risiko Alergi pada Bayi

Alergi pada bayi terjadi ketika sistem imun bayi bereaksi terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya, sehingga menimbulkan reaksi alergi. Hingga saat ini, belum diketahui mengapa hal tersebut terjadi. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya  alergi pada bayi, antara lain:

1. Genetik

Alergi pada bayi umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik. Hal ini berarti bayi berisiko memiliki alergi bila salah satu atau kedua orang tuanya juga memiliki alergi terhadap sesuatu, meskipun jenis alerginya bisa saja berbeda dengan jenis alergi orang tuanya.

2. Lingkungan yang terlalu bersih

Faktor yang satu ini memang tidak terduga. Namun, lingkungan yang terlalu bersih dan bebas kuman justru dapat membuat sistem kekebalan tubuh bayi tidak mendapat kesempatan untuk mengenal dan melawan kuman.

Hal ini membuat tubuh bayi bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya.

3. Gangguan kesehatan tertentu

Bayi yang mengalami angguan kesehatan, seperti eksim, diduga berisiko memiliki alergi terhadap makanan tertentu atau asma saat mereka dewasa nanti.

4. Tidak diberi ASI

Risiko alergi makanan juga dapat meningkat jika bayi tidak diberi ASI secara rutin atau sudah diberi makanan padat atau susu formula sebelum mereka berusia 3 atau 4 bulan. Hal ini karena ASI mengandung beragam nutrisi yang dapat membentuk dan meningkatkan sistem imun bayi.

Selain beberapa faktor di atas, ada pula zat atau benda yang dapat memicu alergi pada bayi, antara lain:

  • Makanan, seperti kacang, susu, telur, kerang, dan ikan
  • Tungau atau debu
  • Bulu binatang
  • Jamur
  • Serbuk sari pohon
  • Gigitan serangga
  • Obat-obatan tertentu
  • Bahan kimia, seperti detergen atau pembersih rumah tangga

Berbagai Gejala Alergi pada Bayi

Bayi yang mengalami alergi akibat salah satu faktor atau pemicu di atas, akan menunjukkan beberapa gejala berikut ini:

  • Bengkak pada wajah, bibir, dan lidah
  • Muntah
  • Diare
  • Kulit gatal atau melepuh
  • Batuk-batuk atau bersin-bersin
  • Kulit memerah atau ruam
  • Susah bernapas
  • Hilang kesadaran atau pingsan

Cara Mengatasi Alergi pada Bayi

Jika Si Kecil menunjukkan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, segera bawa ia ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan menyatakan Si Kecil menderita alergi, dokter dapat memberikan saran dan penanganan, seperti:

1. Menghindarkan bayi dari pemicu alergi

Dokter akan mengidentifikasi zat yang memicu alergi pada Si Kecil. Dengan mengetahui pemicunya, Anda dapat menghindarkan Si Kecil dari paparan zat tersebut.

2. Menjaga kebersihan rumah

Jika Si Kecil menderita alergi debu, tungau, atau jamur, disarankan untuk selalu menjaga kebersihan rumah. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kebersihan rumah adalah:

  • Ganti dan cuci sprei bayi setidaknya seminggu sekali.
  • Cucilah mainan anak secara rutin dengan air panas.
  • Jangan biarkan hewan peliharaan masuk ke dalam kamar bayi.
  • Buka jendela rumah agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.
  • Hindari penggunaan karpet karena dapat menjadi sarang debu atau tungau.

3. Memberikan bayi makanan bergizi

Jika memungkinkan, berikan Si Kecil ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan pertama hidupnya guna menurunkan risiko alergi. Akan lebih baik bila ASI tetap diberikan setelah bayi berusia 6 bulan.

4. Meresepkan obat

Obat antihistamin dan hidrokortison juga dapat digunakan untuk meredakan alergi pada bayi. Pemakaian obat tersebut tentunya harus berada di bawah pengawasan dokter atau dokter spesialis anak.

Jangan lupa, bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan rutin setidaknya 6 kali sebelum ulang tahun pertamanya. Pemeriksaan ini dilakukan guna memantau kondisi kesehatan bayi, memastikan tumbuh kembangnya berjalan normal, dan mendeteksi masalah apa pun sejak dini, termasuk alergi pada bayi.

#babysitter
#babysitterjakarta
#babysitterbandung
#babysittersemarang
#babysittermedan
#babysitterbalikpapan
#babysitterbali
#babysittermakasar
#nanny
#nannylife
#premiumnanny
#alergianak
#jakarta
#surabaya

Referensi :

alodokter.com