Head Office : Zimbali Costa Y5-63, Grand Island, Pakuwon City. Surabaya  | 0821 3997 0990    –    Branch Office : SOHO @PODOMORO  CITY Lt. 21 No. 23 Jakarta Barat 11470 | 0812 1948 6741

  • No products in the cart.

Medical Check Up

  >  Medical Check Up

CEK KESEHATAN CALON PENGASUH

Baby sitter, nanny atau sering disebut pengasuh bayi maupun balita, otomatis akan sering berinteraksi langsung dengan anak. Untuk itu, Anda perlu memastikan kesehatan sang pengasuh sebelum Anda menerimanya bekerja. Kondisi kesehatannya harus prima.

Cek awal

Kondisi kesehatan seseorang bisa dilihat dari berbagai sisi. Kebersihan termasuk persyaratan kesehatan yang bisa Anda lihat langsung ketika bertemu pertama kali. Kebersihan tubuh pengasuh dapat dilihat dari rambut, sampai kulit dan kuku. Misalnya, Jika berketombe dan berkutu bisa dilihat dari kebiasaannya menggaruk-garuk kepala. Perhatikan kulitnya dari kemungkinan adanya infeksi jamur sampai skabies atau kudis. Infeksi seperti ini bisa menulari balita. Kuku juga perlu Anda perhatikan, karena kuku yang panjang bisa menggores kulit balita yang masih halus. Kuku yang kotor pun dapat menularkan infeksi ketika dia mengurus makanan balita. Jika dari pandangan sekilas kebersihan sudah lolos uji, boleh ditambah pemeriksaan kesehatan oleh dokter.

Cek Dokter

Pastikan dokter memeriksa fisik si pengasuh, seperti mata, mulut, dantubuh. Minta juga kepada dokter Anda untuk memberikan beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan sebelumnya. Setelah itu, biasanya dokter akan memberikan surat pengantar untuk pemeriksaan laboraturium dan foto rontgen. Jika terbukti mengidap penyakit menular, sebaiknya urungkan dulu niat Anda memakai jasanya hingga ia sembuh total.

Tes kesehatan biasanya meliputi:

* Pemeriksaaan Foto Toraks (rontgen), untuk melihat kesehatan paru, misalnya kemungkinna menderita tuberkolosis (TB). Pengobatannya bisa berlangsung 6-9 bulan
* HIV – AIDS
* Hepatitis (HbsAg)
* Pemeriksaan Hb (haemoglobin) untuk memeriksa kemungkinan menderita anemia. Anemia ringan dapat diobati dengan pemberian vitamin dan makanan bergizi. Ini tidak membahayakan balita.
* Pemeriksaan lekosit untuk melihat adanya infeksi. Jika ada, bisa dilihat jenis infeksinya apakah menular atau tidak.
* Pemeriksaan LED (laju endap darah) untuk melihat kemungkinan adanya infeksi lama.

Term and conditions

1. Jasa administrasi untuk mengurus Medical Check Up Rp. 150.000. ( Sudah termasuk transportasi PP )

Untuk Biaya Medical Check Up sendiri bervariasi tergantung dari Laboratorium yang dipilih oleh Majikan, 3 Laboratorium yang Kami sarankan yaitu :

* Prodia Lab
– Rontgen Paru – paru / Thorax  – Rp 206.000
– Hepatitis (HBSAG)  – Rp 180.000
– HIV – AIDS – Rp 443.000
Total : Rp – 829.000
.

* Pramita Lab
– Rontgen Paru – paru / Thorax  – Rp 267.000
– Hepatitis (HBSAG)  – Rp 185.000
– HIV – AIDS – Rp 473.000
Total : Rp – 925.000
.
.
* Prodia Lab Biogen
– Rontgen Paru – paru / Thorax  – Rp 130.000
– Hepatitis (HBSAG)  – Rp 106.000
– HIV – AIDS – Rp 285.000
Total : Rp – 521.000

2. Biaya administrasi Medical Check Up tidak dapat dikembalikan
3. Jika hasil Medical Check Up tidak sehat atau ditermukan penyakit, maka biaya administrasi akan dikembalikan 100%
4. Jika Medical Check Up tersebut sehat, namun majikan membatalkan maka biaya administrasi hangus 100%

Medical Check Up

Medical Check Up

Check Up Prodia Lab

Status kesehatan dapat kita ketahui melalui check up yang dilakukan secara berkala. Selain itu, check up juga dapat untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit yang sering terjadi di masyarakat, dan mengetahui resiko terjadinya. Read More

Check Up Pramita Lab

Status kesehatan dapat kita ketahui melalui check up yang dilakukan secara berkala. Selain itu, check up juga dapat untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit yang sering terjadi di masyarakat, dan mengetahui resiko terjadinya. Read More

Check Up Biogen Lab

Status kesehatan dapat kita ketahui melalui check up yang dilakukan secara berkala. Selain itu, check up juga dapat untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit yang sering terjadi di masyarakat, dan mengetahui resiko terjadinya. Read More